Kenapa anak saya sepertinya kurang pintar dibanding anak lain yang seumurnya?

Question and Answer (Q & A)

Question: Kenapa anak saya sepertinya kurang pintar dibanding anak lain yang seumurnya?

Answer: Ada anak yang sudah bisa baca lebih dulu dari yang lain, ada yang kemampuan matematikanya lebih baik. Mereka mudah menghafal dan nilai mata pelajaran mereka bagus. Tapi cerdas sekolah (school-smart) bukan satu-satunya jenis kecerdasan.

Ada beberapa macam kecerdasan.
Anak yang cerdas kata (word-smart) menyukai kata-kata dan suka bermain dengan kata-kata. Anak yang cerdas musik (music-smart) menyukai ritme dan pola pada suara. Anak yang cerdas angka (logic-smart/number-smart) menikmati problems solving dan have fun dengan sains dan teka-teki. Anak yang cerdas gambar (picture-smart) senang melihat dan memperhatikan hal-hal menarik di sekitarnya.

Anak yang cerdas gerak (body-smart) merasa nyaman dengan tubuhnya, aktif dan menyukai olahraga/ dance. Anak yang cerdas sosial (people-smart) suka berinteraksi dengan orang lain. Anak yang cerdas diri (self-smart) mampu memahami dirinya sendiri termasuk perasaan yang sedang dialaminya. Anak yang cerdas alam (nature-smart) suka kegiatan outdoor  dan memperhatikan tumbuhan dan binatang.

Seringkali orangtua atau anak yang berada di sekolah dengan sistem tradisional merasa tidak cukup pintar ketika membandingkan nilai-nilainya dengan anak yang lain. Padahal kecerdasan itu bermacam-macam dan setiap anak pintar di hal-hal yang berbeda. Anak-anak dengan masing-masing kecerdasannya akan dapat bekerja sama dengan baik dan tidak bisa dibilang suatu jenis kecerdasan lebih baik dari kecerdasan yang lain. Anak yang cerdas angka tidak bisa dibilang lebih pintar dibanding dengan anak yang cerdas sosial.

Sebagai orangtua, kita harus mengerti macam-macam kecerdasan ini dan kemudian memberi pengertian kepada anak, agar mereka mengerti bahwa mereka mempunyai kecerdasan tertentu (yang bisa jadi berbeda dengan kecerdasan yang dimiliki oleh teman-temannya). Ingatkan mereka bahwa Allah menciptakan mereka dan mengaruniakan talenta dan kepribadian yang unik pada setiap manusia. Dan Allah sangat menghargai setiap pribadi kita satu per satu.

“You created my inmost being; you knit me together in my mother’s womb. I praise you because I am fearfully and wonderfully made.”
(Psalm 139:13,14)