In Christ Alone

Pengkhotbah: Pdt. Radjali Ramli MDiv.
Tema: In Christ Alone
Nats: Efesus 2:1-10

Surat Paulus kepada jemaat di Efesus adalah satu surat penggembalaan yang sangat indah kepada gereja Tuhan dan menjadi satu surat yang begitu memberkati bagi banyak orang yang membacanya. Dalam surat ini Paulus membawa kita masuk ke dalam kekekalan dan mengetahui rahasia kehendak Allah yang kekal itu di dalam keberadaan kita di dalam dunia ini; melihat bagaimana Tuhan mencipta ulang kita dari keberadaan kita yang sudah mati di dalam dosa dan bagaimana dosa itu menggerogoti kita perlahan tetapi pasti dan kita kemudian membusuk dan berakhir di dalam api neraka yang menyala-nyala, namun Tuhan selamatkan kita dan Tuhan jadikan kita menjadi masterpiece Dia, His workmanship atau buatan tanganNya. Untuk apa? Untuk melakukan pekerjaan baik ini sudah direncanakan Allah di dalam kekekalan. Jadi sebelum engkau dan saya ada, sebelum engkau dan saya diselamatkan, ada rencana Allah yang baik, ada rancangan damai sejahtera, hari depan yang penuh dengan sukacita itu sudah dipersiapkan bagimu dan saya, yang sekarang Tuhan mau engkau dan saya hidup di dalamnya. Puji Tuhan! Kita dimungkinkan dan dimampukan untuk mengerti rencana Allah yang kekal itu yang ada di dalam diriNya Allah karena Tuhan Allah membongkarnya bagi kita melalui firmanNya. Dan semua ini menjadi satu pengertian yang begitu indah untuk kita menjadi orang-orang Kristen yang dengan penuh ucapan syukur dan pada saat yang sama dengan penuh sukacita menjalani panggilan kita. Yeremia 29:11 adalah satu janji Tuhan yang begitu indah, Tuhan Allah berkata kepada umat perjanjianNya, “Aku merancangkan rancangan damai sejahtera kepadamu dan bukan rancangan kecelakaan, dan untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Kalimat-kalimat di dalam kitab suci di dalam Perjanjian Lama yang Tuhan janjikan kepada umatNya seluruhnya itu menjadi ya dan amin pada waktu Yesus Kristus meminum cawan darah Perjanjian Baru yang dimateraikan oleh darahNya.

Memulai pasal 2 surat Efesus ini Paulus membawa kita menyadari keberadaan kita dahulu sebelum kita berada di dalam Kristus. Paulus mau kita mengerti siapa kita, natur kita, sebelum kita dibawa oleh Paulus untuk melihat apa yang Tuhan persiapkan bagi kita waktu Dia menyelamatkan kita dan memanggil kita untuk pekerjaanNya yang baik. Paulus mengatakan, “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu” (Efesus 2:1). Inilah statusmu dan statusku. Kita dahulu sudah mati karena dosa. Mati berarti tidak bisa berespon, tanpa daya, tidak bisa apa-apa. Kita semua dahulu mati secara rohani, kita tidak bisa memiliki relasi yang hidup dengan Tuhan Allah yang hidup. Bukan saja demikian, cara hidup kita adalah hidup yang mengikuti jalan dunia ini. Bahkan Paulus katakan, kamu menaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Oh, alangkah menakutkannya! Siapa yang bisa menyadari bahwa manusia yang mati rohaninya, secara natur dia mati di dalam pelanggaran dan dosa-dosanya, saat yang sama waktu dia hidup dalam dunia ini dia menaati yang namanya penguasa kerajaan angkasa ataupun segala macam kuasa kegelapan yang di atasnya itu adalah Setan sendiri.

