Renungan Minggu Ini

SURAT 1 KORINTUS
PERSOALAN HIDUP DAN JAWABAN FIRMAN TUHAN (2)

Senin 11 Maret 2019
Nats: 1 Korintus 9:1-27 – Persoalan Respek dan Hak yang Rela Dilepaskan
(1) Jemaat Korintus terbentuk karena perintisan pelayanan Paulus di kota ini, namun terlihat di
kemudian hari, beberapa jemaat mempertanyakan status kerasulan Paulus dan tidak menghargai hak Paulus sebagai pelayan Injil.
(2) Bacalah ayat 1-6, apa penyebab sebagian jemaat mempertanyakan otoritas kerasulan Paulus? Perlakuan apa yang mereka berikan kepada Paulus?
(3) Bagaimana rasul Paulus menjawab tentang hak pelayan Injil? Mengapa hamba Tuhan di gereja anda patut dipenuhi haknya? Bagaimana argumentasi rasul Paulus? Lihat ayat 7-16.
(4) Apakah jemaat Korintus tidak mampu menunjang pelayanan rasul Paulus? Jika mereka kaya, mengapa mereka bersikap disrespek kepadanya?
(5) Ayat 15-27, Paulus bersikap untuk melepaskan hak untuk menerima bayaran. Mengapa Paulus
bersikap demikian?
(6) Kedewasaan rohani akan membuat kita menghargai setiap kasih karunia Tuhan dan selalu serius dalam disiplin rohani. Ayat 24-27, Paulus memaparkan prinsip dan disiplin pelayanannya. Apa yang anda pelajari dari ayat-ayat ini?
(7) Bagaimana teguran dan nasehat bagian firman ini memberi prinsip bagi jemaat menghargai hak hamba Tuhan?
(8) Adakah anda melihat dengan jelas hari ini agar yang anda kejar pahala surgawi dan bukan materi duniawi?

Selasa 12 Maret 2019
Nats: 1 Korintus 10:1-33 – Persoalan Berhala Lebih Dari Soal Makan Sesajen
(1) Ayat 1-11, Paulus memakai sejarah bangsa Israel yang walaupun sudah mengalami baptisan
keselamatan tetapi mereka tetap menerima penghukuman Tuhan. Persoalan bangsa Israel bukanlah
soal makan dan minum tetapi nafsu serakah yang sama dengan penyembahan berhala.
(2) Perbuatan dosa apa saja dari hidup bangsa Israel yang dijadikan peringatan penting dari Paulus agar jemaat Korintus jangan mengulangi?
(3) Setiap saat hidup orang percaya akan alami kesulitan dan pencobaan. Tetapi bagaimana bisa pencobaan itu akhirnya berubah jadi perbuatan dosa?
(4) Ayat 12-18, prinsip-prinsip rohani apa yang penting bagimu ketika kamu hadapi pencobaan yang terasa berat sehingga kamu tidak berdosa melainkan hidup berkemenangan?
(5) Paulus ingatkan jemaat Korintus bahwa membeli daging yang telah dipersembahkan berhala di pasar berbeda dengan tindakan gegabah ikut hadir dalam kuil penyembahan dewa demi untuk makan dan minum.
(6) Prinsip apa saja di ayat 31-33 untuk menuntun anda dalam mengambil setiap keputusan sebagai keputusan yang takut akan Tuhan?
(7) Pencobaan apa saja yang sedang kamu hadapi? Bagaimana bacaan hari ini menolong anda
bagaimana menghadapi persoalan itu? Berdoalah agar anda berani lakukan yang terbaik demi
kemuliaan Tuhan.

Rabu 13 Maret 2019
Nats: 1 Korintus 11:1-34 – Persoalan Tidak Rohani dalam Ibadah Bersama
(1) Ada kebiasaan ibadah di kuil pada era Romawi-Yunani di zaman itu, dimana imam pria memakai toga dan mengangkat toganya untuk menutupi kepalanya. Paulus tidak mau ibadah orang Kristen dianggap sama seperti ibadah demikian. Ibadah orang Kristen adalah menyembah Allah dalam Kristus.
(2) Budaya waktu itu, wanita yang memakai kain tipis menutupi kepala sebagai tanda mereka telah menikah dan sikap hormat kepada otoritas suami. Nampaknya waktu itu mulai muncul gerakan wanita yang tidak mau setia monogamy kepada suami dan berpetualang seks untuk mau punya banyak pria dalam hidup mereka. Dan mereka lakukan dengan membuka tutup kain kepala mereka. Paulus meminta wanita menikah di jemaat tidak lakukan demikian dan hidup mereka beribadah dengan hormat suami dan setia dalam pernikahan.
(3) Paulus bicara soal respek dan kesetiaan suami-istri ternyata juga dalam ibadah gereja. Bagaimana firman ini menolong anda dalam hal bagaimana bersikap hormat dan respek terjadi di dalam ibadah publik gerejamu?
(4) Sikap tidak hormat apa yang dilakukan sebagian jemaat Korintus di dalam perjamuan kudus mereka?
(5) Bagaimana anda menyadari adanya sakit dan kematian sebagai disiplin Tuhan? (lihat ayat 30)
(6) Bagaimana bacaan hari ini menolong anda mawas diri untuk selalu menghormati Tuhan?

