Renungan Minggu Ini

PERUMPAMAAN YESUS TENTANG
KERAJAAN ALLAH [2]

Senin 13 January 2020
Nats: Lukas 10:25-37 – Orang Samaria yang Baik
(1) “Apa yang harus saya lakukan untuk memperoleh hidup kekal?” Apa jawabanmu jika pertanyaan ini diberikan kepadamu? Jawaban-jawaban apa saja yang pernah diberikan oleh orang-orang?
(2) Yesus balik bertanya untuk menggali apa jawaban dari ahli Taurat yang bertanya ini. Anda bisa memakai teknik menjawab dari Yesus ini dalam percakapan iman anda dengan orang lain.
(3) Bukan siapa sesamaku manusia membuat saya baru mengasihinya, tetapi apakah saya telah menjadi sesama manusia bagi manusia lainnya.
(4) Imam, pejabat, orang kaya, orang hebat, terlalu mudah penampilan luar dan latar belakang seseorang yang menjadi penilaian seseorang kepada orang lain.
(5) Motivasi terselubung apa saja bagi seorang mengasihi dan menolong orang lain? Catatlah semua motivasi mulia apa saja dari tindakan kasih dan belas kasih orang Samaria ini.
(6) Dapatkah manusia melakukan kasih yang tidak berkesudahan, belas kasihan terus menerus tanpa batas dan menyembuhkan musuh dan pembencinya? Hanya Tuhan yang bisa. Dengan kata lain, hidup kekal tidak dapat diperoleh dengan perbuatan apapun dari manusia. An unending love and merciful grace is God’s character only.

Selasa 14 January 2020
Nats: Lukas 7:36-50 – Two Debtors
(1) Sangat mungkin setting makan malam ini adalah setelah ibadah Sabat di sinagoge. Yesus jadi pembicara, dan mengundang pembicara makan malam dipandang akan makin diberkati Allah.
(2) Tata krama umum tradisi orang Yahudi menghormati seorang tamu yaitu menyambut dengan ciuman, mencuci kakinya, dan memberi minyak wangi di kepala tamu itu. Tetapi mengapa Simon orang Farisi mengundang Yesus tetapi tidak melakukan penghormatan ini?
(3) Keangkuhan rohani apakah yang ditunjukkan oleh Simon orang Farisi? Apakah sikap religious snobbish ini juga ada dalam gerejamu dan dalam hidupmu di dalam pelayanan?
(4) Awalnya kita bersyukur atas anugerah Tuhan yang tidak layak kita terima. Tetapi berjalannya waktu, kita merasa berhak, anugerah berubah menjadi jasa kita. Dulu postur tubuh kita bersujud seperti wanita ini, belakangan postur kita duduk melipat tangan seperti Simon orang Farisi.
(5) Prinsip-prinsip kebenaran apa yang anda pegang dari kisah ini tentang konsep pertobatan dan pengampunan dari Tuhan?

Rabu 15 January 2020
Nats: Lukas 12:13-21 – Crazy Rich Fool
(1) Ada apa dengan kita yang mudah sekali kagum dengan orang yang show off kehebatan dan kekayaannya?
(2) Setting dari perumpamaan Yesus ini adalah ketidak-puasan dalam berbagi harta warisan. Yesus menolak untuk diperalat menjadi tameng dari motif-motif egois dan kepentingan orang. Apa yang anda pelajari dari sikap Yesus ini?
(3) Bagaimanakah orang kaya ini mendefiniskan tentang kebahagiaan hidup?
(4) Bagaimana prinsip firman dalam 1 Timotius 6:7 mengingatkan anda tentang sikap anda dengan makanan, tempat tinggal, dan kekayaan?
(5) Persoalan orang kaya ini bukan pada kekayaannya, tetapi sikap hidup yang egois, hanya mencari kesenangan diri, berpikir semua yang dimiliki bersifat permanen dan hanya hidup di dunia ini saja yang dipikirkan. Bagaimanakah perspektif adanya hidup kekekalan dan ada Tuhan yang kepadaNya kita harus bertanggung jawab mengarahkan hidupmu dan kekayaanmu di dunia ini?