Bahkan Paulus katakan, “Sebenarnya kami semua juga terhitung di antara mereka ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain” (Filipi 2:3). Ini adalah natur manusia yang mati rohani, manusia yang di dalam pelanggaran dan dosa-dosanya hidup dalam hawa nafsu daging, menuruti kehendak daging dan pikiran yang jahat, mengikuti hawa nafsu kedagingan. Semua ini Paulus bukakan kepada kita. Kita semua dahulu itu adalah layak dimurkai oleh Tuhan Allah. Tidak ada sesuatu yang baik yang kita kerjakan menurut penghakiman daripada firman Tuhan kepadamu dan kepada saya. Tidak ada. Semua yang kita pikir adalah pekerjaan baik yang kita kerjakan tidak di dalam iman menurut standar Tuhan, waktu kita semua berada dalam natur kita yang berdosa, status kita yang mati rohani dan cara hidup kita yang sia-sia itu, kita layak dimurkai oleh Tuhan Allah. Tetapi dalam kondisi yang seperti inilah kasih Allah tidak bersyarat itu dicurahkan dan dilimpahkanNya kepadamu dan kepada saya. Paulus berkata, “Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasihNya yang besar yang dilimpahkanNya kepada kita telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus” (Efesus 2:4-5a). Pada waktu Tuhan Allah menyelamatkan engkau, bukan karena siapa engkau dan saya, bukan, tetapi karena dirinya Allah sendiri, karena kasihnya Allah yang begitu limpah itu Allah menyelamatkan engkau dan saya. Mari kita betul-betul minta Tuhan memberikan kepada kita hati untuk bisa memahami Allah yang begitu mengasihi kita. Kita layak dimurkai; kita seharusnya berakhir di neraka, di penghakiman yang kekal. Tetapi di tengah-tengah perjalanan menuju ke situ, Allah yang kaya dengan rahmat dengan kasihNya yang kekal itu, yang dilimpahkanNya kepada kita telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita, oleh kasih karunia kamu diselamatkan. Allah pada waktu menyatakan kasihNya kepada kita, yang Ia kerjakan adalah menghidupkan engkau, dari mati rohani di dalam dosa, statusmu, naturmu, cara hidupmu, semua yang sia-sia itu dan berujung di dalam maut itu, waktu kita tidak bisa respon kepada Tuhan Allah dan sedang berjalan menuju kepada kematian, sekarang Tuhan Allah menghidupkan engkau. Kuasa Allah yang dahsyat itu menghidupkan engkau dan saya. Dari mati rohani kemudian kita bisa mendengar firman Tuhan yang hidup itu dan berespon kepada Tuhan. Kuasa Allah memampukan kita untuk keluar dari hidup yang sia-sia dan dari cengkeraman kuasa kegelapan yang mencengkeram kita dan Tuhan Allah memimpin kita untuk kita mengikut Dia dan percaya kepada Dia. Itu sebab Paulus mengatakan di dalam ayat 5b, “Oleh kasih karunia kamu diselamatkan.” Kita tidak melakukan apapun di dalam keselamatan kita. Tuhan yang aktif, Tuhan yang menghidupkan engkau dan saya. Tuhan memberikan kekuatan kepada kita untuk kita menanggapi Tuhan, untuk kita berespon kepada Dia. Ini semua adalah hal yang Tuhan kerjakan di dalam hidupmu dan hidup saya. Maka Paulus selalu mengatakan terpujilah Allah, terpujilah Allah, terpujilah Allah!

