Renungan Minggu Ini

SERI KITAB YEREMIA
TANGISAN SEORANG HAMBA ALLAH
[pasal 39-52]

Senin 22 July 2019
Nats: Yeremia 39:1-18 – Ketika Peringatan Allah menjadi Kenyataan
(1) Keruntuhan Yerusalem adalah peristiwa penting membuktikan penghukuman Tuhan yang berulangkali dinubuatkan nabi-nabiNya adalah benar adanya.
(2) Yeremia telah nubuatkan Tuhan akan menghukum kedegilan dosa raja Zedekia (Yeremia 12:13) dan sekarang terbukti, matanya dibutakan.
(3) Tuhan juga ingatkan akan penghukuman terakhirNya ketika Yesus datang kembali. Tetapi 2 Petrus 3:3-4 menyatakan bagaimana banyak orang juga sinis dan mentertawakan akan peringatan ini.
(4) Apa yang firman Tuhan selalu peringatkan apa yang akan terjadi jika Yesus datang kembali?
(5) Siapa saja yang terluput dari penghukuman raja Babel? Apa yang anda pelajari dari peristiwa Tuhan memakai raja Babel untuk melindungi nyawa Yeremia?
(6) Ebed-Melekh menyelamatkan Yeremia (38:7-13), sebagai budak yang mempertaruhkan nyawanya sendiri. Apa yang anda pelajari dari karakter Ebed-Melekh ini? Dan bagaimana upahnya dari Tuhan? (Yeremia 15-18) Tuhan tidak pernah melupakan orang-orang yang setia membela Tuhan dan hamba Tuhan.

Selasa 23 July 2019
Nats: Yeremia 40:1 – 41:18 – Tuhan memelihara Umat Tersisa yang Setia
(1) Pasal 40 dan 41 ini adalah sebuah pelajaran tentang Allah memiliki satu kelompok kecil yang tersisa, namun yang setia pada firman-Nya.
(2) God will preserve a remnant. Dari tunggul hangus akan tumbuh tunas baru. Bagaimana anda melihat cara kerja Tuhan Allah seperti ini?
(3) Mengapa kita mudah sekali bersandar pada fasilitas, kehebatan, kekayaan, dan orang hebat barulah kita yakin bisa sukses melayani?
(4) Serangan kerajaan Babel dari luar telah selesai, tetapi justru pertikaian dan perebutan kekuasaan internal yang makin melumpuhkan umat yang tersisa ini.
(5) Apa yang anda belajar dari kisah tragis ini tentang siapakan teman yang baik? Bagaimanakah sikapmu jika orang tersebut telah anda tolong dan jamu malah menjadi pengkhianat dan pembunuhmu?

Rabu 24 July 2019
Nats: Yeremia 42:1 – 43:13 – Apakah Sukses dan Lancar Selalu adalah Jawaban Doa?
(1) Umat yang tersisa yang dalam ketakutan dan kesulitan ini sudah ambil langkah benar yaitu meminta dengan belas kasih dalam doa.
(2) Tetapi perhatikanlah kesalahan mereka tentang doa. Mereka meminta Yeremia berdoa dengan
kalimat ini,”Berdoalah kepada Tuhan Allahmu” (Yeremia 42:2). Adakah mereka tidak memilki relasi yang dekat dengan Tuhan untuk memanggilnya Tuhan Allah kami?
(3) Kesalahan kedua dalam doa yang mereka inginkan adalah mereka sudah punya jawaban dan inginkan Tuhan menjawab sesuai dengan apa yang sudah diinginkan mereka.
(4) Dan apakah yang mereka lakukan jika jawaban doa dari Tuhan tidak sesuai dengan yang mereka inginkan?
(5) Adakah anda melihat teguran, disiplin, dan kesulitan yang sedang anda alami adalah jawaban doa bagimu untuk anda jalani dan bukannya lari darinya? Mengapa kita suka tergoda berpikir sukses dan lancar adalah jawaban doa dari Tuhan?

