Renungan Minggu Ini

MAZMUR-MAZMUR PENUNTUN TAHUN BARU

Senin 24 December 2018
Nats: Mazmur 120 – 121 – Pertolonganku ialah dari Tuhan
(1) Mazmur 120-134 adalah 15 mazmur yang disebut mazmur ziarah, yang dinyanyikan selama perjalanan menuju ibadah di Yerusalem.
(2) Mazmur ini menyatakan ada “distress” dalam hidup. Apa yang menjadi sumber-sumber kesesakan pemazmur? Bagaimana dengan “distress” anda: apa penyebabnya, dan apa perasaan anda sekarang?
(3) Pemazmur memandang “ke atas.” Kenapa pertolongan datang dari situ? Apa artinya bagimu mengenal Allah sebagai Penjagamu?

Selasa 25 December 2018
Nats: Mazmur 122 – 123 – Mari Pergi ke Rumah Tuhan
(1) Masih dalam perjalanan, tetapi kerinduan akan rumah Tuhan begitu memuncak dan memberi
sukacita.
(2) Mengapa pemazmur begitu rindu akan rumah Tuhan? Keindahan apa saja yang terjadi di rumah Tuhan sehingga pemazmur rindu dan sukacita?
(3) Lihat Wahyu 21: 1-4, 22-27. Kita juga merindukan Yerusalem Baru. Bagaimana kerinduan ini memberi sukacita bagi perjalanan hidup kita di dunia ini?
(4) Mazmur 123, kemanakah seharusnya mata kita selalu tertuju?

Rabu 26 December 2018
Nats: Mazmur 124 – 125 – Aman dalam Lindungan Tuhan
(1) Ayat 2, bandingkan dengan kutipan Paulus di Roma 8:31, jika Allah di pihak kita, adakah hal-hal yang menakutkan kita?
(2) Mazmur 125:1, orang percaya tetap selama-lamanya. Yesus ingatkan takutlah kepada Tuhan yang bisa membinasakan tubuh dan jiwa. Tongkat kerajaan orang fasik walau jaya tidak akan selama-lamanya.
(3) Bagaimana seharusnya jalan orang benar? Ayat 5, jalan orang fasik itu “crooked.” Bagaimanakah jalan yang “crooked” itu dan apa ciri-cirinya?
(4) Mazmur ini diakhiri dengan memberikan berkat kepada orang-orang. Biar hidup anda selalu jadi berkat.

Kamis 27 December 2018
Nats: Mazmur 126 – 128 – Bahagia dan Sukacita Sejati
(1) Keamanan, Pekerjaan, dan Keluarga adalah 3 hal utama yang dikejar dan dilakukan dalam hidup
ini.
(2) Mazmur 126 mengajarkan prinsip-prinsip apa yg harus kita miliki dalam menghadapi instabilitas yang tidak terduga menimpa kita?
(3) Mazmur 127:2, “eating the bread of anxious toil,” bagaimana rasanya makan roti kekuatiran? Bagaimana mazmur ini memberi anda guidance tentang kerja dan bisnis dalam hidupmu?
(4) Mazmur 128 bicara soal membesarkan keluarga di dalam Tuhan. Apa yang mazmur ini bicara tentang prioritas dalam keluarga dan bagaimana prinsip mengatur dengan indah? Apa berkat yang terjadi bagi keluarga yang takut Tuhan?

Jumat 28 December 2018
Nats: Mazmur 129 – 131 – Jiwaku Berharap Tuhan di Saat Kesesakan
(1) Kita tidak terlepas dari kesesakan di sepanjang hidup, dari muda sampai tua. Yang terpenting
adalah jiwa yang tangguh mengatasinya. Mazmur 129:2, kekuatan apa yang pemazmur bicarakan agar bisa mengalahkan kesesakan?
(2) Kesesakan yang terjadi sangatlah berat. Mazmur 130 menggambarkan perasaan distress dari kesesakan itu. Adakah anda merasa demikian? Dimana kita mendapatkan pengharapan dalam situasi seperti itu?
(3) Mazmur 131 bicara soal sikap yang benar: jiwa kerendahan hati. Rendah hati seperti apa yang kita belajar?

Sabtu 29 December 2018
Nats: Mazmur 132 – 134 – Mari Datang Pujilah Tuhan
(1) Mazmur 132 menceritakan sejarah pembangunan rumah Tuhan. Apa yang mazmur ini bicarakan tentang dedikasi, ketekunan dan kerja keras Daud bagi rumah Tuhan?
(2) Bagaimana Mazmur 133 melukiskan keindahan semua orang dari beragam latar belakang beribadah di rumah Tuhan?
(3) Mazmur 134 ditutup dengan sikap kita atas pelayanan di rumah Tuhan. Bagaimana kita
seharus meresponi dedikasi pelayanan dan orang-orang yang melayani?
Tuhan kiranya memberkati anda memasuki tahun yang baru.