Renungan Minggu Ini

DAUD: PEMBALASAN adalah HAK TUHAN

Senin 18 Juni 2018
Nats: 1 Samuel 25 – Bagaimana Bersikap Terhadap Ketidak-adilan
(1) Perhatikan berapa kali Nabal menyebut “ku”sebagai miliknya semua. Kesombongan atas kesuksesan menjadi tanda kehancuran hidup. Mengapa?
(2) Bandingkan: apa reaksi Daud sebelum Abigail datang? Dan apa reaksinya sesudah Abigail datang? Melihat ketidak-adilan pasti akan mendatangkan kemarahan. Namun bagaimana bagian ini mengajar kita untuk bersikap terhadap ketidak-adilan atau tidak adanya ucapan syukur yang anda terima?
(3) Apa yang anda pelajari dari sikap Abigail? Bagaimana kita belajar untuk minta maaf kalau bersalah?

Selasa 19 Juni 2018
Nats: 1 Samuel 26 – Tetap Bersabar dalam Kebenaran dan Kesetiaan
(1) Tentara Saul ada 3000, tentara Daud cuma 600 (lihat 1 Samuel 23:13). Kali kedua Saul datang mengejar, berarti hatinya tidak berubah, walau dia sudah mengaku bersalah sebelumnya. Kita harus berhati-hati denga ucapan orang yang tidak jujur [sincere]. Bagaimana anda harus hati-hati mengetahui ucapan yang tidak jujur?
(2) Berbeda dengan episode sebelumnya, kali ini Daud yang inisiatif datang untuk menyatakan bahwa jika dia mau membunuh Saul, dia sanggup.
(3) Waktu dan tangan Tuhan, itu yang penting. Daud belajar bersandar pada Tuhan. Prinsip penting di ayat 22-24 bagi hidup kita.

Rabu 20 Juni 2018
Nats: 1 Samuel 27 – Memakai Tangan Musuh
(1) Daud percaya kepada pemeliharaan dan kelepasan dari Tuhan. Tetapi teror terus-menerus dari Saul dan juga membawa istri dan anak-anak, membuat Daud memikirkan taktik berlindung kepada musuh Israel.
(2) Apakah taktik ini dapat dibenarkan? Di tengah situasi ini, apakah pilihan yang terbaik?
(3) Daud membasmi musuh-musuh Israel yang Tuhan telah perintah sebelum mereka masuk ke tanah perjanjian. Namun dengan cerdik “menipu” Akhis seolah-olah dia memerangi bangsa Israel.(4) Bagaimana menerapkan prinsip tulus seperti merparti dan cerdik seperti ular dalam hidup anda?

Kamis 21 Juni 2018
Nats: 1 Samuel 28 – Tanpa Allah Tiidak Ada Pengharapan
(1) Hidup tanpa harapan adalah pengalaman yang paling kelam dari semua pengalaman. Saul menghadapi ancaman dari Filistin. Ayat 3-6 bicara soal situasi Saul yang penuh keputus-asaan. Situasi apa saja?
(2) Tindakan gelap mata apa yang diambil Saul saat situasi hidupnya tanpa harapan? Coba renungkan kenapa manusia bertindak nekat dan gelap mata?
(3) Lihat Efesus 2:12, terpisah dari Kristus, maka tidak ada harapan. Bagaimana kisah tragis ini mengajarkan kita tentang kejatuhan seorang raja?

Jumat 22 Juni 2018
Nats: 1 Samuel 29 – 30 – Kuatkan Hatimu Ketika Persoalan Datang Bertubi-tubi
(1) Dalam keadaan perang, kelengahan sedikit saja bisa berakibat fatal. Dalam peperangan rohani, kita juga selalu harus waspada dan tidak boleh lengah.
(2) Apa akibatnya bagi pengikut Daud, ketika persoalan bertubi-tubi menimpa? Lantas bagaimana Daud sebagai pemimpin mendapatkan kekuatan?
(3) Perhatikan juga bagaimana sikap dan tindakan Daud ketika sukses dan kemenangan terjadi atasnya?

Sabtu 23 Juni 2018
Nats: 1 Samuel 31 – Raja Saul Mati
(1) Saul dan 3 anaknya mati: Yonatan, Abinadab, dan Malkhi-shua (ay 2b). Ada anak yang luput yaitu Ishiboset (2 Samuel 2:8-10).
(2) Kisah Saul adalah cerita akan kegagalan bersandar kepada kuasa. Dan kematian dipermalukan karena mempermainkan kuasa dan bertindak jahat.
(3) Hanya Tuhan yang berkuasa atas hidup dan mati. Kita jangan takut. Pelajaran apa yang kita dapatkan di sini?