Renungan Minggu Ini

CHRISTMAS: God Faithfully Keeps His Promise

Kedatangan Yesus menggenapi salah satu nubuat yang ditulis oleh nabi Hosea di fasal 11:1. Yesus adalah Israel sejati yang dipanggil keluar dari Mesir yang pasti akan melaksanakan karya janji keselamatan Allah bagi bangsa-bangsa, setelah bangsa Israel yang pernah dipanggil keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian, agar melalui mereka berkat janji Allah yang sudah Ia nyatakan melalui Abraham: umat Allah akan banyak bagai pasir di pantai dan bintang di langit dengan bangsa-bangsa lain diberkati, namun gagal ditergenapi.

Adakah janji Allah bisa digagalkan oleh ketidaksetiaan penerima janji itu? Jawabannya tentu mustahil. Nabi Hosea bicara ketidaksetiaan umat Allah bagaikan prilaku istrinya yang berzinah tidak setia (fasal 1-3). Dalam fasal 9-14, nabi Hosea memaparkan sejarah panjang umat Allah melanggar perjanjian setia mereka kepada Allah, namun ketidaksetiaan manusia tidak mungkin menggagalkan janji Allah. Sebab Allah yang berjanji bukan saja Allah yang penyayang tetapi penguasa yang sanggup menggenapinya.

Senin 26 Desember 2016
Hosea 9 – Jangan Tertawa Dulu
1. Ayat 1-6 bicara ibadah raya yang megah dan terbaik dipersembahkan bangsa Israel. Tetapi bagaimana respon Allah? Dimana kesalahan ibadah seperti ini yang diungkapkan di ayat-ayat ini?
2. Ayat 7-9, kebobrokan nabi dan rohaniawan yang tidak jadi pemimpin rohani yang seharusnya menuntun dan memimpin di depan. Apa yang mereka lakukan?
3. Ayat 10-17 bicara memori manis Tuhan bagaimana Tuhan memilih umat yang kecil ini. Apa yang anda pelajari tentang mengapa Allah memilih mereka? Apa yang telah dilakukan oleh Israel sehingga Allah akhirnya menolak mereka?

Selasa 27 Desember 2016
Hosea 10 – Apa yang Ditabur, Itulah yang Dituai
1. Mengapakah dalam kesuksesan dan kekayaan melimpah, manusia sukar melihat Allah dan mengakuinya?
2. Ayat 12 bicara keindahan menabur dalam keadilan, pasti menuai hasil kasih setia. Apa yang anda pelajari dari prinsip ini bagi hidupmu? Mengapa manusia suka lalai menabur, tetapi hanya ingin menikmati hasilnya saja?
3. Ayat 2 bicara soal kelicikan hati. Hati bicara soal yang didalam, yang tidak kelihatan, motif. Bagaimana kita tahu akan kelicikan hati ini? Dapatkah anda peka mengenali kelicikan hati seseorang? Ambl waktu mengoreksi hatimu. Orang lain mungkin tidak bisa tahu, tetapi Allah melihat hati terdalam.

 

Rabu 28 Desember 2016
Nats: Hosea 11 – Christmas adalah Exodus Kedua dan Final
1. Umat Israel yang pernah dipanggil keluar dari perbudakan Mesir telah gagal memegang perjanjian dengan Allah. Allah menghukum dengan membuang mereka dan kerajaan bangsa ini ditaklukkan. Namun perjanjian Allah tidak pernah gagal.
2. Fasal ini bicara memori Allah atas panggilan-Nya kepada bangsa Israel. Apa yang anda pelajari tentang cetusan emosi Allah yang begitu passionate tentang pemeliharaan-Nya kepada umat-Nya yang kecil dan tak berdaya? Apa yang anda pelajari tentang Tuhan yang menjadi seorang Ibu bagimu?
3. Janji Tuhan tidak pernah bisa digagalkan oleh ketidaksetiaan umat-Nya. Apa yang anda pelajari dari janji Allah ini, dan khususnya Roma 8:28, bagi keputusan atau tindakanmu yang salah dan perjalanan hidupmu yang terasa berputar? Adakah anda putus asa hari ini? Bagaimana janji firman Tuhan ini menguatkanmu?

