Light of the World

Kebaktian Natal 2015
Pengkhotbah: Pdt. Effendi Susanto STh.
Tema: Light of the World
Nats: Wahyu 21:22 – 22:5, Yakobus 1:16-17

 

“Jangan sesat! Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang. PadaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran” (Yakobus 1:16-17).

Ayat ini sejak dulu begitu luar biasa menyentuh hati saya, ayat ini bukan saja berkata Allah adalah Bapa dari segala terang, Allah adalah sumber terang itu, tetapi kalimat selanjutnya indah luar biasa, pada Tuhan tidak ada pertukaran bayangan. God has no shadow in Him. Mengapa ayat ini menjadi begitu indah? Sebab kalau kita melihat terang, setiap kali sebuah objek didekatkan kepada terang, tidak ada yang tidak punya bayangan; semua punya bayangan. Apa itu bayangan? Bayangan adalah sesuatu yang gelap. Waktu kita menaruh sinar dari atas, maka muncul bayangan di bawah. Benda apa pun, termasuk kita manusia, tidak ada yang tidak punya bayangan. Hanya satu-satunya Pribadi yang tidak punya bayangan, hanya satu-satunya Pribadi yang otentik, Pribadi yang murni, yang tidak punya bayangan karena Dia “clear,” Dia transparan, Dia tulus, Dia apa adanya, Dia baik adanya, Dia jujur adanya, Dia adalah Allah, Bapa segala terang. Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna datang dari Allah Bapa kita, He is a pure Giver. Waktu saya memberi kepada seseorang, setulus-tulusnya saya memberi, di dalam hati tetap saya mau dilihat sebagai orang yang baik. Di dalam kebaikan pemberian saya masih tersisa bayang-bayang supaya saya dihormati oleh orang itu. Di dalam pengorbananku kepada orang lain masih tersisa bayangan dari pengorbanan itu yaitu supaya nama saya dikenal orang selama-lamanya. Wajah yang saya perlihatkan kepadamu hari ini mungkin wajah yang bukan who truly I am, because I have a shadow. Shadow itu hanya bisa dilihat dengan jujur dan baik pada waktu terang itu datang menerangi. Itulah sebabnya Allah sumber terang itu membongkar hati kita, di hadapan kekudusanNya terbuka dan terpampang siapa diri kita yang sesungguhnya. Kita sebagai manusia yang berdosa senantiasa mempunyai bayangan.

  1. Hanya dengan terang kita baru bisa melihat hal yang paling penting yang mungkin paling tidak mudah dan tidak suka kita melihatnya yaitu kita melihat apa yang tersembunyi, apa yang gelap, apa yang cacat, apa yang kotor di dalam kehidupan kita.

Dalam Yohanes 8:12 Yesus mendeklarasikan diriNya, “I am the Light of the world.” Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan melainkan ia akan mempunyai terang hidup. Mengapa Kristus yang adalah terang itu datang ke dalam dunia yang gelap ini? Dalam Yohanes 1 inkarnasi Yesus, Allah menjadi manusia, digambarkan oleh Yohanes dengan dua identitas yang luar biasa tentang siapa Dia. Dia adalah Firman yang adalah terang, Dia adalah Firman yang adalah kehidupan; ini adalah dua identitas dari Tuhan kita Yesus Kristus. Dan pada saat yang sama Alkitab menyatakan ironi, Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia ini, tetapi dunia yang diciptakanNya tidak mengenal Dia dan tidak mau menerimaNya (Yohanes 1:9-11). Dunia yang gelap ini lebih senang dan lebih suka kepada kegelapan.

