Renungan Minggu Ini

SURAT 1 KORINTUS
PROBLEM DAN PERSOALAN DALAM GEREJA

Senin 23 September 2019
Nats: 1 Korintus 1:1-17 – Corinthians, We have Problems!
(1) Hidup bergereja pastilah banyak persoalan. Persoalan terbesar bukan karena ada persoalan, tetapi reaksi yang sinful dan ungodly approach atas persoalan yang menjadikan persoalan membesar.
(2) Paulus mengucap syukur bahwa jemaat Korintus telah jadi milik Kristus. Telitilah ayat 4-9, apa artinya menjadi orang Kristen? Apa fondasi kokoh bagi keselamatan orang percaya?
(3) Apa persoalan pertama jemaat ini yang ditegur oleh rasul Paulus (ayat 10-11)?
(4) Apa alasan orang begitu tertarik mengidolakan seseorang dan menganggap semua yang lain yang berbeda berarti bukan teman?
(5) Apa prinsip dan sikap diri Paulus untuk mencegah dirinya dijadikan sebagai idola (ayat 14-17)?
(6) Ayat 17 ini penting sekali bahwa pelayanan berarti mengabarkan Kristus dan bukan mengumpulkan pengikut.

Selasa 24 September 2019
Nats: 1 Korintus 1:18-31 – Kesombongan Pamer Keberhasilan
(1) Persoalan kedua dari jemaat Korintus adalah sombong dan suka pamer keberhasilan yang disertai perendahan kepada orang-orang lain.
(2) Apa artinya pemberitaan Injil adalah sebuah kebodohan?
(3) Mengabarkan Injil tidak boleh membodohi orang, itu sebab kita memberi penjelasan yang benar dan sebaik mungkin.
(4) Melayani tidak boleh membodohi diri, itu sebab harus belajar, mencerna, dan persiapkan diri dengan sungguh.
(5) Mengapa hanya Injil Yesus yang menyelamatkan dan bukan kehebatan intelektual seseorang?
(6) Kita bermegah dalam Tuhan, sebab bukan kehebatan diri tetapi kuasa Tuhan yang mengubah hati orang menjadi percaya Kristus.

Rabu 25 September 2019
Nats: 1 Korintus 2:1-16 – Kristus adalah Pusat Hikmat
(1) Banyak orang berpikir Kekristenan itu bagi orang yang bodoh dan tidak scientific. Celakanya, pasal ini juga disalah-tafsir dan dipakai oleh banyak orang Kristen untuk tidak mau belajar dan mengetahui hal-hal pengetahuan lainnya.
(2) Kristus bukan menghancurkan akal manusia, tetapi menurunkannya dari tahta kehebatan satu-satunya.
(3) Bagaimanakah pikiran dan hati seseorang bisa terbuka dan takluk kepada kebenaran Kristus?
(4) Bagaimanakah pasal ini menjadi kekuatan bagimu jika orang-orang masih menolak kesaksian Injilmu?
(5) Ketidak-percayaan bukan karena kurang penjelasan intelektual, tetapi persoalan pemberontakan hati yang berdosa.

Kamis 26 September 2019
Nats: 1 Korintus 14:1-19 – Apa itu Karunia Bahasa Lidah?
(1) Mari kita teliti bagian per bagian dari ayat-ayat ini. Ayat 1, jelas bahwa Paulus ingin jemaat semua memiliki karunia nubuat [prophesy]. Mengapa? Telitilah ayat 1-5.
(2) Paulus membandingkan bahasa lidah dengan prophesy karena kedua karunia ini menyampaikan berita firman Allah yang menguatkan jemaat.
(3) Perbedaannya adalah bahasa lidah adalah bahasa yang tidak bisa dimengerti. Apakah “tidak bisa dimengerti” ini bisa kita rujuk sebagai karunia rohani bagi seseorang pada saat tertentu bisa berbicara satu bahasa asing? Atau ucapan yang keluar begitu saja dari mulut seseorang?
(4) Jika bahasa lidah ini harus diterjemahkan, maka lebih masuk akal ini sebagai bahasa asing. Sebab isinya ada makna dan penerjemahannya ada aspek obyektifnya dapat dimengerti oleh seseorang yang bisa menerjemahkan.

Jumat 27 September 2019
Nats: 1 Korintus 14:20-40 – Ibadah yang Cerdas Membangun
(1) Banyak orang ambil kesempatan berbicara bahasa lidah dari seorang ke orang lain. Tetapi karena tidak bisa dimengerti, maka apa akibatnya bagi suasana perkumpulan ibadah jemaat ini?
(2) Apa prinsip guideline Paulus bagi ibadah di jemaat Korintus?
(3) Perhatikan ayat 37-38, ini adalah prinsip penaklukan dari semua khotbah dan pengajaran tunduk kepada otoritas pengajaran Alkitab.
(4) Ibadah itu harus bermakna dan berkuasa. Bagaimana anda terapkan prinsip ini dalam hidup ibadahmu?

Sabtu 28 September 2019
Nats: 1 Korintus 16:1-24 – Ambil Bagianmu bagi Pelayanan
(1) Ayat 1-4, apa dorongan Paulus kepada jemaat Korintus? Bagaimana sikap dan cara mereka dalam berbagian bagi pelayanan finansial?
(2) Ayat 5-11, Paulus juga mengajak jemaat bertanggung jawab bagi dukungan hidup dan biaya pelayanan setiap pelayan Tuhan.
(3) Bagaimana bagian ini mengajar anda bersikap kepada setiap mereka yang melayani Tuhan?
(4) Bagaimana anda dapat mendukung dalam doa dan dana bagi setiap pelayan Tuhan di gereja dan di ladang misi?