Renungan Minggu Ini

KITAB – KITAB YANG SINGKAT DAN PENDEK DI ALKITAB

Senin 22 Oktober 2018
Nats: 2 Petrus 2 – Ajaran Palsu dan Ciri Kepalsuan Hidup
(1) Ayat 20 berkata bahwa guru-guru palsu ini adalah mereka yang katanya “bertobat” dan “mengenal” Yesus Kristus, tetapi melakukan dan terlibat lagi dengan kecemaran yang dulunya mereka “bertobat” darinya.
(2) Daftarkan dan telitilah apa saja ciri dan kelakuan guru-guru palsu ini? Beberapa contoh-contoh sejarah dalam Perjanjian Lama disebutkan oleh rasul Petrus, dan apa sifat dan karakter kepalsuan dan kesesatan yang ingin dibongkar oleh rasul Petrus di sini?
(3) Mengapa guru-guru palsu begitu berbahaya dalam gereja?
(4) Mengapa beberapa orang mudah sekali terpikat dengan guru-guru palsu ini? Bagaimana peringatan firman hari ini menjaga agar kita tidak memiliki sifat seperti guru-guru palsu ini?

Selasa 23 Oktober 2018
Nats: 2 Petrus 3 – Jangan Lalai dan Lengah dalam Kesalehan Hidup
(1) Mengapa rasul Petrus meminta penerima suratnya untuk memberi perhatian kepada apa yang dia tuliskan, lihatlah ayat 1-3, dan ayat 15-18.
(2) Apa kesalahan besar yan dilakukan para pengejek yang berpikir Hari Tuhan tidak akan datang-datang?
(3) Mengapa penting sekali kita hidup dengan siaga bahwa kedatangan Yesus bisa kapan saja? Apa arti kedatangan Tuhan Yesus menghakimi bagimu?
(4) Apa alasan yang diberikan rasul Petrus mengapa Tuhan Yesus menunda kedatangan-Nya?
(5) Dari ayat 17, firman Tuhan ingatkan betapa penting terus hidup berjalan dalam pengharapan teguh karena suatu saat Yesus akan datang kembali. Tidak ada kesungguhan baik yang terlupakan, walau dunia tidak hargai; dan tidak ada kejahatan tersembunyi yang tidak akan diganjar oleh-Nya.

Rabu 24 Oktober 2018
Nats: Habakuk 1 – Tuhan, Mengapa Engkau Diam Saja?
(1) Habakuk hidup di era ketika kerajaan Yehuda berada di bawah control kerajaan Asyur, sekitar tahun 600 BC. Kitab Habakuk adalah dialog nabi Habakuk dengan Tuhan, dimana dia melihat masyarakat Yehuda yang jahat dan dia tidak mengerti mengapa justru Tuhan mengabaikan dosa-dosa ini.
(2) Lihatlah tangisan Habakuk di ayat 1-4, apa saja yang dilihatnya dan bagaimana doanya kepada Tuhan? Apa sikapmu ketika anda merasa Tuhan tidak menjawab doamu?
(3) Ayat 5-11, apa jawab Tuhan menyelesaikan kekerasan dosa Yehuda yang ada dimana-mana ini?
(4) Ayat 12-17, Habakuk terganggu dan bingung dengan jawab Tuhan. Mengapa Tuhan malah memakai orang-orang lebih jahat untuk menghukum kerajaan Yehuda?
(5) Bagaimana anda bersikap jika anda melihat kejahatan dan orang jahat yang sukses merajalela? Adakah anda lelah berdoa dan tidak berjaga-jaga?

Kamis 25 Oktober 2018
Nats: Habakuk 2 – Tuhan Tidak Pernah Lalai dan Abai
(1) Lihatlah ayat 3, bagaimana jawab Tuhan mengenai Hari Penghakiman-Nya? Bagamana firman Tuhan peringatkan kita bersikap menanti Hari Tuhan?
(2) Daftarkanlah tuntutan Tuhan yang Ia sampaikan melawan kejahatan dan ketidak-adilan. Apa yang anda pelajari tentang standar moral tuntutan Tuhan di sini? Adakah orang yang bisa luput dari penghakiman Tuhan?
(3) Perjalanan rohani nabi Habakuk mirip dengan kebanyakan orang Kristen, ketika dalam kekecewaan karena kejahatan dan ketidak-adilan, mereka butuh menghampiri Tuhan dan diperbaharui ketabahan dan kesabaran bahwa Tuhan tidak pernah lalai dan abai.

Jumat 26 Oktober 2018
Nats: Habakuk 3 – Doa bagi Belas Kasihan Allah Mengampuni
(1) Ayat 1-2, bagaimana doa nabi Habakuk dan pengenalannya akan sifat Tuhan yang disembahnya? Bagaimana pembukaan doa Habakuk ini dapat memperkaya doa anda?
(2) Tuhan kita itu mengontrol sejarah manusia dan Dia selalu bertindak adil dan benar. Ayat 3-15, nabi Habakuk merefleksi sejarah bangsa Israel dan membuktikan jejak kasih penebusan Tuhan. Cobalah refleksikan sejarah hidupmu dan bagaimana anda melihat hubunganmu dengan Tuhan dalam sejarah hidupmu?
(3) Apa yang anda pelajari dari dedikasi nabi Habakuk dalam pujian dan komitmen kepada Tuhan, di ayat 16 – 19, akan hari-hari selanjutnya? Apa yang kitab Habakuk ini ajarkan kepadamu untuk melihat masa depan yang belum pasti dan tidak bisa anda kontrol hasilnya?

Sabtu 27 Oktober 2018
Nats: Filipi 1: 1 – 11 – Seandainya Aku Akhirnya Meninggal…
(1) “Sukacita dalam Tuhan” dan sekali lagi “sukacita selalu” demikian Filipi 4:4. Melalui surat ini, kita akan temukan rahasia hidup Paulus: sebuah hidup bagi kemuliaan Allah akan berlimpah dengan sukacita. Hanya dengan ini kita bisa menang atas penjara, penderitaan, miskin, dan hidup terluka.
(2) Bagaimana perasaan Paulus ditumpahkan dengan hangat kepada jemaat Filipi? Renungkanlah ayat 3-8, apa karakteristik relasi Kristen yang sehat?
(3) Dapatkah anda menjadi sahabat rohani bagi orang lain? Karakter seperti apa yang dituntut darimu? Mengapa emosi yang sehat menjadi indikasi penting bagi kedewasaan rohani, dan bukan berapa banyak doktrin dan kursus teologia yang anda ikuti?
(4) Bagaimana doa Paulus di sini mengajarka kita dalam berdoa bagi orang-orang yang kita kasihi?