Renungan Minggu Ini

HIDUP YANG BERDOA

Senin 01 June 2020
Nats: Ibrani 10:19-23 – Yesus menjadi Pembuka Jalan
(1) Sebagai orang percaya, kita sekarang memiliki akses untuk masuk ke dalam “tempat kudus Allah” yaitu membawa doa-doa kita ke hadapan Allah. Ayat 19 dan 21 apa yang menjadi penyebab kita bisa memiliki confident dan keberanian menghampiri Allah yang maha kudus itu?
(2) Ayat 20 secara khusus mengacu kepada saat ketika Yesus menghembuskan nafasNya, tabir Bait Allah terbelah dua menjadi lambang tidak ada lagi pembatas antara Allah dan manusia.
(3) Apa saja dorongan penulis Ibrani bagi kita meresponi hal ini?

Selasa 02 June 2020
Nats: Filipi 4:6 – Doa dan Kekuatiran Hidup
(1) Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak kuatir terhadap apapun juga. Apa yang saat ini sedang memenuhi hatimu dengan kekuatiran?
(2) Paulus mengatakan bawa semua kekuatiran itu kepada Allah. Ia memberi nasehat ini dengan penuh keyakinan berdasarkan Filipi 4:19. Baca dan renungkan ayat ini dalam-dalam.
(3) Dalam Matius 6:25-34 Tuhan Yesus mengingatkan kita tidak ada alasan untuk menyimpan kuatir. Call upon Him in the midst of your anxiety and put your trust in His promise.

Rabu 03 June 2020
Nats: Yesaya 59:1-3 – Doa dan Pengampunan Allah
(1) Allah kita suci dan kudus, Ia tidak dapat bersekutu dengan dosa. Setiap kali kita datang kepadaNya, kita perlu memohon pengampunan Allah melalui Yesus Kristus untuk melayakkan kita membawa doa-doa kita.
(2) “Tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menolong dan telingaNya tidak kurang tajam untuk mendengar” merupakan gambaran figuratif Yesaya mengenai Allah. Ia adalah Tuhan yang maha murah dan mau mendengar doa permohonan kita, namun dosa-dosa kita bisa menghalangi berkat dan pertolongan Tuhan datang kepada kita.
(3) Mari kita koreksi hati kita dengan jujur di hadapan Tuhan. Minta pengampunanNya dan relakan hati kita untuk dibersihkan dari segala dosa sehingga doa-doa kita tidak terhalang kepadaNya.

Kamis 04 June 2020
Nats: Markus 14:31-40 – Doa dan Pencobaan
(1) Di taman Getsemani Yesus Kristus bergumul dalam doa sebelum menghadapi cawan penderitaan di hadapanNya. Ia mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes bersamaNya, tetapi mereka tertidur dalam kelelahan dan kesedihan.
(2) “Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam saja? Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan. Roh memang penurut tetapi daging lemah” (ayat 38), menjadi peringatan Tuhan kita perlu berdoa mendapat kekuatan melaluinya.
(3) Ada saat kita merasa tidak mau berdoa, justru di situ kita harus mawas diri dan waspada karena kita bisa jatuh dalam pencobaan.

Jumat 05 June 2020
Nats: Roma 12:1-2 – Doa dan Pembaruan Budi
(1) Our mind-set will determine the content of our prayers. That mind should constantly being renewed and changed by the work of God in our lives. Baca dan renungkan panggilan Paulus dalam Roma 12:1-2 ini.
(2) Semakin hati dan pikiran kita dibarui oleh firman Allah dan oleh Roh Kudus, semakin doa kita akan merefleksikan pikiran dan kehendak Allah.
(3) Bukan saja kita berdoa supaya Tuhan memberi jalan keluar bagi persoalan hidup kita, tetapi melalui doa itu kita akan mengalami pembaruan budi, pembentukan karakter dan penaklukan diri kepadaNya.

Sabtu 06 June 2020
Nats: Yakobus 5:12-20 – The Fellowship of Prayer
(1) The fellowship of prayer is a gift from God. Kita tidak hidup seorang diri selama di dunia ini dan kita membutuhkan saudara seiman kita untuk saling mendoakan.
(2) William Cowper, penulis lagu hymn abad 18 mengatakan, “Prayer is not only expresses our fellowship with the Father through the Son in the Spirit, it also takes places within the fellowship of believers.” Doa adalah hak istimewa yang bisa kita nikmati bersama.
(3) Mulailah the fellowship of prayer dengan pasanganmu, dengan sahabat dan temanmu, dengan keluargamu dan dengan orang-orang di gerejamu.