Renungan Minggu Ini

MENJALANI HIDUP DENGAN BIJAKSANA

Senin 23 Agustus 2021
Nats: Lukas 12:1-21
(1) Apa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita tentang konsep nilai hidup kita di hadapan Tuhan?
(2) Dalam hidup ini, siapakah yang harus paling kita takuti? Mengapa?
(3) Di ayat 17, kalau pertanyaan orang kaya itu: “Apakah yang harus aku lakukan?” anda tanyakan pada dirimu sendiri, apa jawabmu?

Selasa 24 Agustus 2021
Nats: Yakobus 4:13 – 5:6
(1) Apakah yang firman Tuhan ini tegur terhadap orang yang membuat perencanaan dalam hidupnya?
(2) Mengapa kita harus berkata, “Biarlah kehendak-Nya yang jadi”? Bagaimana sikap kita yang seharusnya jika segala sesuatu kita berserah kepada-Nya?
(3) Jika hidup ini hanya sekejap saja, bagaimana panggilan dan teguran Yakobus atas pemakaian harta dari orang kaya?

Rabu 25 Agustus 2021
Nats: Efesus 4:17-32
(1) Hidup seperti apa yang dilukiskan di sini sebagai “hidup yang sia-sia”?
(2) Mengapa tanda hidup yang baru senantiasa menekankan soal: perkataan mulut kita?
(3) Prinsip-prinsip apa yang anda dapatkan tentang menjaga perkataan mulut kita disini?

Kamis 26 Agustus 2021
Nats: Efesus 5:1-20
(1) Tujuan hidup setiap orang Kristen: menjadi semakin serupa Kristus. Ada 2 hal yang Paulus angkat di sini yakni: the life of love dan the life of sacrifice. Bagaimana mengimitasi Kristus dalam hal ini?
(2) Ayat 6-7, pertemanan seperti apa yang harus kita hindarkan?
(3) Daftarkan semua sikap hidup yang menjadikan hidup kita sebagai “hidup yang bijaksana.”

Jumat 27 Agustus 2021
Nats: Kolose 4:2-18
(1) Di ayat 2, Paulus menasehati agar kita menjalani hidup yang “watchful and thankful.” Bagaimana anda kembangkan hidup yang watchful and thankful ini?
(2) Menghadapi orang tidak percaya, hidup kita dipanggil: “Be wise.” Renungkan ayat 5-6, bagaimana caranya kita pakai setiap kesempatan agar mereka bisa percaya Tuhan?
(3) Apa yang anda pelajari dari teladan orang-orang percaya yang Paulus sebutkan nama-nama mereka?

Sabtu 28 Agustus 2021
Nats: 1 Korintus 7:29-40
(1) Time is short, kata firman Tuhan. Maka di sini, Paulus meletakkan satu prinsip penting yaitu: masalah kebutuhan duniawi diletakkan di bawah perspektif surgawi.
(2) Bagaimana caranya agar apa yang kita lakukan dalam dunia ini, seperti: menikah, bekerja, perasaan, investasi, dsb, kita jalani tapi dengan perspektif surgawi?
(3) Bagaimana secara praktis menurut firman Tuhan?