Kamis 25 July 2019
Nats: Yeremia 44:1-30 – Some People Never Learn
(1) Yeremia 44 adalah pasal terakhir yang mencatat ucapan nabi Yeremia. Sebab dari pasal 45 sampai 51 adalah bagian yang mengulang kembali nubuat-nubuat yang pernah nabi Yeremia sampaikan.
(2) Nabi Yeremia melayani 40 tahun dan dia menderita sebagai nabi yang menangis. Dia diabaikan, ditolak, dipermalukan dan dipenjarakan. Bagaimana anda melihat pelayanan Yeremia ini dan jika anda melihat pelayanan yang mirip seperti ini di masa sekarang?
(3) Yeremia 44:2-14, bagaimana Yeremia ingatkan agar umat yang tersisa tidak lupa bahwa semua yang mereka alami karena kedegilan dan pemberontakan dosa mereka walau sudah diperingatkan terus-menerus.
(4) Jika mereka tidak belajar darinya, tanpa pertobatan dan penyesalan, maka percuma semua penderitaan yang mereka jalani. Penderitaan ini tidak mengajarkan hdup yang taat dan rendah hati.
(5) Penyembahan berhala adalah sumber utama kehancuran hidup. Hati kita adalah pabrik pembuat berhala. Adakah berhala pengganti Alah dari hidupmu saat ini? Mari koreksi hati dengan sungguh!

Jumat 26 July 2019
Nats: Yeremia 45:1-5 – Lakukanlah Perkara Kecil dengan Setia
(1) Yeremia 45 ini adalah surat Yeremia kepada sekretarisnya, Barukh. Barukh telah melayani dengan penuh pengorbanan dan resiko nyawa terancam, dan ada saatnya dia juga lemah menjadi bingung, kecewa, dan mengeluh kepada Tuhan.
(2) Baruch was discouraged, disheartened, and disillusioned. Adakah anda pernah mengalami kondisi hati seperti ini? Menurutmu apa penyebabnya?
(3) Apa yang dialami oleh Barukh adalah hal yang kita juga sudah, sedang dan akan alami. Yang terpenting adalah sebuah perspektif rohani yang benar untuk menilai segala peristiwa menyedihkan yang terjadi ini. Apa yang Barukh lakukan adalah membesar-besarkan dan menganggap diri telah berkorban yang terbesar.
(4) Demikianlah jawab Tuhan, “Should you then seek great things for yourself? Seek them not!” (Yeremia 45:5a). Adakah anda tergoda seperti ini juga? Godaan mau jadi terbesar dan terhebat.
(5) Tuhan itu dimuliakan ketika kita lakukan hal yang terkecil bhkan tidak dipuji orang demi untuk kemuliaan-Nya, maka ini adalah hal yang besar. Renungkanlah arti “menyangkal diri” bagimu?

Sabtu 27 July 2019
Nats: Yeremia 52:1-34 – Hopeful Ending
(1) Berulang-ulang kali Tuhan melalui nabi-nabiNya memperingatkan bangsa Israel dalam periode waktu yang panjang agar mereka bertobat dari dosa dan hanya Tuhan yang disembah bukan berhala lain. Inilah bukti kasih dan panjang sabar dari Tuhan Allah.
(2) Tetapi akhirnya tibalah penghukuman final kepada umat Israel melalui kehancuran Bait Allah dan
runtuhnya Yerusalem. Kesimpulan kitab Yeremia bahwa semua ini terjadi adalah mereka menanggung murka Tuhan Allah (Yeremia 52:3a)
(3) Tidak ada lagi gedung ibadah Bait Allah dan segala upacara ibadahnya, maka bagaimanakah mereka tetap bisa beribadah? Maka apa esensi ibadah yang sejati yang umat Tuhan belajar di sini?
(4) Jumlah umat Yahudi yang di pembuangan adalah 4600 orang saja, betapa kecil dibandingkan waktu mereka menjadi satu bangsa. Tetapi kitab Yeremia diakhiri dengan adanya raja keturunan Daud, bahwa janji Mesias dari keturunan Daud akan tergenapi.