Renungan Minggu Ini

RAJA-RAJA DALAM PERJANJIAN LAMA
AHAZ, HIZKIA, ZEDEKIA, DAUD

Senin 18 Maret 2019
Nats: Yesaya 7:1-16 – If You do not have Faith, You will not Stand Firm
(1) Mengapa banyak orang Kristen berpikir bahwa panggilan “percayalah pada Tuhan” (have faith in
God) berarti akan segera akan jalan keluar (quick solutions) yang cepat dan hidup bebas dari masalah (trouble-free lives)?
(2) Raja Ahaz, masih muda dan baru naik tahta menggantikan bapaknya, raja Yotam. Sudah sejak zaman raja Yotam, Syria dan Israel bersekutu melawan Yehuda.
(3) Bagaimana respon raja Ahaz atas ancaman Syria dan Israel ini?
(4) Mengapa nabi Yesaya meminta raja Ahaz untuk tidak takut?
(5) Ayat 9, ada permainan kata yang mirip di kalimat terakhir nabi Yesaya yang diterjemahkan sbb: if you do not have faith, you will not stand firm. Percaya sama Tuhan dan Tuhan hanya minta anda untuk terus kuat dan tahan.
(6) Apakah anda gampang menyerah? Bagaimana anda tetap bisa kuat bertahan dan tidak mudah menyerah?
(7) Apakah anda pegang teguh dan percaya setiap janji Tuhan kepadamu?
(8) Apa yang anda pelajari dari prinsip penting di ayat 9 ini dalam situasi hidupmu sekarang? Berkatalah pada jiwamu: have faith, and stand firm.

Selasa 19 Maret 2019
Nats: Yesaya 39:1-8 – Kerendahan Hati di Awal, Kesombongan Hati di Akhir
(1) Tuhan menyatakan banyak peristiwa mujizat sebagai bukti kuasa penyertaan Tuhan kepada raja Hizkia. Sewaktu Yerusalem telah dikepung oleh raja Asyur, secara luar biasa terjadi kematian 185,000 tentara Asyur di perkemahan mereka. Akhirnya mereka harus mundur dan pulang. Yehuda terlepas dari musuh (lihat Yesaya 37:36-38).
(2) Pasal 38 berkisah tentang sakit parah raja Hizkia, dan dia divonis pasti mati. Tetapi raja Hizkia menangis dan berdoa mohon belas kasihan Tuhan. Tuhan memberi mujzat kesembuhan dan kesempatan hidup 15 tahun bagi raja Hizkia. Hizkia merendahkan diri dan Tuhan menyatakan kebesaran-Nya dalam hidup Hizkia.
(3) Ambil waktu renungkan: kapan anda berdoa dengan rendah hati memohon pertolongan Tuhan? Pekerjaan uar biasa ajaib apakah yang Tuhan perbuat dalam hidupmu saat ini?
(4) Yesaya 39:1, raja Babel mencoba menjalin sekutu dengan raja Hizkia untuk melawan kerajaan Asyur, itu sebab dia memberi hadiah raja Hizkia.
(5) Apa sikap raja Hizkia? Mengapa dia bertindak seperti ini?
(6) Ayat 8 menyatakan sikap egois dari raja Hizkia.
(7) Mengapa orang mudah rendah hati ketika dalam kesulitan, lalu lupa diri dan sombong tatkala jaya dan berhasil?
(8) Bagaimana kisah ini menolong anda untuk berjaga-jaga agar tidak jatuh kepada kelalaian rohani ini?

Rabu 20 Maret 2019
Nats: Yeremia 52:1-34 – Kekerasan Hati Berakhir dalam Kehancuran Besar
(1) Kejahatan dan kekerasan hati raja Zedekia selama 11 tahun membuat Yerusalem kelaparan dan
hancur total. Apa yang kamu pelajari dari keputusan degil dari raja Zedekia ini?
(2) Ketika seseorang tidak mau mengakui dosa dan kesalahannya, perbuatan apa saja yang akan dilakukan oleh orang tersebut?
(3) Bagaimana perumpamaan Yesus tentang jenis tanah menolong anda untuk melihat sikap anda dalam mendengar firman Tuhan? Batu kerikil dan onak duri apa yang ada dalam hidupmu yang
harus anda buang tatkala anda dengar firman Tuhan?
(4) Ambil waktu untuk meresponi dengan benar ketika disiplin firman Tuhan datang kepadamu? Bagaimana sikapmu ketika mendengar khotbah pendeta yang menegur hidupmu?