Di dalam dunia ini kita bisa melihat orang memakai nama agama untuk menyembunyikan kegelapan hatinya yang paling gelap luar biasa. Kadang-kadang kita sebagai orang Kristen harus hidup di dalam dunia yang tidak fair. Apa saja yang dikerjakan oleh orang Kristen kita dianggap diskriminatif, kita dianggap ingin memaksakan iman kepercayaan kita kepada orang lain. Seorang pelatih yang berdoa di tengah anak-anak yang sedang bersiap untuk bertanding akhirnya dipecat. Seorang mahasiswa masuk sekolah mengenakan kalung salib dianggap sebagai orang yang offensive kepada agama lain. Tetapi mari kita terima hal itu sebagai sesuatu hal yang sepele. Orang mau bongkar, orang mau pasang pohon Natal dan nativity itu tidak perlu mengganggu iman kita. Yang lalu di satu kota di Amerika kelompok Ateis memprotes pemerintah setempat untuk membongkar pohon Natal dan hiasan natal di taman-taman kota. Usaha mereka berhasil, tetapi selanjutnya orang-orang yang ada di seluruh kota itu ganti memasang ribuan pohon Natal dan hiasan natal di rumah-rumah mereka. Pemerintah menurunkan satu pohon, gantinya seribu pohon muncul di seluruh kota itu. Itu hal yang real dihadapi orang-orang Kristen di Amerika, prejudice, kebencian agama, yang terus dilakukan oleh orang-orang yang tidak percaya Tuhan. Tetapi hal-hal seperti itu tidak perlu menjadi sesuatu yang mengganggu iman kita.

Aneh luar biasa dan agak mengesalkan, tahun ini sultan Brunei mencanangkan larangan memasang ornament natal di seluruh negerinya karena alasannya adalah syariah agamanya. Sudah bukan rahasia lagi, semua orang juga tahu kalau dia berpesta, pestanya juga di dalam kebobrokan moral. Semua juga tahu berapa banyak wanita yang diperlakukan dengan tidak benar oleh dia dan keluarganya. Semua juga tahu dia bukan seorang muslim yang saleh dan tidak punya perhatian dengan agamanya, kenapa tiba-tiba punya urusan dengan hal-hal seperti ini. Di balik dari kesucian baju putihnya sebagai seorang ulama dan seorang sultan tersembunyi kegelapan hati yang luar biasa gelap. Betapa memalukan. Hitam bayangannya hitam; putih bayangannya apa? Putih tetap bayangannya hitam.

Puji Tuhan, Wahyu 21-22 begitu luar biasa indah menggambarkan dalam kota suci Yerusalem baru yang kita nantikan itu tidak akan ada kegelapan. Kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya, dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya (Wahyu 21:23-24). Dalam Yerusalem baru tidak akan ada lagi kutuk dan laknat. Puji Tuhan. Itu merupakan kalimat yang me-reverse apa yang terjadi di taman Eden. Di taman Eden Adam dan Hawa melanggar perintah Tuhan dengan memakan buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat itu, karenanya maka kutuk datang menimpa manusia itu. Tetapi kelak di dalam langit bumi yang baru, di kota suci Allah akan ada pohon kehidupan yang akan terus menerus berbuah dan daunnya akan menyembuhkan bangsa-bangsa. Luar biasa sekali digambarkan tidak ada penyakit di sana, karena daunnya pun akan menjadi daun yang menyembuhkan. Saya senang dengan kata “sembuh” karena kata itu akan membuat kita menghargai apa yang namanya sehat. Orang yang tidak pernah sakit tidak akan pernah menghargai apa itu sehat. Tetapi orang yang pernah disembuhkan, orang itu tahu apa arti dan nilai dari sembuh dan sehat itu. “Sembuh” menyatakan kita pernah sakit, kita pernah luka, kita pernah cacat, kita pernah berdosa, kita pernah berada di dalam keadaan tidak ada pengharapan. Tetapi di dalam langit bumi yang baru, di kota Yerusalem baru pohon kehidupan itu akan menyembuhkan kita.