Kamis 16 January 2020
Nats: Lukas 14:15-24 – Alasan Menolak Undangan Allah
(1) Semua orang setuju untuk mengagumkan indahnya kerajaan surga, tetapi anehnya mengapa banyak orang tidak tertarik menerima undangan kerajaan surga untuk masuk ke dalamnya?
(2) Tetapi ketika Allah dan kerajaan-Nya memanggil kita untuk mengasihi dengan segenap hati, pikiran, kekuatan, dan harta kita, ternyata berteriak betapa indahnya kerajaan surga itu hanyalah slogan.
(3) Kesibukan dan kenikmatan berkat di dunia ini lebih menarik perhatian. Bisnis yang maju, rumah makin besar, dan membina keluarga, menjadi hal-hal yang terpenting dan tujuan akhir. Kita lupa semua ini adalah instrument berkat Tuhan untuk dipakai bagi tujuan akhir kerajaan-Nya.
(4) Di akhir dari perumpamaan ini, Yesus menjadikan diri-Nya sebagai Tuan Rumah yang mengundang orang masuk ke dalam kerajaan-Nya. Dan bagi mereka yang mendengar dan percaya, akan mengetahui undangan Yesus ini jauh lebih bernilai dari semua yang dikejar di dalam dunia ini.
(5) Bagaimanakah perumpamaan Yesus ini mengingatkan anda tentang manakah yang sementara dan kekal, mana pesta kesenangan yang sementara dan banquet sukacita yang abadi?

Jumat 17 January 2020
Nats: Lukas 14:28-33 – Jangan Kabur di tengah Jalan
(1) Perumpamaan singkat mengenai seseorang yang ingin membangun gedung dan seorang raja yang ingin perang adalah perumpamaan yang hanya ada dalam injil Lukas. Besar kemungkinan setting dari perumpamaan ini adalah dalam perjalanan Yesus ke Yerusalem, banyak orang yang ikut Dia, namun akhirnya banyak yang kabur ditengah jalan.
(2) Pemuridan adalah sebuah sikap hati yang penuh kepada Yesus. Semakin kita mengasihi Yesus, semakin kasih kita kepada yang lain akan berkurang. Itulah bayar harga yang berarti. Kita sungguh memikirkan harga yang dibayar ikut Yesus.
(3) Mengapakah bayar harga pemuridan tidak pernah membuat kita merasa rugi? Mengapa melepaskan segala-galanya ikut Yesus, justru menghasilkan hati yang merasa kaya dan tidak berkekurangan?
(4) Yesus minta anda introspeksi diri sudahkah anda membayar harga dalam mengikut Dia? Dan mengapa anda bersiap dan rela melepaskan semua hal tersbut demi menjadi seorang murid yang sungguh?

Sabtu 18 January 2020
Nats: Lukas 16:1-9 – Shrewd Manager
(1) Perumpamaan Yesus yang cukup membingungkan orang, seolah-olah Yesus memuji kelicikan
manager ini. Poin utama Yesus adalah jika manager, sebagai wakil orang dunia yang licik, bisa memperalat harta dunia sementara untuk mendapatkan persahabatan dan rasa hutang budi yang permanen, mengapa kita sebagai anak-anak Tuhan tidak punya iman berbuat seperti ini dalam hidup kita.
(2) Banyak orang Kristen justru jadi manager bodoh yaitu lebih cinta harta dan kejar semua yang sementara dalam dunia ini, dan tidak kaya dalam hidup kekal bersama Tuhan. Sungguh tragis.
(3) Bagi manager ini: hutang budi dan kebaikan itu lebih permanen dan dia bersedia rugi dan melepaskan harta yang bisa hilang. Apa yang anda lihat sebagai hal-hal yang lebih penting dan permanen, bahkan kekal bagi hidupmu?
(4) Refleksi: adakah saya telah menjadi sahabat dengan dunia dan kekayaannya? Adakah saya telah menjadi hamba uang? Apakah gejala-gejala seseorang telah jadi hamba harta dan uang?