Renungan Minggu Ini

KESALEHAN ROHANI TANPA KEMUNAFIKAN

Senin 25 February 2019
Nats: Matius 6:1-6; 16-18 – Christianity Without Hypocrisy
(1) Ayat 1, jelas bahwa Yesus peringatkan kita untuk hati-hati melakukan ibadah publik, seperti doa, puasa, persembahan, bukan mencari pujian manusia tetapi ibadah hati mencari pujian Tuhan.
(2) Dengan sebutan apakah Yesus pakai untuk orang yang memperalat nikmat ibadah menjadi nafsu pujian diri? Lihat ayat 2,5, dan 16.
(3) Dari bacaan renungan ini, bagaimana Yesus mendefinisikan dan memberi ciri seorang yang munafik?
(4) Melalui ayat 3, 6, 17, bagaimana motif ibadah yang benar yang diajarkan Yesus? Adakah anda melakukan ibadahmu dengan prinsip dan motif seperti ini?
(5) Lakukanlah doa, puasa, dan persembahan secara privat, tanpa tergoda ingin dilihat dan dipuji manusia. Apa janji Yesus kepada motif dan sikap ibadah yang hanya mencari kemuliaan Tuhan?
(6) Bayangkanlah reward Allah Bapa yang begitu luar biasa dan tidak habis-habisnya nanti. Dan bagaimana janji reward dari Yesus ini menolongmu terus tekun beribadah?
(7) Apa yang masih kurang dari persembahanmu? Apa yang masih kurang dari hidup doamu? Bagaimana dengan puasamu?
(8) Ambillah waktu untuk merenungkan teguran Yesus ini agar kita tidak hidup munafik.

Selasa 26 February 2019
Nats: Matius 6:7-15 – Prinsip Berdoa: Doa Bapa Kami
(1) Doa adalah ekspresi persandaran iman kepada Tuhan yang dipercaya sebagai Bapa yang baik. Doa bukanlah jampi mantera mistis agar anda terlihat sebagai orang sakti bahwa doa anda hebat. Doa juga bukanlah permohonan untuk memaksa Tuhan melakukan apa yang didoakan.
(2) Relasi seperti apakah yang diberikan dalam doa ini? Bagaimanakah sikap hati anda setiap kali berdoa? Menjemukan? Tanpa perasaan? Rutin sekedar berdoa?
(3) Mengapa kita berdoa “Datanglah kerajaan-Mu?” Apa sifat dan esensi kerajaan Allah yang kita rindukan ada di atas bumi ini?
(4) Doa kita adalah cetusan kebutuhan kita yang hanya Allah Bapa bisa penuhi. Ada 3 kebutuhan kita: kebutuhan fisik, kebutuhan spiritual, dan kebutuhan keamanan.
(5) Apa yang anda renungkan dari permohonan Tuhan cukupkan “daily bread” anda?
(6) Mengapa setiap hari kita harus rendah hati mohon pengampunan Tuhan? Apa artinya pengampunan bagimu?
(7) Mengapa kita harus berdoa agar Tuhan melindungi dari jebakan godaan? Apa saja panah api si Setan yang sering ditembakkan ke dalam hidupmu? Bagaimana anda berjaga-jaga dari serangan Setan dalam hidupmu?

