Renungan Minggu Ini

HARI-HARI TERAKHIR DI YERUSALEM (2)
[Lukas 22 – 23]

Senin 27 Agustus 2018
Nats: Lukas 22: 21 – 38 – Percakapan di Perjamuan Terakhir
(1) Percakapan di malam perjamuan ini menyatakan betapa dangkal dan pathetic-nya pemahaman murid-murid kepada pernyataan-pernyataan Yesus.
(2) Renungkanlah dan temukan sikap-sikap pathetic apa yang diberikan murid-murid, sehingga Yesus berkata, “Cukuplah!”? Kalimat Yesus ini dapat ditafsir, “Cukuplah pembicaraan ini. Kalian begitu dangkal.”
(3) Lihat Yesaya 53: 12. Walau pengertian murid-murid terbatas, namun janji keselamatan yang teguh selama-lamanya begitu indah. Apa yang patut kita syukuri karya Yesus dari perikop ini?

Selasa 28 Agustus 2018
Nats: Lukas 22: 39 – 53 – Ketika Kegelapan Seolah-olah Berkuasa
(1) Mengapa Yesus mengalami ketakutan yang luar biasa? Apa arti kematian Yesus (lihatlah 2 Korintus 5:21).
(2) Kita telah melihat kedalaman hati Yesus di sini. Apa yang kita pelajari dari hati Yesus di sini?
(3) Pernahkah kita alami ketakutan yang dahsyat? Apa yang kita takutkan? Apa janji kekuatan Tuhan yang boleh membuang ketakutan anda?
(4) Bagaimana Tuhan Yesus mengontrol situasi dan menghadapi situasi penangkapanNya?

Rabu 29 Agustus 2018
Nats: Lukas 22: 54 – 62 – Kejatuhan Petrus
(1) Lihatlah ayat 31-34. Petrus sudah pre-asumsi dulu. Mengapa Petrus berkata bahwa ia pasti tidak akan kalah dan menyangkal Yesus?
(2) Baca lagi ayat 49-51. Bagaimana kejadian ini menjadi awal kejatuhan Petrus? Bagaimana perasaan Petrus waktu itu ketika Yesus memulihkan kembali telinga orang yang ditebasnya?
(3) Selain soal hati yang di dalam, juga situasi dan kondisi luar mempengaruhi kejatuhan Petrus. Bagaimana kita belajar dari peristiwa ini untuk mawas diri menghadapi situasi yang bisa menjatuhkan iman dan kiat berbuat kesalahan?

Kamis 30 Agustus 2018
Nats: Lukas 22: 63 – 71 – Pengadilan Pemimpin Agama di Hadapan Yesus
(1) Ayat 63, bahaya jika berada di tengah kelompok hysteria massa, bisa jadi lebih jahat dan lupa diri.
(2) Mengapa manusia mudah kehilangan jati diri di tengah hysteria massa?
(3) Mengapa tidak banyak orang berani berdiri sendiri mengoreksi ketidak-adilan massa?
(4) Jelas Yesus adalah Mesias (lihat 2:11; 9:20). Yesus tidak menjawab, sebab tidak ada gunanya. Mereka tidak mau mendengar jawaban kebenaran lagi.
(5) Mengapa Yesus lebih suka memakai gelar Anak Manusia?

Jumat 31 Agustus 2018
Nats: Lukas 23: 1 – 12 – Pengadilan Herodes di hadapan Yesus
(1) Markus 6:14-25, ini adalah Herodes Antipas. Demi suara hati nuraninya, Yohanes Pembaptis kehilangan kepala. Lukas 9:9, Yesus tidak berkeinginan bertemu Herodes, walau Herodes ingin. Mengapa?
(2) Pilatus menghindar untuk menyatakan hal yang benar tentang Yesus. Mengapa sikap seperti ini tidak akan berhasil?
(3) Mengapa Herodes banyak bertanya? Dan mengapa Yesus tidak menjawab sedikit pun? Apa jadinya jika orang sudah tidak punya nurani (1 Timotius 1:5)?

Sabtu 1 September 2018
Nats: Lukas 23: 13 – 25 – Pengadilan Pilatus di Hadapan Yesus
(1) Yesus diserahkan kembali ke Pilatus membuktikan tidak ada tuntutan yang sah dan benar yang dapat dipersalahkan kepada Yesus.
(2) Kita belajar bagaimana mencoba menyenangkan kemarahan orang dengan memberi sedikit dari apa yang menjadi tuntutannya tidak akan berhasil. Mengapa?
(3) Jika Pilatus membebaskan Yesus, apa kerugian dan resiko yang mungkin ia harus tanggung? Namun dengan menyesah dan menyalibkan Yesus, apa kerugian dan hukuman yang pasti ditanggungnya? Jika anda ada dalam posisi ini, apa pilihanmu?