Paulus membawa engkau melihat statusmu dan saya yang sekarang ada di dalam dunia ini sudah secured, sudah aman sentosa dan Tuhan Allah sudah memastikan engkau dan saya yang beriman dan percaya kepada Tuhan Yesus yang telah mati dan bangkit itu, engkau dan saya sudah memiliki status dan keberadaan di dalam kekekalan meskipun engkau dan saya masih ada di dalam dunia yang gelap dan bengkok ini. Meskipun engkau dan saya pada waktu mengikut Tuhan terkadang di dalam kebodohan kita, kita melakukan perbuatan yang mendukakan hati Tuhan; meskipun waktu kita berada dalam dunia ini kita masih bisa jatuh ke dalam dosa dan pencobaan tetapi semua itu tidak akan merubah kasih Allah kepadamu dan kepada saya dan Dia akan mendisiplin engkau untuk membuat engkau semakin serupa dengan AnakNya. Ini semua adalah hal yang besar sekali karena di dalam kesementaraan kita di dalam dunia ini Tuhan Allah bongkar bahwa engkau dan saya ini sudah ada tempatnya bersama dengan Tuhan Allah, bersama dengan Kristus di surga, di dalam kekekalan. “Dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan kita tempat bersama-sama dengan Dia di surga” (Efesus 2:6). Terjemahan bahasa Inggris itu lebih teliti dengan memakai bentuk Past Tense, berarti semua ini sudah terjadi, “And raised us up together with Him and seated us with Him in the heavenly places in Christ Jesus.” Inilah keagungan dari kebenaran firman Tuhan. Jadi kita tidak perlu menduga-duga kalau saya nanti mati, bagaimana, kalau kita betul-betul memahami janji Tuhan dan betul-betul kita kembali kepada perkataan Tuhan, yang ada di dalam kitab suci dan apa yang terjadi pada dirimu dan diri saya. Tuhan Allah berkata, I’ve already raised you up together with Him and seated you with Him in the heavenly places in Christ Jesus. Statusmu dan saya sudah ada di dalam kekekalan dan Tuhan Allah memberikan hidup yang kekal kepadamu, explicitly di ayat ini. Kenapa? Karena kita ada di dalam Kristus. In Christ alone. Kita bersatu dalam Dia. Biarlah kebenaran ini menjadi satu kebenaran yang memerdekakan kita dari semua ketakutan-ketakutan apapun di dalam dunia ini, termasuk ketakutan akan kematian. Kematian itu adalah satu proses dimana kita akan bertemu kembali dengan Tuhan, menghantar kita untuk menggenapi apa yang tertulis di dalam kebenaran firmanNya. Tidak ada yang perlu kita takutkan. Kematian itu cepat atau lambat pasti akan terjadi kepada setiap kita. Hanya soal waktu saja. Tetapi bagi kita yang berada di dalam Kristus, kita tahu kematian kita akan menghantar kita masuk ke dalam kekekalan yang sudah Tuhan tetapkan, yang sudah secured dan tidak ada yang bisa mengganggu ketetapan yang telah Tuhan tetapkan di dalam firmanNya, karena sdr dan saya di dalam Kristus. Maka, apa yang menjadi implikasi bagi kita memahami kebenaran ini? Berarti kita orang Kristen hidup yang hidup dalam jaman ini di tengah brutalnya manusia yang berada dalam dosa dengan kuasa mereka, di tengah dunia semakin gelap dan bengkok, kita seharusnya menjadi orang yang mempunyai nyali yang lebih besar daripada orang biasa. Mintalah nyali dari Tuhan Allah untuk menjadi saksiNya di tengah-tengah dunia ini untuk menyatakan kepada dunia ada Bapaku yang di surga yang mengutus aku di tengah-tengah dunia ini. Ia bukan saja mengutus aku di tengah-tengah dunia, tetapi Ia memberikan pekerjaanNya yang baik itu diserahkan kepadamu dan kepada saya untuk kita kerjakan di tengah-tengah dunia yang gelap dan bengkok ini.

