Renungan Minggu Ini

NABI YEREMIA:
MENGATASI PERGUMULAN PELAYANAN YANG BERAT

Senin 16 Oktober 2017
Nats: Yeremia 11:1 – 23 – Hanya Mau Berkat, tapi Menolak Taat
(1) Dari ayat 1-10, apa berkat dari janji Allah menjadi Tuhan-Nya umat Israel dan Yehuda? Kewajiban apa yang Tuhan minta dalam meresponi perjanjian berkat ini? Bangsa Yehuda hanya mau manis dan indahnya berkat tanah perjanjian, tetapi menolak tanggug jawab untuk bertobat dan taat.
(2) Ayat 11-17, mengapa Tuhan melarang Yeremia berdoa mohon ampun bagi dosa Yehuda? Mengapa mereka sudah tidak tertolong dan mau berbalik kepada Tuhan?
(3) Apa resiko pelayanan Yeremia? Keadilan Allah adalah penghiburan bagi orang benar. Saat anda dipersalahkan, anda punya Tuhan yang kepadaNya anda bisa berserah untuk membelamu. Sekaligus jaga hati agar tidak pahit karena niat jahat orang atasmu.

Selasa 17 Oktober 2017
Nats: Yeremia 12:1 – 17 – Mana KeadilanMu, Tuhan?
(1) Pergumulan berat apakah yang dikeluhkan Yeremia kepada Tuhan dalam doanya di ayat 1-6? Apakah anda pernah merasakan seperti Yeremia ketika keadilan terbalik dan berjuang sendiri? (2) Mengapa manusia sering tuli mendengar berulang kali teguran Tuhan? Bagaimana anda merenungkan dashyatnya “the fierce anger of the Lord” (ayat 13)?
(3) Kejahatan akan tercabut sampai ke akar, lalu Tuhan akan menanam benih kesucian yang baru. Apa yang anda pelajari dari keadilan dan belas kasih Allah dari ayat 14-17 ini bagi hidup rohanimu?

Rabu 18 Oktober 2017
Nats: Yeremia 13:1 – 27 – Rotten from Inside Out
(1) Borok yang busuk harus dibersihkan dan bukan ditutup-tutupi baru ada harapan sembuh. Apa jadinya jika kesalahan dosa ditutup-tutupi? Jika dosa korupsi ditutupi dengan memberi amal kebaikan dan persembahan?
(2) Ayat 12-17 adalah panggilan Allah untuk bertobat sejati. Apa ciri dari pertobatan sejati di sini? Kemunafikan rohani menutupi kejahatan dan amal persembahan adalah pembusukan dari dalam keluar.
(3) Siapakah yang berkuasa merubah hitamnya hati manusia berdosa? Mari kita mencari pertolongan kepada Tuhan yang berkuasa dalam pertobatan.

Kamis 19 Oktober 2017
Nats: Yeremia 14:1 – 22 – Tangisan Yeremia Siang Malam
(1) Respon atas bencana kekeringan, bangsa Yehuda menangis karena kesulitan dan penderitaan, tetapi bukan menangis dalam doa kepda Tuhan. Sebaliknya Yeremialah yang berdoa bagi mereka.
(2) Ayat 10-16, Tuhan melarang Yeremia berdoa. Percuma memohon bagi orang yang berbuat dosa tetapi tidak pernah mengakui dosanya.
(3) Ayat 17-22, mengambarkan doa dan hati Yeremia. Apa yang membuat jiwa Yeremia tertekan dan menangis? Apa yang anda rasakan dari hati dan jiwa pelayanan Yeremia di sini?

Jumat 20 Oktober 2017
Nats: Yeremia 15:1 – 21 – Semakin Diserang, Semakin Dikuatkan
(1) Bagaimanakah ayat 1-9 menggambarkan kengerian penghakiman Allah? Jika doa nabi besar pun tidak sanggup menolong, lantas kepada siapa manusia harus mendapatkan pertolongan dari dosanya?
(2) Bagaimana umat Yehuda membalas peringatan curahan kasih Yeremia kepada umat?
(3) Bagaimana Tuhan memberikan comfort kepada Yeremia yang dihina dan terluka dalam pelayanan? Apa prinsip-prinsip firman Allah di sini untuk anda terus jadi pelayan yang faithful?

Sabtu 21 Oktober 2017
Nats: Yeremia 16:1 – 21 – Hope despite the Disaster
(1) Menghadapi pembuangan dan penderitaan di depan, apa saja yang Tuhan larang kepada Yeremia (lihat ayat 1-9)? Bagaimana anda melihat hal ini dalam kaitannya dengan sikap self-denial dalam hidup anda ikut Tuhan?
(2) Ciri orang yang cari pembenaran diri adalah suka twisted dan memperdebatkan firman Tuhan (lihat ayat 10-13).
(3) Tapi ayat 14-21 bicara soal sikap rohani dari kaum tebusan Tuhan. Apa saja sikap hati dan pembaharuan rohani yang otentik dan terbukti nyata dari hidup yang bertobat kepada Tuhan?