Apa yang harus saya lakukan sebagai orang tua untuk menghindari homoseksualitas pada anak lelaki saya?

Question and Answer (Q and A)

Question: Apa yang harus saya lakukan sebagai orang tua untuk menghindari homoseksualitas pada anak lelaki saya?

Answer: Menurut Dr James Dobson (penulis buku Bringing Up Boys), ayah memainkan peranan penting terhadap pertumbuhan seorang anak lelaki menjadi pria dewasa. Mothers make boys. Fathers make men. Saat masih bayi, anak secara emosional dekat dengan ibu. Dalam bahasa psikoanalisa, ibu adalah objek cinta yang pertama. Ia memenuhi segala kebutuhan primer dari anak-anaknya. Anak perempuan akan mengidentifikasikan dirinya dengan memandang kepada ibu. Sedangkan anak lelaki mempunyai tugas tambahan dalam perkembangannya: berhenti mengidentifikasi ibu dan mulai mengidentifikasi ayahnya. Dimulai sekitar umur 18 bulan, anak kecil tidak hanya mulai mengobservasi perbedaan, tetapi juga mulai menentukan, “mau jadi seperti siapa saya? Ayah atau Ibu?”. Disaat itulah anak lelaki mulai melihat ayah sebagai model yang maskulin. Secara umum, anak lelaki usia dibawah 3 tahun menentukan bahwa ia ingin bertumbuh menjadi seperti ayahnya. Ini adalah pilihan  yang implisit, dimana ia memilih untuk tidak mau tumbuh menjadi seperti ibunya. Seperti yang disebutkan oleh Robert Stoller, “tugas utama untuk menjadi seorang pria adalah: jangan menjadi seorang wanita.”

Disinilah seorang ayah harus melakukan bagiannya. Ia perlu menunjukkan dan menegaskan kelelakian/ maleness dari anaknya. Ia bisa bermainrough-and-tumble dengan anak lelakinya, yang menunjukkan bahwa itu adalah permainan sesama laki-laki, berbeda dengan permainan perempuan. Ajari anak untuk bermain bola. Ajari tentang hal-hal pertukangan. Ajak anak lelaki untuk mandi bersama dengan ayahnya, sehingga ia bisa melihat bahwa ayah punya alat kelamin yang sama seperti yang dimilikinya.

Ketika anak lelaki mulai menjalin hubungan yang akrab dengan ayahnya dan mulai memahami bagaimana menyenangkan dan penuh energinya seorang ayah, mereka mulai belajar menerima maskulinitas dirinya. Mereka akan merasakan rasa bebas, dengan cara menjadi berbeda dari ibunya, bertumbuh masuk ke dalam dunia pria. Jika orang tua mendorong anak lelakinya seperti ini, itu akan menolong mereka mengembangkan identitas maskulin dalam diri mereka dan nantinya tumbuh menjadi pria yang heteroseksual. Selama 15 tahun Dr Dobson melayani para pria homoseksual, tidak ada satupun diantara mereka yang berkata bahwa mereka punya relasi yang penuh kasih dan respek terhadap ayahnya.

Seorang anak lelaki perlu memandang ayahnya sebagai sosok yang percaya diri, yakin akan kemampuan dirinya dan mampu mengambil keputusan secara efektif. Ia juga membutuhkan sosok ayah yang suportif, peka dan caring. Ibu perlu mundur sedikit, jangan berusaha menjadi Ayah dan Ibu sekaligus untuk anaknya. Jika si anak punya pertanyaan, minta dia untuk bertanya pada Ayahnya. Ibu perlu memberikan kesempatan kepada Ayah untuk mendemonstrasikan kasih sayang dan interest nya kepada si anak. Dan Ayah harus memberikan waktu untuk berelasi dengan anaknya.

Seringkali beberapa Ibu punya kecenderungan untuk menganggap anak lelakinya terus-terusan sebagai bayi, sehingga ada kecenderungan menjadi hubngan ketergantungan yang tidak sehat. Jika orang tua ingin anaknya bertumbuh menjadi anak yang normal dan tidak gay, Ayah harus memutuskan koneksi ibu dan anak lelakinya yang sudah tidak sehat tersebut. Intimasi Ibu dan anak lelakinya hanya berlaku saat anak masih bayi dan anak lelaki tidak lagi interest kepada ibunya setelah umur 3 tahun. Saat itulah Ayah harus menjadi model, menunjukkan kepada anaknya bahwa ia bisa tetap memiliki hubungan dengan ibunya sambil juga mempertahankan kemandiriannya.

Psikolog Robert Stroller mengatakan “maskulinitas adalah sebuah pencapaian”. Maksudnya adalah bertumbuh normal bukanlah hal yang tiba-tiba terjadi. Melainkan dibutuhkan parenting yang baik. Dibutuhkan dukungan sosial. Dan membutuhkan waktu. Tahun-tahun krusial adalah dari 1.5 sampai 3 tahun, tapi waktu yang optimal adalah sebelum umur 12 tahun. Jika orang tua mulai mencium ada masalah pada anaknya, bekerja samalah untuk mengatasinya, cari bimbingan dan pertolongan dari psikoterapis yang mempercayai bahwa perubahan tersebut memungkinkan.

“The bottom line is that homosexual is not primarily about sex. It is about everything else, including loneliness, rejection, affirmation, intimacy, identity, relationships, parenting, self-hatred, gender confusion, and a search for belonging.” Dr Nicolosi (MSG)