 

Kamis 29 Desember 2016
Nats: Hosea 12 – Melulu Kejar Kaya dan Kuasa
1. Ayat-ayat ini bicara sikap Israel yang memperalat Tuhan. Sikap memakai nama Tuhan untuk mencari keuntungan, menjual pelayanan, bersikap suci dan saleh di mulut, tetapi rakus mau menerkam janda-janda kaya. Janganlah anda heran melihat tingkah laku agama ini, dari dulu sudah ada.
2. Pertanyaan refleksi bagimu: Mengapa anda beriman kepada Yesus dan Allah Bapa? Adakah anda percaya agar hidupmu lancar dan diberkati selalu secara materi dan finansial?
3. Kerakusan namun dibungkus dalam kepura-puraan dan kepalsuan adalah hal yang berbahaya sebab tidak terlihat dengan jelas. Fasal 12 ini bicara kerakusan akan kaya dan kuasa ini dilakukan dalam konteks ibadah dan kelakuan para nabi. Bagaimana anda dapat memiliki roh yang membedakan agar anda selalu peka melihat motif dan tujuan yang sesungguhnya?

 

Jumat 30 Desember 2016
Nats: Hosea 13 – Tidak Ada Masa Depan bagi Kejahatan
1. Ayat 2 bicara soal kengerian akan apa yang namanya “terus-menerus berdosa.” Surat 1 Yoahnes ingatkan bahwa mereka yang terus-menerus berbuat dosa, tanpa ada pengakuan dan penyesalan lagi, menjadi bukti bahwa mereka bukan lahir dari Allah.
2. Adakah anda enggan untuk mengakui dosa dan kesalahan? Apa sebabnya seseorang enggan untuk confession of sin? 1 Yoh 1:9-10 bicara soal unconfess sin sebagai penghancur relasi yang sejati dengan Allah dan sesama, bahkan dengan diri sendiri yakni menjadi self-deceptive person.
3. Ayat 9-15 bicara soal finalitas penghukuman Allah dan tidak ada yang bisa menolong dari penghukuman Allah. Adakah unconfess sin dalam hidupmu? Inilah saatnya anda harus membereskan relasimu dengan Allah yang benar, suci dan panjang sabar itu.

 

Sabtu 31 Desember 2016
Nats: Hosea 14 – Selalu Ada Masa Depan bagi Mereka yang Percaya dan Takut Tuhan
1. Kita perlu rendah hati koreksi hati dan sembuhkan luka hidup, bukan dengan menyimpan unconfessed sin dan kemarahan, tetapi senantiasa mengaku kepada Allah di sepanjang hari-hari hidup kita.
2. Ayat 2 bicara mengenai pintu masuk bagi relasi yang indah dengan Allah dan menikmati segala kepulihan hidup dari-Nya adalah pertobatan dan pengakuan dosa. Adakah hidup anda bagaikan sebuah sumbu yang pendek mudah meledak dalam amarah dan kebencian? Allah kita disebut panjang sabar, slow to anger, sebab Dia selalu memberi peringatan dini sebelum sampai pada titik yang terdalam ketika seseorang terus-menerus berbuat dosa dan tidak mau mengaku maka hukuman-Nya final dan menakutkan.
3. Kita patut bersyukur jika ada teguran hati nurani, dan suara Roh Kudus selalu ingatkan kesalahan dan dosa kita agar kita mengaku dengan tulus kepada-Nya. Adakah tanda-tanda warning Allah atas hidupmu, sebagai tanda-tanda- Nya agar kita berubah dan berbalik kepada-Nya?