Renungan Minggu Ini

PERUMPAMAAN YESUS TENTANG
KERAJAAN ALLAH [3]

Senin 14 October 2019
Nats: Matius 18:21-35 – Unforgiving Servants
(1) Yesus mengampuni seseorang yang sungguh bertobat kepadaNya sekalipun demikian besar dosa-dosanya. Tetapi mungkin kita tidak bisa mengampuni orang yang telah berbuat dosa kepada kita dan yang kemudian terus mengulang lagi kesalahannya sekalipun kita tahu kita mengampuni orang lain sebab kita telah diampuni Tuhan Yesus terlebih dulu.
(2) Mengapakah bagi Petrus mengampuni orang yang berbuat salah harus ada batasnya sampai tujuh kali berbuat salah. Selebih dari itu tidak ada lagi pengampunan baginya.
(3) Perumpamaan Yesus ini memberi pelajaran bahwa betapa kikirnya pengampunan manusia itu. Mengapa hati manusia cenderung seperti itu? Adakah hati anda juga seperti itu?
(4) Belas kasih Allah berdasarkan keadilan-Nya. Bagaimana anda melihat perumpamaan ini dalam terang salib Yesus, tempat Allah tontonkan keadilan dan belas kasih-Nya?

Selasa 15 October 2019
Nats: Matius 20:1-16 – Workers in the Vineyard
(1) Daud berkata kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu (Mazmur 34:8). Bagaimanakah pengertian dan pengalamanmu bahwa Tuhan itu sangat baik?
(2) Para pekerja dalam perumpamaan ini sangat perlu bekerja dan mereka bergantung penuh pada kemurahan tuan tanah untuk mempekerjakan mereka. Normal mereka sehari bekerja 10 jam dengan bayaran 1 dinar.
(3) Adakah kesalahan atau ketidak-adilan yang dilakukan tuan tanah kepada para pekerja yang bekerja dari awal sampai petang?
(4) Kebaikan apakah yang dilakukan tuan tanah kepada mereka yang menganggur lalu dipanggil bekerja? Tidak ada perjanjian bayaran wajib 1 dinar, sebab ini kerjaan sambilan dan setengah hari.
(5) Hukum Musa mengijinkan pekerja bisa makan dari ladang dimana mereka kerja. Bayangkan kerugian tuan tanah dengan menambahkan pekerja yang hanya bekerja 1 jam. hasil mungkin tidak seberapa, tetapi ongkos dan makin banyak buah anggur yang dimakan para pekerja.
(6) Perhatikan bagaimana tuan tanah ini tidak tersinggung ketika kebaikannya malah dihina dan dipandang tidak adil. Injil Yesus adalah anugerah Allah. Bagaimana perumpamaan ini memperdalam pemahamanmu tentang kemurahan dan kebaikan Tuhan?

Rabu 16 October 2019
Nats: Matius 21:28-32 – Two Sons
(1) Perumpamaan Yesus ini begitu to the point. Pemimpin agama dan orang Farisi dari penampilan luarnya terlihat orang-orang yang taat beragama kepada Allah.
(2) Betapa mudahnya kita tertipu bicara soal kesalehan iman hanya melihat aspek-aspek kelihatan: rajin ke gereja dan baca Alkitab. Mengapa? Dalam hal apa anda berprilaku seperti seorang anak yang berkata iya kepada Tuhan, tetapi tidak melakukannya?
(3) Yesus berkata bahwa hidup dari pemungut cukai dan wanita berdosa adalah hidup yang melawan firman Allah, tetapi setelah mendengar berita Injil mereka bertobat. Adakah anda patah semangat jika bertemu dengan orang-orang yang melawan berita Injil?
(4) Yakobus 1:22 berkata hanya mendengar tetapi tidak mau melakukan, orang itu menipu diri. Apa artinya menipu diri?
(5) Bagaimana anda memahami arti pertobatan melalui hidup Zakheus, pemungut cukai yang bertobat?

Kamis 17 October 2019
Nats: Matius 21:33-46 – Tenants
(1) Perumpamaan ini bersifat Kristologis, bicara soal kesabaran Tuhan yang terus memanggil manusia bertobat.
(2) Di sini Yesus bercerita tentang tuan tanah yang membuat perkebunan anggur yang baru dan mencukupkan semua kebutuhan para pekerjanya. Sebuah kebun anggur baru adalah satu investasi jangka panjang, perlu tunggu 4 tahun baru ada hasil. Sekalipun tuan tanah belum dapat hasil apa-apa, para pekerja tetap mendapatkan pembayaran penuh. Para pekerja hanya perlu merawat dan mempertumbuhkan kebun anggur ini agar bisa menghasilkan di kemudian hari.
(3) Tetapi bagaimana sikap para pekerja ini sebagai balasan kebaikan yang mereka terima? Menurutmu, mengapa para pekerja ini justru bersikap hostile kepada tuan tanah ini? Bandingkan dengan Yesaya 5:1-7. Orang Israel sangat hafal syair lagu dari ayat-ayat ini.
(4) Bagaimana perumpamaan ini juga mengingatkan bahwa kita bukanlah owner dari semua milik kita sekarang ini? Bagaimana anda bisa menjadi seorang pekerja yang setia atas harta milik Tuhan dalam hidupmu?

Jumat 18 October 2019
Nats: Matius 22:1-14 – Wedding Banquet
(1) Undangan Injil digambarkan sebagai undangan ke perkawinan anak raja, yang adalah sebuah kehormatan besar. Kita hanya bisa terkaget bingung mengapa orang-orang menolak tawaran pengampunan dan berkat keselamatan yang begitu luar biasanya dari Tuhan.
(2) Pesta perjamuan yang begitu indah ini diberikan kepada orang-orang biasa dan gelandangan. Sebelum mereka masuk menikmati megahnya perjamuan ini, orang-orang ini bahkan diberikan pakaian indah. Namun ada orang yang justru menolak memakainya. Mengapa?
(3) Belum tentu manusia dilimpahkan begitu banyak kebaikan dan berkat membuat hati mereka berubah dan bersyukur dan memuliakan Tuhan.
(4) Perumpamaan ini juga bermakna Kristologis, yaitu jika seseorang tidak mau menanggalkan jubah lama dan mengenakan jubah baru, dia tidak akan bisa masuk dalam pesta perjamuan ini. Itulah lahir baru dan pertobatan beriman kepada Yesus.

Sabtu 19 October 2019
Nats: Matius 24:32-35 – Fig Tree
(1) Perumpamaan ini mengajarkan bahwa firman Yesus adalah benar dan harus didengar. Dan kita harus selalu percaya, sebab yang Yesus firmankan pasti terjadi.
(2) Kerajaan Allah seperti pohon ara yang terus bertunas dan akan berbuah sampai kesempurnaan yaitu Yesus datang kembali. Sepanjang itu, anak-anak Tuhan tidak terluput dari penderitaan dan bencana. Kita jangan kaget ataupun dikecewakan olehnya.
(3) Yesus meminta orang-orang beriman untuk selalu berjaga-jaga. Bacalah Roma 13:11,12. Hidup kita sekarang adalah periode berjaga-jaga. Bagaimana anda berjaga-jaga dalam imanmu kepada Yesus? Apa cirinya hidup iman yang mulai mengantuk dan tidak berjaga-jaga?
(4) Ambil waktu untuk berdoa dan merenungkan ketaatan dan kesetiaanmu kepada Yesus yang anda
akui sebagai Tuhan dan Juruselamat. Pujilah Tuhan dan muliakan Dia dalam tutur dan lakumu!