Renungan Minggu Ini

THE RIGHT USE OF TIME

Senin 1 Januari 2018
Nats: Lukas 12:1 – 21
(1) Apa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita tentang konsep nilai hidup kita di hadapan Tuhan?
(2) Dalam hidup ini, siapakah yang harus paling kita takuti? Mengapa?
(3) Kalau pertanyaan orang kaya itu, ‘Apa yang harus aku lakukan?’(ayat 17), anda tanyakan atas hidup anda. Apa jawabmu?

Selasa 2 Januari 2018
Nats: Yakobus 4: 13 – 5: 6
(1) Apakah firman Tuhan menegur orang yang membuat perencanaan dalam hidupnya?
(2) Mengapa kita harus berkata, “Biarlah kehendak-Nya yang jadi”? Bagaimana sikap kita yang seharusnya jika segala sesuatu kita berserah kepada-Nya?
(3) Jika hidup ini hanya sekejap saja, bagaimana panggilan dan teguran Yakobus atas pemakaian harta dari orang kaya?

Rabu 3 Januari 2018
Nats: Efesus 4: 17 – 32
(1) Hidup seperti apa yg dilukiskan di sini sebagai “hidup yg sia-sia”?
(2) Mengapa tanda hidup yang baru senantiasa menekankan soal: perkataan mulut kita?
(3) Prinsip-prinsip apa yang anda dapatkan tentang menjaga perkataan mulut kita disini?

Kamis 4 Januari 2018
Nats: Efesus 5: 1 – 20
(1) Tujuan hidup: Serupa Kristus. Ada 2 hal yag Paulus angkat di sini yakni: the life of love dan the life of sacrifice. Bagaimana mengimitasi Allah dalam hal ini?
(2) Ayat 6-7, pertemanan seperti apa yang harus kita hindarkan?
(3) Daftarkan semua sikap hidup yang menjadikan hidup kita sebagai “hidup yang bijaksana.”

Jumat 5 Januari 2018
Nats: Kolose 4: 2 – 18
(1) Ayat 2, agar anda jalani hidup yang “watchful and thankful.” Bagaimana anda kembangkan hidup yang watchful and thankful ini?
(2) Menghadapi orang tidak percaya, hidup kita dipanggil: “Be wise.” Renungkan ayat 5-6, bagaimana caranya kita pakai setiap kesempatan agar mereka bisa percaya Tuhan?
(3) Apa yang anda pelajari dari teladan orang-orang percaya yang Paulus sebutkan nama-nama mereka?

Sabtu 6 Januari 2018
Nats: 1 Korintus 7: 29 – 40
(1) Time is short, kata firman Tuhan. Maka di sini, Paulus letakkan satu prinsip penting yaitu: masalah kebutuhan duniawi diletakkan di bawah perspektif surgawi.
(2) Bagaimana caranya agar apa yang kita lakukan dalam dunia ini, seperti: menikah, bekerja, perasaan, investasi, dsb, kita jalani tapi dengan perspektif surgawi?
(3) Bagaimana secara praktis menurut firman Tuhan?