Kita diselamatkan oleh Tuhan, kita diberikan satu status yang sudah pasti di dalam kekekalan, Tuhan mau engkau dan saya mengetahui kita sekarang adalah masterpieces-nya Tuhan. Engkau dan saya adalah workmanship-nya Tuhan. Ini adalah kalimat rasul Paulus di dalam Efesus 2:10. “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang telah disediakan sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya.” For we are God’s workmanships, masterpieces, created in Christ Jesus for good works which God prepared beforehand that we should walk in them. Itu sebab pada waktu engkau berada di dalam dunia ini, Tuhan adalah Artisan yang agung sedang membentuk engkau. Ketika Tuhan Allah sedang membentuk engkau, Tuhan akan pakai caranya Dia untuk membentuk engkau semakin serupa dengan AnakNya. Jangan heran kalau engkau harus mengalami kemalangan, jangan heran kalau engkau harus mengalami kesulitan, jangan heran kalau engkau harus bertemu dengan orang yang sulit, jangan heran kalau engkau harus menghadapi bahaya, jangan heran dengan semua struggle yang engkau alami sekarang ini. Karena apa? Karena Tuhan Allah sedang membentuk engkau. Dia adalah Sang Artisan yang agung itu yang sedang membentuk engkau untuk semakin serupa dengan AnakNya. Mungkin ada orang yang sulit dalam hidupmu yang engkau harus hadapi, jangan lari. Mungkin engkau harus menghadapi keadaan yang sulit, jangan takut. Mungkin ada sesuatu kesulitan yang engkau sedang harus lewati, jangan menyerah. Mungkin engkau merasa engkau gagal, kegagalan itu bukan sesuatu event, kegagalan itu hanya adalah penilaian kita atas apa yang sedang terjadi. Melalui semua ini, melalui perjalanan hidup kita di dalam keseharian kita, Tuhan Allah sedang membuat engkau menjadi makin indah. Karaktermu akan menjadi indah; nyalimu itu akan semakin besar bagi Dia; kekuatanmu, kekuatan batin ini akan semakin diteguhkan oleh Tuhan Allah. Semua ini tidak bisa melalui hanya engkau dengar khotbah. Tuhan mau engkau mengalaminya sendiri. Tuhan mau engkau mengalami Tuhan melalui keseharian hidupmu dan di situ engkau akan melihat betapa agungnya dan betapa hebatnya kuasaNya itu menopang engkau.

Setiap kita yang sedang mendidik anak, membesarkan anak; setiap kita yang sedang memulai sesuatu yang baru mulai dari nol, setiap kita yang sedang melayani Tuhan, atau engkau mungkin sebentar lagi akan pindah ke tempat lain karena Tuhan panggil engkau untuk memulai sesuatu yang baru, banyak hal-hal yang Tuhan selalu berikan untuk kita kepada kita dan semua itu yang daripada Tuhan Allah itu adalah sudah ada di dalam planning-Nya, sudah ada di dalam blueprint-Nya. Sekarang blueprint itu diserahkan kepadamu dan kepada saya untuk kita nyatakan di dalam dunia ini di dalam hidupmu dan hidup saya. Dan waktu kita melakukan pekerjaan yang baik itu, Tuhan Allah berjanji akan meneguhkan dan melengkapi engkau supaya kita teguh di dalam panggilan Tuhan yang tiba kepada kita. “Dan Ia, Tuhan Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karuniaNya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik” (2 Tesalonika 2:16-17) .

Banyak orang selalu kuatir tidak ada pengalaman, tidak menempuh satu studi formal. Kita terlalu banyak pertimbangan waktu mau memulai sesuatu, tetapi saya permisi tanya, kalau sdr membaca ulang Perjanjian Lama, pada waktu Allah memanggil Aholiab dan Bezaleel, siapa yang memberikan kepada mereka kemampuan untuk mereka bisa menyelesaikan Bait Allah? Allah yang mengaruniakan keahlian dan pengertian (Keluaran 36:1-2). Dalam kitab Mazmur, pemazmur pada waktu dia sudah tua dia mengatakan “sejak aku masih muda, Tuhan telah mengajar aku” (Mazmur 71:17). Demikian juga Daud berkata, “Tuhan mengajar aku untuk menarik tali busur” (Mazmur 18:34). Semua ini harusnya membawa semua kita pada waktu harus melakukan sesuatu yang baru, pada waktu harus menghadapi tantangan yang baru, bukan kita lihat tantangannya terlebih dahulu, tetapi seharusnya membuat kita memandang kepada Tuhan. Tuhan, kalau betul Engkau panggil aku untuk mengerjakan ini, Tuhan perlengkapilah aku, karena tanpa Engkau aku tak mungkin bisa melakukannya. Lalu betulkah Tuhan akan memperlengkapi? Pasti! Karena Tuhan sudah janji. Dalam Ibrani 13:2-21 firman Tuhan berkata, “Maka Allah damai sejahtera yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba yaitu Yesus Tuhan kita, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendakNya dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepadaNya oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin!” May you complete in every good work to do His will working in you what is well pleasing in His sight through Jesus Christ to whom be glory forever and ever. Amen!