Kamis 21 Maret 2019
Nats: 2 Samuel 24:1-25 – Dipulihkan dari Kesombongan Hidup
(1) Tuhan mengontrol segala sesuatu, termasuk maksud dan perbuatan jahat manusia, namun bukan
Tuhan sebagai penyebab pertama dari perbuatan jahat ini. Tuhan memakai motivasi kesombongan raja Daud untuk mendatangkan penghukuman atas dirinya dan bangsa Israel.
(2) Sensus raja Daud jelas memiliki tujun yang sombong bahwa raja Daud lah penguasa dan pemilik segala sesuatu dari bangsa Israel. Dia jadi takabur dan lupa bahwa Tuhan lah Raja umat Israel, dan dia hanyalah representatif yang setia kepada Tuhan.
(3) Lihatlah: ayat 10 lalu ayat 17, bagaimana anda belajar dari kesadaran akan guilty berdosa raja Daud dan pengakuan dosanya?
(4) Pertobatan sejati bukan saja mengaku dengan rendah hati akan kesalahannya, tetapi bersedia mengorbankan diri bagi orang lain, dan membayar harga.
(5) Bagaimana ayat 24-25 mengajarkan anda tentang sikap hidup dan bukti nyata dari sebuah pertobatan yang merendahkan diri di hadapan Tuhan?
(6) Kasih karunia Tuhan itu gratis tetapi tidak murahan. Bukti nyata bahwa kita terima kasih karunia dan menghargainya begitu mahal, maka jadikanlah prinsip ayat 24 jadi prinsip hidupmu kepada Tuhan: “I will not give offering to my Lord God that have cost me nothing.”
(7) Sudahkah hidupmu memberi korban persembahan yang besar kepada-Nya?

Jumat 22 Maret 2019
Nats: Mazmur 5 – Bersandar kepada Tuhan, Bukan Kepada Manusia
(1) Rasa dikhianati, rasa takut sama pandangan orang lain, rasa dirugikan atau rasa diperalat adalah
pengalaman umum dari emosi manusia dalam relasinya dengan orang lain. Bagaimanakah anda bersikap di tengah situasi ini? Jangan biarkan hati yang marah, pahit dan takut mendominasi pikiran anda, tetapi anda harus bersandar kepada kesetiaan Tuhan saja.
(2) Hanya dengan relasi yang kuat dan percaya penuh kepada Tuhan yang memampukan anda menghadapi setiap kesulitan dan kekecewaan yang diberikan orang kepadamu.
(3) Daftarkanlah semua ciri dari sifat orang yang jahat hatinya dengan orang yang tulus dan lurus hatinya dari Mazmur ini?
(4) Mudah kita perpancing emosi dalam meresponi kejahatan orang kepada kita. Bagaimana strategi Daud dalam menghadapi hal ini?
(5) Lihatlah kebiasaan Daud memulai harinya dengan berdoa (ayat 4). Bagaimana kebiasaan ini juga dapat menolong anda kuat dan percaya kepada Tuhan menjalani hari ini?
(6) Adakah satu situasi yang sangat menekan emosimu saat ini? Ambil waktu untuk pusatkan diri kepada kekuatan dan kesetiaan Tuhan.

Sabtu 23 Maret 2019
Nats: Mazmur 6 – Berdoa dengan Air Mata
(1) Air mata adalah karunia Tuhan sebagai tanda lahiriah dari perasaan emosi dan pengalaman rohani kita. Air mata yang keluar terlalu banyak dapat menandakan kesulitan hidup yang berat dan juga sikap hidup yang mengasihani diri karena merasa malang. Tetapi jika kita menekan air mata agar terlihat kita kuat, maka kita akan kehilangan kepekaan hati yang tidak lagi tersentuh emosinya.
(2) Namun jika air mata kita dibawakan dalam doa berarti sekarang kita membawa masuk segala kesedihan dan kesulitan kita di hadirat Tuhan Allah yang mengerti kepedihan kita.
(3) Tangisan karena apa saja yang dialami oleh Daud?
(4) Keluhan “O, berapa lama lagi, ya Tuhan,” menyatakan ketidakberdayaan. Adakah anda berhenti berdoa jika anda merasa lama sekali tidak ada perubahan berarti dalam hidupmu?
(5) Berdoalah agar melalui Mazmur ini, anda menemukan teduhan emosi dalam doa dan air mata mu kepada Tuhan. Adakah orang-orang yang menangis yang patut kamu tolong dan hibur?