Kamis 14 Maret 2019
Nats: 1 Korintus 12:1-31 – Persoalan Kesombongan Rohani yang Saling Merendahkan
(1) Ada sebagian jemaat merasa super rohani, khusus dengan karunia bahasa lidah, karena merasa
Tuhan berbicara lewat mereka. Maka Paulus tekankan di ayat 3 semua karunia adalah dari Roh Kudus dan Roh lah yang bekerja, kita hanya instrumen rohani-Nya. Karunia rohani bukanlah power kita dan berpikir kitalah manusia yang powerful.
(2) Bagaimana anda melihat banyak orang Kristen merasa bahwa mereka mempunyai kuasa dan kehebatan tertentu di dalam pelayanan dan bisa mempertontonkan “kehebatan” rohani?
(3) Apa akibat dari sikap superior dan inferior rohani ini dalam kehidupan jemaat Korintus? Adakah sikap ini masih terlihat dalam kehidupan gerejamu? Mengapa bisa demikian?
(4) Prinsip-prinsip harmoni satu tubuh apa saja yang Palus ajarkan dan kita harus terapkan dalam hidup gereja kita?
(5) Karunia rohani apa yang Roh Tuhan berikan kepadamu? Sudahkah anda menggali dan memakainya?
(6) Apa yang anda harus lakukan untuk mendorong unity pemakaian karunia dalam pelayanan dan mencegah orang-orang lain untuk tidak melihat sumbangsih mereka berbeda-beda demi keutuhan pelayanan rumah Tuhan?
(7) Doronglah secara positif orang-orang tertentu agar mereka melihat karunia rohani mereka dan bersyukur memakainya bagi pelayanan gereja anda!

Jumat 15 Maret 2019
Nats: 1 Korintus 13:1-13 – Persoalan Kurangnya Kasih Surgawi
(1) Banyak orang berkata,”I love you,” tetapi bersikap selfish yaitu mengasihi jika semua keinginannya terpenuhi dan hanya membalas kasih bagi orang yang berbuat baik kepadanya.
(2) Ada tindakan mengorbankan diri tetaplah bersikap selfish, sebab dilakukan bagi kepentingan diri yaitu agar dimuliakan dan dihargai. Lihat ayat 3, bagaimana ayat ini selalu jadi peringatan yang penting untuk anda?
(3) Renungkanlah dalam-dalam apa saja kualitas kasih itu, ayat 4-7?
(4) Mengapa kasih itu, lihat ayat 8-13, lebih penting dari sekedar melakukan karunia rohani?
(5) Karunia rohani hanya membantu kita untuk bisa melayani orang lain agar mereka makin mengasihi Yesus Kristus. Tetapi waktu yang sempurna yaitu Yesus Kristus datang, maka esensi relasi kita dengan Tuhan yang akan tinggal selama-lamanya yaitu kasih, iman, dan pengharapan.
(6) Ambil waktu berdoa agar Tuhan Yesus mengajar anda memiliki kasih agape seperti Kristus sendiri.

Sabtu 16 Maret 2019
Nats: Mazmur 4 – Doa bagi Persoalan Hidup yaitu Menang atas Amarah
(1) Amarah yang benar adalah sebuah reaksi kesucian dan keadilan atas keterlukaan yang dialami secara tidak adil dan reaksi menghormati keadilan dan kesucian Tuhan. Kemarahan yang suci adalah marah pada diri yang terlena dan tidak peka dengan dosa yang dilakukan.
(2) Lihat ayat 2-3, dalam hal apa raja Daud mencetuskan kemarahannya? Bagaimana Daud mengatasi amarah ini?
(3) Ayat 5 menyatakan bahwa kemarahan bisaterjadi dengan tidak berbuat dosa. Bagaimana ayat ini mengajar anda untuk memiliki kemarahan yang benar dan suci?
(4) Apa artinya ”selidikilah hatimu sendiri dan berdiamlah” di ayat 5? Mengapa Daud berkata demikian?
(5) Refleksi diri: adakah saya menyatakan perasaan kecewa dan marah dengan cara yang sehat? Bagaimana “mengetahui sukacita Tuhan” (ayat 7-8) menolong kita untuk menang atas amarah?
(6) Berkata-katalah kepada Tuhan, apa kemarahanmu saat ini dan bagaimana Tuhan menolongmu menyatakannya dengan benar?