Renungan Minggu Ini

PANGGILAN MENJADI UMAT TUHAN (4)
(Ulangan 26 – 31)

Senin 24 September 2018
Nats: Ulangan 26: 1 – 19 – Sikap Hati dari sang Pemberi
(1) Bukan apa yang diberi, tetapi mengapa memberi, itulah yang lebih penting. Mengapa setelah sampai ke tanah perjanjian, mereka baru memberi persembahan buah sulung?
(2) Persembahan tidak boleh di-abuse oleh gereja dan pemimpin gereja. Apa fungsi dari persembahan perpuluhan di sini?
(3) Sikap hati yang bagaimana yang selalu harus kita jaga di dalam setiap persembahan yang diterima dan yang diberikan? Bagaimana responmu atas firman Tuhan ini?

Selasa 25 September 2018
Nats: Ulangan 27:1– 26 – Dapatkah Kita Mengutuki Orang?
(1) Bacalah Galatia 6:7. Ini prinsip firman yg penting: kebaikan dan kejahatan harus diganjar secara adil. “Kutuk” adalah sebuah pernyataan kebenaran, dan bukan dendam, atas ganjaran yang adil yang akan diterima bagi setiap tindakan kejahatan. Agar kita takut dan selalu diperingatkan akan konsekuensi dari dosa.
(2) Baca Ulangan 27:15-16, coba daftarkan peringatan Tuhan atas dosa: agama, keluarga, yang cacat, keadilan sosial, moralitas, dst.
(3) Dalam dunia kita sekarang, dalam hal apa saja kita terpanggil untuk melaksanakan tanggung jawab iman kita untuk melawan kutuk ini?

Rabu 26 September 2018
Nats: Ulangan 29: 1 – 29; 30: 11 – 20 – Selalu Mawas Diri
(1) Berkali-kali kata Ibrani “Shamar” dipakai di sini yang artinya “lakukan dengan sangat teliti.” Jadi bukan sekedar rutin diulang-ulang, tetapi dilakukan dengan ketaatan yang dipahami dengan sungguh.
(2) Kenapa perlu diingatkan terus dan memperbaharui komitmen senantiasa?
(3) Ayat 29 adalah rahasia untuk hidup selalu taat dan bersandar kepada Tuhan. Hanya kepada firman-Nya kita taat dan percaya. Apa yang anda selalu patut “shamar” hari ini dalam hidupmu?

Kamis 27 September 2018
Nats: Ulangan 31: 1 – 29 – Ketaatan Iman dan Generasi Penerus
(1) “Warisan” apa yang berharga yang diturunkan Musa kepada Yosua? Mengapa “melakukan firman Tuhan” itu yang paling utama, ikut Tuhan yang paling utama?
(2) Musa menubuatkan akan ada kemurtadan. Dan apa ciri-ciri umat Tuhan akan menjadi berjalan melenceng dari ketaaatan kepada Tuhan?
(3) Jangan melakukan ketaatan agamawi hanya di depan pemimpin agama dan manusia.

Jumat 28 September 2018
Nats: Ulangan 31: 1 – 18 – Nyanyian Musa 1: Bahaya Ketidak-taatan
(1) Bagaimana Musa memuji Allah seperti apa yang umat-Nya percayai?
(2) Tetapi mengapa kepada Allah yang dapat disandari ini, justru umat Israel lari dan memberontak dari-Nya?
(3) “Yesyurun” artinya “the upright one” tetapi mengapa prosperity umat Tuhan dapat menghancurkan iman dan ketaatan kepada Tuhan?

Sabtu 29 September 2018
Nats: Ulangan 31: 19 – 47 – Nyanyian Musa 2: Penghakiman dan Pemulihan
(1) Apa artinya Allah yang “cemburu” itu?
(2) Mengapa Allah tidak berhenti dan putus asa atas ketidak-taatan umat-Nya? Bagaimana caranya Allah mendisiplin anak-anak-Nya agar berjalan dalam ketaatan?
(3) Hidup bersama Tuhan adalah soal hidup dan mati, adalah soal sebuah hidup yang sangat bernilai. Adakah anda menyanyikan pujian kepada Tuhan atas semua karya-Nya atasmu?