Rabu 27 February 2019
Nats: Matius 6:19-34 – Godaan Kekayaan dan Kekuatiran Hidup
(1) Setelah Yesus meminta pendengar-Nya untuk mencari rewad dari Bapa Surgawi, maka sekarang
Yesus sadarkan betapa godaan memperkaya diri dengan harta dunia sangat besar.
(2) Yesus memberikan prinsip dan sikap hati seperti apa berkaitan dengan segala kekayaan materi kita di dunia ini?
(3) Lihatlah 1 Korintus 3:11-14 dan 1 Timotius 6:17-19, bagaimana firman Tuhan ajarkan tentang investasi kekal dari harta sementara ini? Sadarkah anda bahwa ini adalah investasi yang tidak pernah rugi selama-lamanya?
(4) Seberapa banyak kekayaan tidak akan pernah beri rasa cukup jika anda kecanduan dengan
materialisme dan hati anda terjerat oleh rasa kuatir.
(5) Sekarang Yesus bicara soal problem kekuatiran hati. Dari ayat 25-34, apa yang anda dapatkan tentang penyebab kekuatiran itu?
(6) Jangan hidupmu dilumpuhkan oleh rasa kuatir. Apakah panggilan Yesus secara aktif anda harus lakukan di dalam dunia ini sebagai orang percaya? Justru anda akan mendapatkan kepuasan yang luar biasa. Mengapa?
(7) Refleksi hidupmu dengan satu pertanyaan ini: selama ini apa yang senantiasa memenuhi pikiranku? Uang, jabatan, investasi? Atau? Sebab, dimana treasure berada, disitulah seluruh hatimu berada.

Kamis 28 February 2019
Nats: Matius 7:1-6; 15-20 – Spirit of Discernment vs Spirit of Judgmental
(1) Yesus melarang orang percaya memiliki spirit of judgmental. Ada beberapa ciri dari spirit of
judgmental: menghakimi secara desktruktif, mencari kesalahan dan kritik keras atas hal yang sepele,
standar dobel karena kritik tidak diterapkan kepada diri sendiri.
(2) Kita perlu memiliki spirit of discernment yang menilai dan menghakimi secara benar. Ayat 5, Yesus meminta kita lakukan penilaian diri dulu sebelum menilai kesalahan orang lain.
(3) Menurutmu, prinsip-prinsip penilaian diri seperti apa yang harus anda lakukan terlebih dahulu?
(4) Apakah artinya “anjing” dan “babi” di sini? Anda harus menilai apakah ciri mereka? Dan mengapa kebenaran yang berharga jangan diberikan kepada mereka?
(5) Ayat 15-20, Yesus juga meminta kita menilai siapakah srigala jahat itu. Menurut Yesus, agaimana
mengidentifikasi mereka?

Jumat 29 February 2019
Nats: Matius 7:12-29 – Menjadi Murid yang Sejati
(1) Firman Yesus ini seperti pedang tajam yang sanggup memisahkan kemunafikan murid palsu yang
mengaku murid dari murid-Nya yang sejati.
(2) Ciri pertama murid Yesus yang palsu adalah ‘religious lip service.’ Dari ayat 21-23 bagaimana kita tahu ciri dan sifat orang Kristen yang tidak bertobat dan hanya mengaku saja?
(3) Ciri kedua dari murid yang palsu adalah ‘religious lifestyle,’ tampilan luar saja, tetapi tidak ada iman yang berfondasi pada Yesus.
(4) Bagaimana caranya pengujian terjadi atas kesejatian iman seseorang kepada Yesus? Apa artinya badai menurutmu?
(5) Ambil waktu untuk bertanya pada diri sendiri: apakah saya mencintai Yesus dengan sungguh? Apakah buktinya bahwa saya adalah murid Yesus yang sejati?

Sabtu 30 February 2019
Nats: Mazmur 2 – Doa bagi Hidup Doa yang Asal-asalan
(1) Ketika anda bangun dan melihat dunia di sekitar yang bertaburan dengan kejahatan dan
keserakahan, kadang anda merasa tidak berdaya dan merindukan Tuhan kontrol segala sesuatu. Inilah perasaan pemazmur saat menulis mazmur ini.
(2) Ayat 1-3, bagaimana sikap bangsa-bangsa dan kekuatan politik yang merasa hebat?
(3) Bagaimana perasaan anda saat ini melihat banyak persekusi iman yang dilakukan oleh negara? (4) Ayat 4-6, bagaimanakah sikap Tuhan melihat kepongahan bangsa-bangsa melawan Dia?
(5) Bagaimana anda melihat tahta Yesus Mesias yang berkuasa menghibur anda di tengah kondisi dunia dan bangsa-bangsa saat ini?
(6) Ambil waktu untuk berdoa bagi diktator dan negara yang menindas Kekristenan agar Tuhan bekerja di dalamnya.