Waktu pekerjaan baik itu diserahkan kepadamu dan kepada saya, mari kita pegang janji Tuhan, melangkah dengan langkah iman selangkah demi selangkah, sehari demi sehari. Sampai kapan? Sampai kesudahannya. Kalau sdr selalu berpikir kuatkah kita untuk melangkah sampai kepada kesudahannya? Bisakah kita? Jawaban adalah: sdr dan saya tidak kuat. Tetapi pada waktu engkau tidak kuat, Tuhan memberikan kekuatan kepadamu. 1 Petrus 4:10-11 berkata, “Layanilah seorang akan yang lain sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. Jika ada orang yang berbicara, baiklah dia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah dia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin!” Sdr perhatikan, di sini penulis Ibrani mengatakan, jika ada orang yang melayani baiklah dia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Setiap pelayanan itu harus fokus kepada Kristus. Di situlah Allah akan menganugerahkan kepada kita kekuatan daripada Tuhan Allah, damai sejahtera daripada Dia, keteguhan hati dari Dia, kelengkapan yang kita perlukan untuk melayani dari Dia. Supaya apa? Supaya tidak ada satupun kita yang bermegah atas diri kita, tetapi membawa mulia kembali kepada Allah. Puji Tuhan! Biar kita dengan mata yang berbinar melihat ke depan dan bersama-sama melayani Dia, dan tanya lagi, apalagi yang Tuhan akan bukakan kepadaku, kepada kami? Kami rindu engkau pakai kami semua untuk melayani. Ini adalah satu kehormatan yang daripada Tuhan Allah. Tuhan Allah sanggup mengerjakan segala sesuatu tanpa engkau dan saya. Tetapi di dalam rencanaNya yang kekal dan indah itu Dia sudah ordain semua pekerjaan baik yang Dia persiapkan sebelumnya itu, Dia akan serahkan kepadamu sebagai workmanshipnya Dia untuk kemudian Allah pakai menyatakan seluruhnya itu digenapi melalui hamba-hambaNya yang baik dan setia. Nanti satu saat kita akan menemukan kalimat daripada Kristus, mari masuklah hai hambaKu yang baik dan setia. Waktu Tuhan taruh pekerjaan yang baik di dalam hatimu, itu tidak bisa hilang karena Dia akan materaikan itu di dalam loh hatimu. Saat yang sama, kalau pekerjaan yang baik yang diserahkan ke dalam tanganmu untuk engkau kerjakan dan sedang dikerjakan, tidak ada seorangpun di dalam dunia ini yang bisa merebut dan merusakkannya, karena itu dari Tuhan. Maka kita tidak perlu kuatir. Manusia mencoba untuk merebut? Dia bukan berhadapan dengan engkau; dia sedang berhadapan dengan Tuhan, yang memberikan pekerjaan yang baik itu kepadamu dan kepada saya. Dia tidak tahu siapa yang sedang dia hadapi. Dia sedang bermain-main dengan Tuhan, sang Pencipta langit dan bumi, yang di dalam kekekalan sudah mempersiapkan pekerjaan baik yang diserahkan kepadamu dan saya untuk dikerjakan. Tidak ada satu kuasapun di dunia ini yang bisa menghambat karena kuasa dari Tuhan Allah lebih besar daripada kuasa apapun di dalam dunia ini supaya pekerjaan baiknya itu diselesaikan. Maka Paulus mengatakan, giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan sebab engkau tahu jerih payahmu itu tidak akan sia-sia (1 Korintus 15:58). Allah berjanji, “Yang hatinya teguh, Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMulah ia percaya. Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan ALLAH adalah gunung batu yang kekal.” You will keep him in perfect peace whose mind is stayed on You, because he trusts in You. Trust in the Lord forever, for the Lord Yahweh is an everlasting rock. “Ya, Tuhan, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.” (Yesaya 26:3-4, 12) Puji Tuhan!(kz)