Renungan Minggu Ini

SURAT 2 KORINTUS [2]
HIDUP ITU BERAT, TETAPI ALLAH ITU HEBAT
[Pasal 5 – 11]

Senin 24 June 2019
Nats: 2 Korintus 5:11 – 6:13 – Duta Injil Kristus
(1) Dalam perikop ini, Paulus perlu membela tentang dirinya dan pelayanannya. Apakah tuduhan yang sedang diberikan penentangnya (5:11-13)?
(2) Bagaimana Paulus mengungkapkan tentang motif yang sejati dan tujuan dari pelayanannya (5:11-14)?
(3) Paulus menyebutkan inti dari pelayanan Injil adalah pendamaian (reconciliation). Apa artinya diperdamaikan dengan Allah? Bagaimana caranya?
(4) Mengapa ada orang yang membenci pelayanan pendamaian Paulus ini?
(5) Bagaimana anda dapat menjadi duta Injil Kristus? Adakah sikap kita dalam pelayanan justru menjadi penghalang bagi berita pendamaian Allah ini?
(6) Apa responmu agar kita tidak menjadikan anugerah Yesus menjadi sia-sia (6:1)?

Selasa 25 June 2019
Nats: 2 Korintus 6:14 – 7:16 – Kedukaan yang Menyehatkan
(1) Beberapa jemaat Korintus bersikap menutup-nutupi skandal yang terjadi dan tidak menegur hal itu sebagai dosa.
(2) Hubungan relasi dengan orang bukan Kristen seperti apa yang terjadi di jemaat Korintus? Dan persoalan relasi seksual apakah yang terjadi di jemaat ini?
(3) Pasal 7:1-4 adalah bagian yang penting mengajarkan kita bagaimana menegur dan menerima teguran dengan benar?
(4) Berduka menerima teguran dan bertobat dari dosa dan kesalahan adalah sebuah kedukaan yang menyehatkan.
(5) Apa hasil dari sebuah pertobatan (lihat 7:10-11)? Adakah bagian dari hidupmu memerlukan teguran dan pertobatan agar menyehatkanmu? Buka hatimu kepada firman Tuhan saat ini!

Rabu 26 June 2019
Nats: 2 Korintus 8:1 – 9:15 – Kita Butuh untuk Memberi
(1) Banyak orang butuh untuk terus diberi dan menerima, namun jarang melihat bahwa mereka juga butuh untuk memberi.
(2) Memberi hendaknya dengan kerelaan, tetapi diplesetkan menjadi memberi dengan sesuka-sukanya. Memberi bukanlah soal kegerakan emosional, tetapi sebuah disiplin yang dibiasakan.
(3) Dalam hal bagaimanakah jemaat Makedonia menjadi panutan jemaat yang memberi (8:1-5)?
(4) Paulus enggan memakai kata “uang,” tetapi ia memakai kata-kata: berbagi, pelayanan, persembahan, hadiah, dan kasih karunia. Apa arti dari kata-kata ini mengajarkan anda tentang sifat hakiki dari memberi persembahan uang?
(5) Bagaimanakah caranya Paulus bersikap agar terhindar dari tuduhan dia tidak jujur atau mencari kepentingan sendiri berkaitan dengan persembahan uang (8:16-24)?

Kamis 27 June 2019
Nats: 2 Korintus 10 – Spiritual Warfare
(1) Sampai pada pasal 9, Paulus telah melihat kondisi rohani jemaat Korintus semakin membaik dan relasi Paulus dengan jemaat mulai pulih dan positif. Kemudian situasi cepat berubah ketika munculnya pengajar-pengajar “super rasul” di tengah jemaat.
(2) Paulus bersikap keras dengan pengajar-pengajar ini, sehingga pasal 10 lebih merupakan peperangan rohani agar jemaat Korintus tidak terseret kepada ajaran yang tidak sehat dan palsu.
(3) Mengapa sebagian jemaat Korintus merasa pengajar super rasul yang datang ini lebih hebat dari rasul Paulus? Apa “kekurangan” Paulus jika dibanding dengan mereka?
(4) Bagaimana cara Paulus melawan pengajar-pengajar ini (10:4-6)?
(5) Adakah anda mudah tergoda untuk berbangga mengukur hidup hebat dan sukses dengan ukuran duniawi?

Jumat 28 June 2019
Nats: 2 Korintus 11 – Menjadi Selebriti dalam Pelayanan
(1) Bagaimanakah sikap para super rasul ini dalam melayani jemaat Korintus dibandingkan dengan sikap Paulus (ay. 1-6)? Apa berbedaannya?
(2) Apakah artinya “dipertunangkan” dengan Kristus adalah sebuah gambaran bagi pelayanan kita sebagai hamba Kristus (ay 2-3)? Siapakah pemilik pelayanan kita yang sesungguhnya?
(3) Mengapakah keputusan pelayanan Paulus kepada jemaat Korintus sebagai “free of charge” adalah penting untuk dia membela pelayanannya (ay. 7-12)?
(4) Topeng kepalsuan apa saja yang dipakai para super rasul ini yang dibongkar rasul Paulus dalam pasal 10-11 ini?
(5) Apa ciri seorang pendeta yang sehat? Apa ciri juga dari seorang pengikut dan jemaat yang sehat?

Sabtu 29 June 2019
Nats: Mazmur 13 – A Prayer of Self-Doubt
(1) “Mengapa Tuhan, Engkau membiarkan peristiwa ini terjadi? Apakah ini salahku? Adakah imanku lemah?” Demikianlah pertanyaan yang pedih muncul dari keraguan dan pergumulan anak Tuhan terhadap relasinya dengan Tuhan dan kesetiaannya.
(2) Kapankah anda pernah bergumul dengan keraguan? Adakah anda berdoa dan berbicara terbuka dan jujur dengan Tuhan? Mengapa?
(3) Pemazmur memulai dengan dua pertanyaan sebagai cetusan keraguannya kepada Tuhan. Apa yang jadi keprihatinannya?
(4) Apakah akibat kepada diri pemazmur yang disebabkan oleh keraguan imannya kepada Tuhan ini?
(5) Diakhir dari mazmur ini, pemazmur menyatakan berserah kepada Tuhan. Bagaimanakah bisa sekaligus ada keraguan dan bersandar kepada Tuhan pada saat yang sama?