Renungan Minggu Ini

YESUS DAN MURID-MURIDNYA [3]
ARTI MENJADI MURID
Lukas 13-16

Senin 26 August 2019
Nats: Lukas 13: 22 – 35 – Ikut Kristus adalah Pintu yang Sempit
(1) Orang-orang Yahudi sudah ‘take it for granted’ bahwa sebagai umat pilihan Allah, otomatis masuk Kerajaan Allah lewat pintu gerbang bertabur batu-batu mulia, demikian ajaran dalam Mishnah orang Farisi.
(2) Lukisan pintu yang sempit, masuk dengan derita dan tangisan air mata Yesus bagi keselamatan Yerusalem mengacu kepada pertobatan dan relasi dengan Tuhan. Keselamatan bukanlah hak khusus karena terlahir sebagai orang Yahudi.
(3) Orang Farisi mau menakuti Yesus agar tidak ke Yerusalem. Yesus telah meneguhkan hati untuk mati bagi dosa-dosa kita. Ia memilih jalan yang sempit. Bagaimana anda merefleksikan lagi anugerah keselamatan-Nya?

Selasa 27 August 2019
Nats: Lukas 14: 1 – 24 – Jebakan dalam “Menghormati” Kristus
(1) Jamuan makan yang seolah-olah menghormati Tuhan Yesus adalah sebuah jebakan: pilih rumah orang Farisi yang penting, pada hari Sabat, dan bagaimana bisa ada orang sakit bisa hadir. Berhati-hatilah, ada orang kelihatan berbuat baik dan menghormati kita dengan tujuan menjebak.
(2) Yesus tetap “do the right things”: menyembuhkan orang yang membutuhkan. Tidak perlu takut untuk melakukan apa yang benar dan baik.
(3) Sekaligus Yesus melayani dengan memberi peringatan agar orang-orang yang sombong dalam pesta ini bisa belajar bertobat dan merendahkan diri.
(4) Perhatikan prinsip dari jamuan makan Tuhan: hak siapa yang mengundang? Adakah yang diundang punya status dan hak diundang? Tidak. Hanya pertobatan kerendahan hati mengaku ketidak-layakan menjadi responnya.

Rabu 28 August 2019
Nats: Lukas 14: 25 – 35 – Harga yang Harus Dibayar Ikut Kristus
(1) Perjalanan Yesus menuju Yerusalem, itu sebab Dia berpaling kepada banyak orang yang mengikuti-Nya. Ikut Kristus ada harga: menyangkal diri, derita, berani bersaksi walau dibunuh. Dan bukan sekedar ikut-ikutan: ngefans Yesus.
(2) Apa kalkulasi harga yang harus dibayar dalam mengikuti Yesus?
(3) Apakah tes dan bukti konkrit bagi sebuah pemuridan yang disebutkan Yesus di sini?
(4) Adakah komitmen anda: rela bayar harga pemuridan? Jika ya, dalam hal apa?

Kamis 29 August 2019
Nats: Lukas 15: 1 – 32 – Sukacita yang Tak Terlukiskan Ikut Kristus
(1) Pemungut cukai mewakili kekerasan, kejahatan, dan keserakahan. Orang berdosa mewakili asusila dan amoral. Merekalah kelompok terhilang yang dicari Tuhan Yesus sebagai gembala yang sejati.
(2) Bandingkan: teguran Tuhan kepada gembala palsu di Yehezkiel 34: 1 – 12.
(3) Coba renungkan lagi: mengapa anak bungsu yang terhilang bisa kembali? Dan mengapa anak yang sulung terhilang? Bagaimana senantiasa memiliki sukacita sejati karena ikut Kristus?

Jumat 30 August 2019
Nats: Lukas 16: 1 – 15 – Buang Ketidak-jujuran dalam Ikut Kristus `
(1) Berita perumpamaan ini jelas: bagi seorang manager yang tidak jujur dalam mengelola uang tuannya bagi keuntungan diri harus dipecat.
(2) Tindakan manager ini adalah segera memangkas keuntungan diri yang ia dapat dengan menjadikannya sebagai jasa terima kasih kepada para pengutang.
(3) Ada 2 pelajaran penting diberi Yesus di sini: a) Pakailah uang yang sementara untuk mengejar nilai kekal. b) Pupuklah trustworthy dari hal kecil.

Sabtu 31 August 2019
Nats: Lukas 16: 19 – 31 – Kekayaan Sejati Dalam Ikut Kristus
(1) Perikop di atas bicara soal penggunaan materi yang proper, sedangkan di sini bicara soal penyalah-gunaan materi.
(2) Lihat 1 Yohanes 3:7. Apa ciri-ciri dari abusif materi yang dilakukan orang kaya ini? Orang kaya ini mengenal Abraham, berarti dia bukan atheis, tetapi beragama.
(3) Adakah kita percaya firman-Nya? Dan apakah iman percaya kita ini memberi efek bagaimana kita memakai kekayaan kita? Betapa pentingnya mendengar dan melakukan firman-Nya (ay 31).