Renungan Minggu Ini

KEWAJIBAN SEBAGAI MURID-MURID YESUS

 Daily Bread of This Week:

Senin 3 April 2017
Nats: Lukas 17: 1 – 10 Tangung Jawab dan Kewajiban Jadi Murid
(1) Yesus peringatkan agar murid Tuhan tidak jadi sandungan untuk orang mengenal Kristus. Coba pikirkan skandal batu sandungan seperti apa yang lebih baik orang-orang seperti itu segera mati saja?
(2) Ayat 3b-4, ada kewajiban menolong orang dari kejatuhan dan memberi pengampunan. Kerohanian sejati attract orang dan bukan jadi stumbling blocks.
(3) Reaksi “Tambahkan iman” berarti kewajiban ini almost impossible. Adakah reaksi kita juga seperti ini? Dimana kelemahan kita ada sehingga merasa enggan taat sepenuhnya? Apa arti memiliki hati sebagai hamba?

Selasa 4 April 2017
Nats: Lukas 17: 11 – 19 Dimana Rasa Syukurmu?
(1) Apa saja yg membuat banyak orang, tidak terkecuali kita, bersungut-sungut dan kehilangan rasa syukur?
(2) Kita mungkin geleng-geleng kepala, “Kok bisa ya, 9 orang yg sudah disembuhkan tidak balik bersyukur.” Tetapi ini fakta.
(3) Mengapa ke 9 orang ini tidak kembali kepada Yesus untuk bersyukur? Dan mengapa orang Samaria ini balik dan bersyukur?
(4) Bahaya sekali jikalau ketika kita senang dan bahagia atas berkat yg datang namun tidak menjadikan God as the center of our gratitude.

Rabu 5 April 2017
Nats: Lukas 17: 20 – 37 Kerajaan Allah: Already and Not Yet
(1) Konsep umum dari orang-orang Yahudi dan Farisi bhw kerajaan Allah berarti diteguhkan kembalinya monarki keturunan raja Daud secara fisik: ada raja dan pemerintahan di Israel. Mereka tidak lihat bahwa kerajaan itu sudah datang dalam Kristus melalui mujizat dan pengajaran-Nya, khususnya melalui kematian dan kebangkitan-Nya.
(2) Tetapi kerajaan itu akan datang finalnya pada 2nd coming of Jesus.
(3) Hidup dalam era: already and not yet, apa tantangan yang dialami oleh semua orang yang jadi murid Yesus?
(4) Dan bagaimanakah sikap dunia kepada Yesus?

Kamis 6 April 2017
Nats: Lukas 18: 1 – 8 Bagaimana Hidup Dalam Penantian
(1) Baca juga 2 Kor. 5:6-10 dan Kol. 3:1-4, kita menemukan betapa tidak mudah hidup di tengah penantian kemuliaan kedatangan Kristus namun di tengah kesulitan hidup.
(2) Baca juga 2 Pet. 3:3,4, adanya tertawaan yg diberi kepada hidup beriman orang Kristen. Adakah tantangan ini semua bisa mengecilkan iman anda?
(3) Yesus mengajar agar kita semua tidak pernah menyerah. Melalui perumpamaan ini, pelajaran apa yg Yesus berikan tentang: siapakah Allah kita? Dan bagaimana hidup doa kita seharusnya?

Jumat 7 April 2017
Nats: Lukas 18: 9 – 14 Adakah Anda Berpikir “Good Enough”?
(1) Bagaimana anda berpikir tentang diri anda? Hidup religious yang nampaknya disiplin dan penuh persistent, termasuk dalam kehidupan doa yang rutin dan khusuk, justru dapat menciptakan persepsi yg keliru mengenai siapa kita.
(2) Menurut anda, orang Farisi ini semakin giat ibadah dan doa, justru menjadikan bagaimana ia menandang dirinya di hadapan Allah?
(3) Pemungut cukai tentu tidak akan pernah berpikir bhw dirinya “good enough.” Tetapi tidak demikian dengan orang2 yg rajin ibadah.
(4) Bagaimanakah anda memandang diri di hadapan Allah?

Sabtu 8 April 2017
Nats: Lukas 18: 15 – 30 Masuk Dalam Kekayaan-Nya: Only by Grace
(1) Arogansi rohani, kehilangan syukur, dan “menghina” rohani orang lain: semua ini timbul karena melihat diri “good enough.”
(2) Kisah hidup anak muda kaya ini menjadi cermin apa artinya melakukan kehidupan rohani tidak berpusat pada Tuhan, tetapi demi dipandang “good enough.”
(3) Baca dan renungkan lagi Efesus 2:8,9. Dalam hal apa kita harus terus-menerus melihat hidup kita sebagai orang-orang percaya adalah anugerah semata-mata? Bagaimana kita membuktikan bahwa hidup Kristen kita adalah hanya anugerah?