Renungan Minggu Ini

RENUNGAN SURAT 1 TESALONIKA:
Apa Arti Menjadi Kristen Dewasa

Senin 31 Juli 2017
Nats: 1 Tesalonika 1: 1 – 9 – Masih Muda tetapi Jadi Panutan
(1) Bacalah Kisah Rasul 17:1-9 untuk memahami bagaimana gereja Tesalonika terbentuk.
(2) 1 Tesalonika 1:4-5 bicara soal bagaimana seseorang bisa percaya Yesus, walau ada tekanan berat masyarakat sekitar.
(3) Keindahan apa yang anda dapatkan dari frasa firman ini: “work of faith, labour of love and steadfastness of hope” (ayat3)?
(4) Ayat 6 “in much affliction”, bagaimana menjaga hati tidak menjadi pahit tetapi jadi teladan dan berkat? Apa yang firman Tuhan ajarkan dari ayat 6-9 akan hal ini?

Selasa 1 Agustus 2017
Nats: 1 Tesalonika 2: 1 – 16 – Motivasi Hati Paulus dalam Pelayanan
(1) Ayat 5 “God is witness” Paulus mengungkapkan bersihnya motivasinya dalam pelayanan, sebab bisa jadi ada tuduhan jahat atas dirinya.
(2) Lihat ayat 1-12 dan daftarkan semua sikap dan tindakan Paulus sebagai bukti bahwa pelayanannya hanya mau “pleasing God”. Ayat 10 “You are witnesses” Paulus minta jemaat menjadi saksi nyata.
(3) Ayat 13-16 memberi kekuatan mengapa tidak perlu kecewa dan takut kepada orang-orang yang menghambat Injil?

Rabu 2 Agustus 2017
Nats: 1 Tesalonika 2: 17 – 3: 13 – Ditekan tetapi Mengeluarkan Minyak Harum
(1) Dari 1 Tesalonika 2:17 sampai 3: 5, bagaimana Paulus mengajar jemaat untuk mengerti apa itu “affliction” dan bagaimana menghadapinya?
(2) Ayat 7 bicara soal konstan “distress and affliction” yang Paulus alami, tetapi bagaimana dia bisa dihiburkan dari berita “affliction” yang dialami jemaat Tesalonika?
(3) Walau susah perjalanan di depan, tetapi Paulus terus jalan, sebab ayat 11-13 adalah dorongannya. Prinsip-prinsip apa yang anda dapatkan di sini sebagai pendorong bagi hidupmu?

Kamis 3 Agustus 2017
Nats: 1 Tesalonika 4: 1 – 12 – Bereskan Benalu Tidak Bertanggung Jawab atas Hidup
(1) Bukti anak-anak Tuhan sejati adalah kesucian hidup. Apa peringatan firman Allah bagi mereka yang “disregard” (ayat 7), anggap sepele hal ini?
(2) Ayat 9 “concerning brotherly love” berarti ada orang jadi “benalu” pakai bahasa-bahasa rohani tentang kasih tetapi minta hidupnya ditunjang sepenuhnya.
(3) Adakah anda merasa “guilty” kalau tidak menolong orang yang tidak kerja, padahal anda tahu orang ini bisa jadi benalu dan malah buat ada di pihak yang jahat. Bagaimana firman di ayat 9-12 memberi prinsip tentang menolong orang agar bertanggung jawab juga atas hidupnya?

Jumat 4 Agustus 2017
Nats: 1 Tesalonika 4: 13 – 5: 11 – Bereskan Pemahaman Keliru akan Akhir Zaman
(1) Memang repot bagi benalu kalau pakai bahasa-bahasa rohani menjadi alasan tidak bertanggung jawab atas hidup: toh Tuhan Yesus sudah mau datang, mengapa kerja, doa saja.
(2) 1 Tesaonika 4:13-17 Paulus bereskan dulu salah mengerti kemana perginya orang percaya yang meninggal, tetapi Yesus belum datang kembali?
(3) 1 Tesalonika 5: 1-11, Paulus tegaskan kedatangan kedua kali Kristus seperti pencuri yang datang pada saat yang tidak terduga, berarti bagaimana cara hidup kita kalau demikian?

Sabtu 5 Agustus 2017
Nats: 1 Tes 5: 12 – 28 – Respek Kepada Pemimpin yang Memberi Ajaran dan Teladan
(1) Kesaksian gereja muda ini makin bersinar bergantung dari kesaksian para pemimpinnya. Apa prinsip yang Paulus beri kepada gereja muda ini dalam menghormati pemimpin rohani mereka?
(2) Ayat 14 bicara mengenai 4 prinsip dalam tanggung jawab komunitas gereja: tegur, hibur, tolong, dan sabar.
(3) Ayat 16-21 bicara soal prinsip dan dinamika yang hidup dalam setiap ibadah dan fellowship jemaat.