Renungan Minggu Ini

BIJAKSANA HIDUP MENURUT PENGKHOTBAH [4]
LIFE UNDER THE HANDS OF GOD

Senin 5 Februari 2018
Nats: Pengkhotbah 6:7-9 – Insatiable Longing
(1) “Segala jerih payah manusia adalah untuk mulutnya” menunjukkan makanan belaka tidak dapat memenuhi kebutuhan manusia yang terdalam.
(2) Apa implikasi kalimat “lebih baik melihat saja daripada menuruti nafsu”?
(3) Bagaimana seseorang bisa mendapatkan fulfilment dan contentment dalam hidupnya?

Selasa 6 Februari 2018
Nats: Pengkhotbah 6:10-12 – An Impasse
(1) Ayat 10 bicara fakta soal keterbatasan manusia. Sebutkan apa-apa saja yang menurutmu merupakan limitasi manusia sebagai manusia?
(2) Apakah manusia rela menerima keterbatasan itu? Apa yang menyebabkan manusia selalu anxious” dgn limitasi hidupnya?
(3) Ayat 12 adalah pertanyaan yang penting dari Pengkhotbah, “kalau begitu siapakah yg dapat memberitahukan arti hidup manusia yang terbatas, yang segera akan berlalu bagai bayangan?”

Rabu 7 Februari 2018
Nats: Pengkhotbah 7:1-6 – Instruction from Suffering
(1) Pengkhotbah membawa kita kepada makna terdalam dari hidup manusia yaitu nama yang harum, yang baru diingat saat kita mati.
(2) Mengapa pergi ke rumah duka lebih baik daripada ke rumah pesta?
(3) Teguran orang berhikmat lebih baik daripada pujian orang bodoh. Apa implikasi kalimat ini bagi kita?

Kamis 8 Februari 2018
Nats: Pengkhotbah 7:7-10 – Four Dangers
(1) Menurutmu, apa saja yang bisa dikategorikan sebagai “bribe” (uang suap)? Mengapa bisa membutakan hati?
(2) Ciri orang bodoh: premature judgment dan premature anger. Mengapa? Apa dampaknya?
(3) Mengapa kita tidak boleh cepat-cepat mempersalahkan (blamed) situasi zaman dimana kita hidup sebagai penyebab kesulitan hidup kita?

Jumat 9 Februari 2018
Nats: Pengkhotbah 7:11-12 – The Need of Wisdom
(1) Pengkhotbah memperbandingkan nilai wisdom dan harta warisan. Apa yang ia anggap bisa memberi nilai sejati?
(2) Bagaimana kita mengerti kalimat “hikmat memelihara hidup pemiliknya”?

Sabtu 10 Februari 2018
Nats: Pengkhotbah 7:13-14 – Life under the Hands of God
(1) Mengatakan Allah mengatur semua dan berdaulat, bukan berarti orang Kristen hanya terima nasib malang dan tidak berjuang. Bagaimana kita melihat Allah meminta kita berjuang tetapi sekaligus mengakui kedaulatan-Nya?
(2) Jika Allah berdaulat dan mengatur seluruh hidup, maka bagaimana ajaran ini membantu kita menghadapi hari-hari kemalangan?