Renungan Minggu Ini

ORANG-ORANG YANG MEMBERI PERSEMBAHAN

Senin 6 November 2017
Nats: Lukas 20: 45 – 21: 9 – Janda Miskin: Uang Kecil maka Orang Lain Abaikan
(1) Kisah janda miskin ini diapit oleh peringatan Yesus atas kemunafikan orang beragama Farisi yang bisa membuat orang kagum dan kemegahan Bait Allah yang juga membuat orang kagum. Kemunafikan apa yang dilihat Yesus dibalik kesalehan eksternal orang Farisi? Adakah anda menilai kerohanian secara eksternal dan mudah dikecohkan akan hal ini?
(2) Yesus menarik perhatian murid-murid kepada persembahan janda miskin. Mengapa orang mudah “ignore” dan tidak melihat persembahan “uang kecil” seperti ini?
(3) Apa prinsip ukuran yang Yesus berikan dalam menilai persembahan janda ini?

Selasa 7 November 2017
Nats: Yohanes 11: 45 – 12: 11 – Maria: Uang Besar tapi Orang Lain Tersinggung
(1) Kisah Maria mengurapi Yesus diapit oleh rencana pembunuhan Yesus dan Lazarus. Mengapa bisa ada rencana dan pikiran jahat membunuh dalam diri ahli agama dan Farisi?
(2) Apa motif terdalam dari persembahan Maria?
(3) Mengapa murid-murid bereaksi “feel offended” atas persembahan ini? Mengapa justru tidak memuliakan Allah dan bersyukur melihat ada orang memberi persembahan yang mahal dan besar?

Rabu 8 November 2017
Nats: 2 Korintus 8: 1 – 24  –  Korintus: Kaya tapi Enggan Memberi dengan Limpah
(1) Ayat 8-10 memberikan fakta bahwa jemaat Korintus berhenti memberi dan kehilangan antusias berkorban, padahal mereka kaya. Mengapa demikian?
(2) Bagaimana kondisi finansial gereja ini? Apa saja kehebatan dan kekayaan mereka?
(3) Apa dorongan rohani yang Paulus berikan agar jemaat Korintus yang kaya ini bersedia memberi? Bagaimana kondisi rohani dan sikap jemaat yang tidak berkekurangan ini membantu anda melihat kondisi hidupmu dan gereja-gereja sekarang ini dalam memperhatikan kebutuhan finansial gereja dan pelayanan lain?

Kamis 9 November 2017
Nats: 2 Korintus 9: 1 – 15 – Makedonia: Miskin tapi Murah Hati Memberi
(1) Ayat 2, pemberian menjadi katalis orang lain memberi, ini yang saya sebut sebagai “the chain of blessings.” Tapi ironinya, justru jemaat Makedonia terus memberi tapi jemaat Korintus berhenti memberi.
(2) Bagaimana kondisi gereja Makedonia? Apa perasaan Paulus mengenai sikap gereja Korintus?
(3) Ayat 15 adalah luapan emosi yang tidak bisa dilukiskan bagaimana hidup kita yang sudah mendapatkan hadiah-hadiah ilahi yang luar biasa. Prinsip dan arti dari persembahan diberikan oleh Paulus dari ayat 6-15. Daftarkanlah prinsip-prinsip apa saja yang anda dapatkan tentang persembahan kepada Allah itu?

Jumat 10 November 2017
Nats: Kisah Rasul 4: 1 – 37 – Beban Dipikul Bersama Jadi Ringan
(1) Daftarkanlah ciri dan kondisi jemaat gereja awal di fasal 4 ini? Apakah inti berita (core message) dari Injil Yesus yang Petrus simpulkan di sini?
(2) Mengapakah intimidasi dan tekanan pemimpin agaa tidak mengendurkan hati murid-murid?
(3) Barnabas pertama kali disebut di sini, dan ia disebut sebagai “son of encouragement”. Mengapa demikian? Bagaimana anda melihat hidup komunal yang berbagi begitu indah di sini?

Sabtu 11 November 2017
Nats: Kisah Rasul 5: 1 – 16 – Berkorban Memberi tapi Curi Kemuliaan Allah
(1) Tidak diragukan lagi bahwa persembahan Ananias dan Saphira adalah luar biasa, sebab mereka memberi sampai 50% dari seluruh yang mereka miliki.
(2) Mengapa bisa manusia seperti Ananias mau memberi persembahan kepada Tuhan tetapi sekaligus bisa berbohong?
(3) Persembahan adalah ekspresi syukur atas apa yang Allah beri dan bukan kesempatan untuk meninggikan diri dan mencuri kemuliaan Allah.