Adakah tips untuk mengajarkan anak bagaimana mengatur keuangan?

Question and Answer (Q and A)

Question: Adakah tips untuk mengajarkan anak bagaimana mengatur keuangan?

Answer: Dalam keluarga kami, kami mengajarkan anak-anak sedini mungkin untuk memberikan minimal 10% dari uang yang mereka punya. Darimana pun uang itu didapatkan, 10% harus diberikan kepada Tuhan. Tentu saja kebiasaan seperti ini bukan memberikan jaminan kehidupan spiritual yang baik. Namun kebiasaan untuk memberi merupakan kebiasaan baik yang perlu dilakukan seperti layaknya membaca Alkitab dan bersaksi.

Orang-orang yang tidak diajarkan kebiasaan seperti ini sejak kecil, akan lebih susah menerapkannya saat mereka sudah dewasa. Waktu anak saya berusia 7 tahun dan 5 tahun, saya memberi mereka masing-masing 3 kaleng yang bertuliskan “Giving”, “Saving”, dan “Spending”. Saya mengajarkan agar tiap kali mereka mendapatkan uang, pertama kali yang harus mereka lakukan adalah menaruh sedikitnya 10% ke kaleng Giving (boleh lebih), sisanya mereka boleh dengan bebas membagi ke 2 kaleng yang lain. Uang yang sudah masuk ke kaleng Giving didedikasikan untuk Tuhan.

Uang yang dimasukkan ke kaleng Saving, tidak boleh diambil/ dipakai kecuali untuk pengeluaran spesial yang akan datang. Namun uang di kaleng Spending boleh dipindah ke kaleng Giving atau Saving dengan bebas. Anak-anak excited akan peraturan ini, dan mereka dengan senang hati mendistribusikan uang mereka sesuai aturan yang sudah ditentukan.

Question: Bagaimana caranya untuk mengajarkan anak-anak untuk menabung?

Answer: Anak-anak belajar tentang nilai uang dan disiplin pengendalian diri melalui menabung. Mereka membutuhkan alasan dan insentif untuk menabung. Jika mereka menginginkan sesuatu yang cukup mahal, ajarkan mereka untuk membuat rencana untuk menabung. Kalau mereka stick to the plan; menabung dalam jangka waktu yang panjang, membeli sebuah barang bukan jadi hal yang impulsif.

Kita sebagai orang tua tahu apa yang anak remaja kita inginkan saat mereka mau menghadiri event seperti prom night/ School Formals. Mereka mungkin ingin memakai gaun atau jas yang bagus (dan mahal). Jika kita sebagai orang tua dengan mudahnya memberikan uang untuk memenuhi keinginan mereka itu sesungguhnya hal tersebut kurang mendidik. Jika anak remaja kita tahu bahwa event tersebut cukup bergengsi dan memerlukan biaya yang cukup mahal, maka mereka perlu mengusahakan hal tersebut –menabung dari beberapa bulan sebelumnya.

Saat mereka menyadari bahwa menabung adalah satu-satunya alternatif yang mereka punyai, kita akan terkagum-kagum melihat kreativitas anak muda untuk menghasilkan uang dan tetap having fun.

Jika memungkinkan, anak kita juga bisa dilatih untuk menabung untuk membayar college fee, karena itu akan mengembangkan karakter dan tanggung jawab mereka akan keuangan. Beberapa orang tua yang saya kenal memberikan contoh yang cukup baik. Mereka akan membayar college fee untuk subject yang mendapatkan nilai A dan B; dan anak mereka harus membayar sendiri untuk subject yang mendapatkan nilai C atau lebih rendah. Contoh ini juga akan meningkatkan motivasi anak untuk belajar.

Question: Bagaimana caranya untuk membangun kebiasaan yang baik pada anak dalam menggunakan uang (spending money)?

Answer: Anak-anak bisa belajar untuk membeli dengan bijak, bukan membeli hal yang pertama mereka lihat (impulsive). Saran yang bisa saya berikan adalah jangan jadikan shopping sebagai entertainment. Itu akan membuat anak merasa tidak pernah puas (discontent) saat melihat barang-barang yang tidak dibutuhkan dan tidak mampu dibeli. Justru ajak anak pergi ke shopping centre untuk tujuan yang spesifik. Lihat banyak macam barang kemudian tanyakan kepada anak barang mana yang layak untuk dibeli, dan ingatkan opsi lain untuk menggunakan uang untuk diinvestasikan bagi Kerajaan Allah.

Tentunya kita mengajarkan cara menggunakan uang dengan menunjukkan kepada mereka bagaimana kita menggunakan uang. (Jika kita sendiri belum menggunakan uang dengan bijak, hal ini bisa memotivasi kita untuk berubah!) Saat anak umur 10 tahun, (bahkan ada juga yang lebih muda), mereka sudah cukup dewasa untuk dipercayakan mengetahui family budget. Mereka akan lebih mampu memandang dari sudut pengatur keuangan. Seketika mereka akan sadar mengapa mereka harus mematikan lampu sewaktu keluar dari ruangan, karena mereka melihat adanya sejumlah uang yang dibutuhkan untuk membayar tagihan listrik. Sebelum mereka memvisualisasikan itu, kata-kata kita seperti belum diresapi dengan baik. Jadi jika kita merasa anak kita sudah cukup dewasa dan mengerti tentang uang, libatkan mereka untuk mengetahui family budget. [msg]

Diambil dari buku Managing God’s Money oleh Randy Alcorn.