Renungan Minggu Ini

YESUS DAN MURID-MURIDNYA [4]
KEWAJIBAN SEBAGAI MURID-MURID YESUS
Lukas 17-18

Senin 02 September 2019
Nats: Lukas 17: 1 – 10 – Tanggung Jawab dan Kewajiban Jadi Murid
(1) Yesus peringatkan agar murid Tuhan tidak jadi sandungan untuk orang mengenal Kristus. Coba pikirkan skandal batu sandungan seperti apa yang lebih baik orang-orang seperti itu segera mati saja?
(2) Ayat 3b-4, ada kewajiban menolong orang dari kejatuhan dan memberi pengampunan. Kerohanian sejati ‘attract’ orang dan bukan jadi ‘stumbling blocks.’
(3) Reaksi “tambahkan iman” berarti kewajiban ini ‘almost impossible.’ Adakah reaksi kita juga seperti ini? Dimana kelemahan kita ada sehingga merasa enggan taat sepenuhnya? Apa arti memiliki hati sebagai hamba?

Selasa 03 September 2019
Nats: Lukas 17: 11 – 19 – Dimana Rasa Syukurmu?
(1) Apa saja yang membuat banyak orang, tidak terkecuali kita, bersungut-sungut dan kehilangan rasa syukur?
(2) Kita mungkin geleng-geleng kepala, “Koq bisa ya, sembilan orang yang sudah disembuhkan itu
tidak balik bersyukur.” Tetapi ini fakta.
(3) Mengapa ke sembilan orang ini tidak kembali kepada Yesus? Dan mengapa orang Samaria ini balik dan bersyukur?
(4) Bahaya sekali jikalau ketika kita senang dan bahagia atas berkat yang datang namun tidak menjadikan Allah sebagai pusat dari syukur kita.

Rabu 04 September 2019
Nats: Lukas 17: 20 – 37 – Kerajaan Allah: Already and Not Yet
(1) Konsep umum dari orang-orang Yahudi dan Farisi bahwa kerajaan Allah berarti diteguhkan kembali monarki keturunan raja Daud secara fisik: ada raja dan pemerintahan di Israel. Mereka tidak lihat bahwa kerajaan itu sudah datang dalam Kristus melalui mujizat dan pengajaran-Nya, khususnya melalui kematian dan kebangkitan-Nya.
(2) Tetapi kerajaan itu akan datang finalnya kelak pada kedatangan Yesus yang kedua kali.
(3) Hidup dalam era: ‘already and not yet,’ apa tantangan yang dialami oleh semua orang yang menjadi murid Yesus?
(4) Dan bagaimanakah sikap dunia kepada Yesus?

Kamis 05 September 2019
Nats: Lukas 18: 1 – 8 – Bagaimana Hidup Dalam Penantian
(1) Baca juga 2 Korintus 5:6-10 dan Kolose 3:1-4, kita menemukan betapa tidak mudah hidup di tengah penantian kemuliaan kedatangan Kristus namun di tengah kesulitan hidup.
(2) Baca juga 2 Petrus 3:3-4, ada olok-olok dan tertawaan yang diberi kepada hidup beriman orang Kristen. Apakah tantangan ini semua bisa mengecilkan iman anda?
(3) Yesus mengajar agar kita semua tidak pernah boleh menyerah. Melalui perumpamaan ini, pelajaran apa yang Yesus berikan tentang: siapakah Allah kita? Dan bagaimana hidup doa kita seharusnya?

Jumat 06 September 2019
Nats: Lukas 18: 9 – 14 – Adakah Anda Berpikir “Good Enough”?
(1) Bagaimana anda berpikir tentang diri anda? Hidup religious yang nampaknya disiplin dan penuh persistent, termasuk dalam kehidupan doa yang rutin dan khusuk, justru dapat menciptakan persepsi yang keliru mengenai siapa kita.
(2) Menurut anda, orang Farisi ini semakin giat ibadah dan doa, justru menjadikan bagaimana ia memandang dirinya di hadapan Allah?
(3) Pemungut cukai tentu tidak akan pernah berpikir bahwa dirinya “good enough.” Tetapi tidak demikian dengan orang-orang yang rajin ibadah.
(4) Bagaimanakah anda memandang diri di hadapan Allah?

Sabtu 07 September 2019
Nats: Lukas 18: 15 – 30 – Masuk Dalam Kekayaan-Nya: Only by Grace
(1) Arogansi rohani, kehilangan syukur, dan “menghina” rohani orang lain: semua ini timbul karena melihat diri “good enough.”
(2) Kisah hidup anak muda kaya ini menjadi cermin apa artinya melakukan kehidupan rohani tidak berpusat pada Tuhan, tetapi demi dipandang “good enough.”
(3) Baca dan renungkan lagi Efesus 2:8,9. Dalam hal apa kita harus terus-menerus melihat hidup kita sebagai orang-orang percaya adalah anugerah semata-mata? Bagaimana kita membuktikan bahwa hidup Kristen kita adalah hanya anugerah?