Renungan Minggu Ini

BIJAKSANA HIDUP MENURUT PENGKHOTBAH [1]
SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA

Senin 15 Januari 2018
Nats: Pengkhotbah 1:1 – 11 – The Repetitive Cycles of the Natural World
(1) Hidup manusia bukan didorong oleh “sense of survival” tetapi oleh “sense of purpose, values, and meaningful life,” itu sebab manusia berjuang untuk hidup.
(2) Pertanyaan ayat 3 “What does man gain by all the toil?” penting sekali anda jawab dengan teliti dan tuliskan semua. Lalu kita bertanya apa betul inikah “gain” yang sesungguhnya?
(3) Pelajaran apa yang anda dapatkan dari sejarah manusia yang terus mengulang mengejar “gain” ini dalam hidup mereka? Ayat 11 ditutup dengan kematian sebagai bab terakhir hidup kita. Apa yang tertinggal sesudah itu?

Selasa 16 Januari 2018
Nats: Pengkhotbah 1:12 – 18 – Mengapa Orang Pandai Berlaku Bodoh?
(1) Ayat 12 mengatakan bahwa semua perenungan bijak dalam kitab ini bukanlah asal omong dari orang yang putus asa dan kecewa tidak mendapatkan apa yang dicita-citakan. Yang memberikan refleksi kata bijak di sini adalah seorang raja yang kaya dan bijak.
(2) Andai anda mendengar ceramah Nelson Mandela, Jack Ma, Bill Gates, apa yang anda ingin dengar dan apakah anda menelan dan mencerna bulat-bulat semua kata-kata mereka? Sebab mereka hebat dan sukses dalam hidup ini, bukan?
(3) Mengapakah Pengkhotbah berkata bahwa pengetahuan yang banyak dan bijaksana yang hebat tidak sanggup memuaskan kebutuhan hidup manusia? Mengapa orang pintar tetap bertindak “folly” dan “madness?” (ayat 17)

Rabu 17 Januari 2018
Nats: Pengkhotbah 2: 1 – 17 – The Vanity of Pleasures, Possessions, and Enjoyments
(1) Kini Pengkhotbah beralih kepada hal-hal fisik dan kenikmatan hidup sebagai hal-hal yang dikejar manusia sebagai tujuan hidup mereka. Pengkhotbah tidak mengejar “pleasure” sebagai sebuah kegilaan, tetapi dengan benar dan bijak (lihat ayat 3).
(2) Ada “wine, work, wedding, and wealth” yang dikejar dan dicapai.
(3) Ayat 17, Pengkhotbah justru simpulkan semua kenikmatan dan pencapaian ini tidak mendatangkan kepuasan tetapi kedukaan. Apakah anda mengalami hal ini? Mengapakah justru kenyataan ironi ini yang terjadi dalam hidup manusia?

Kamis 18 Januari 2018
Nats: Pengkhotbah 2:18 – 26 – Hidup Itu: Kerja, Kerja, Kerja!
(1) Pengkhotbah bicara soal hasil kerja yang keras akhirnya dimakan dan dinikmati oleh orang lain. Mengapakah kenyataan pahit ini terjadi dan dialami banyak orang?
(2) Manusia bukan hidup untuk kerja. Ayat 22 adalah pertanyaan penting apa yang dikejar hati manusia dari kerja dan kerja? Jika ayat 23 adalah realita yang anda alami, renungkan dalam-dalam apa yang salah dari hidup kerjamu?
(3) Kejayaan tidak bisa diperoleh dari pencapaian kerja. Bagaimana ayat 24-26 menolong anda memiliki perspektif yang benar tentang kerja di hadapan Tuhan?

Jumat 19 Januari 2018
Nats: Pengkhotbah 3:1 – 8 – A Time for Everything
(1) Ini adalah puisi bijak mengenai aktivitas hidup manusia yang begitu kompleks dan datang silih berganti. Puisi ini adalah respon manusia yang tepat atas situasi dan kondisi apa yang terjadi.
(2) Ayat 8 “ada waktu membenci” sebagai sikap kemarahan yang benar dan tepat atas situasi yang tidak adil. Diperlukan “spirit of discernment” yang bijak dalam berespon dengan benar.
(3) Bagaimana puisi bijak ini menuntun anda berespon dengan tepat pada situasi yang tepat pula?

Sabtu 20 Januari 2018
Nats: Pengkhotbah 3:9 – 15 – Fear God, the Sovereign One
(1) Kita lihat hidup ini seperti rutinitas dan pengulangan belaka, tetapi firman Allah memperlihatkan bahwa Allah berdaulat menuntun semua agar indah pada waktunya.
(2) Jangan fokus pada peristiwa apa yang terjadi terus-menerus dalam hidup anda, tetapi fokuslah kepada kedaulatan Allah bekerja dalamnya.
(3) Bagaimana firman ini memanggil anda berespon dengan benar kepada the sovereign God?