Alkitab menggambarkan ketelanjangan di dalam taman Eden sebagai sesuatu hubungan relasi yang innocent. Allah menciptakan manusia itu amat baik adanya. Di dalam kemurnian, kesucian, kebenaran, relasinya dengan Tuhan itu tidak ada halangan, digambarkan dengan kalimat “Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu” (Kejadian 2:25). Di dalam relasi sebagai suami isteri tidak ada hal yang disembunyikan. Sayang sekali ketelanjangan itu tidak bisa lagi tetap selama-lamanya menggambarkan relasi yang jujur, relasi yang terbuka siapa kita apa adanya karena kita telah jatuh ke dalam dosa. Hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan sesama, hubungan manusia dengan dunia ini semuanya menjadi rusak.

Kutuk apa yang diturunkan dari Adam kepada seluruh umat manusia? Dalam Kejadian 3 kita tahu kematian adalah kutuk dari dosa yang tidak akan pernah bisa dihindari oleh siapapun juga. Tuhan berfirman, “Dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu sampai engkau kembali lagi menjadi tanah sebab dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu” (Kejadian 3:19). Itu adalah kutuk dari keberdosaan umat manusia; sekuat-kuatnya manusia berusaha untuk hidup sehat, menjaga makan, hidup dijaga dengan teratur bagaimanapun, kita hanya bisa menunda akan kematian itu tetapi tidak ada satu orang pun yang sanggup bisa mengontrol kapan kematian itu datang dan tiba ke dalam hidupnya. Puji Tuhan kutuk dan sengat kematian itu telah dikalahkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

Dengan susah payah kita bekerja, kita menanam benih, namun hasilnya adalah semak dan onak duri. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, ketidak-adilan, keserakahan, pencurian hasil jerih lelah keringat orang lain, itulah yang kita alami dan hadapi di dalam hidup kita sehari-hari. Ada orang yang bekerja dengan rajin dan giat, dengan susah payah, namun apa yang dia raih diambil oleh orang lain. Ada orang yang tidak bekerja, yang dengan seenaknya bisa mengantongi hasil keringat dari orang lain yang lebih lemah daripada dia. Itulah relasi hidup di bawah kutuk dosa. Di atas muka bumi ini engkau berbuat baik, engkau yang bekerja dengan jujur, engkau yang dipecat. Engkau berbuat jahat, engkau yang dihormati dan ditakuti. Dunia tidak adil seperti itu.

Akibat dari kutuk dosa kita melihat relasi suami isteri dan relasi antar manusia menjadi relasi yang berantakan. Adam mempersalahkan Hawa sebagai penyebab dia berbuat dosa. Kita tidak bisa habis pikir bagaimana seorang kakak, Kain, bisa tega membunuh adiknya, Habel. Ada iri hati, rasa malu dan rasa bersalah melekat di dalam diri kita, dan tidak ada yang perlu mengajarkan “shame and guilt” itulah bagian dari hidup kita. Tidak heran mengapa kita ingin menutupinya, kita tidak ingin orang melihat apa yang ada di baliknya. Hari ini terang itu datang, terang itu bercahaya supaya kita boleh melihat hal yang perlu dan patut kita sadari saat kita berdiri di hadapan Tuhan dengan malu, berdiri dengan mengaku kita adalah manusia yang penuh dengan dosa, kekurangan dan kelemahan, kiranya Tuhan boleh memberikan pengampunan dan kesembuhan kepada kita.

Hanya Allah yang tidak ada bayangan dan pertukaran. Dia adalah Allah yang sejati, Allah yang benar, Allah yang suci dan transparan, waktu sinarNya menyinari seluruh kegelapan menjadi lenyap dan tidak ada bayangan pada diriNya. Tidak ada pertukaran, lihat dari sisi mana saja, Ia adalah Allah yang benar, Allah yang suci, Allah yang adil. Hanya cahaya Tuhanlah yang membersihkan kita dan menyembuhkan hidup kita karena itulah fungsi dari cahaya. Ketika cahaya surgawi menerangi hati kita, kita tidak bisa lagi menutupi kegelapan dan kekelaman jiwa kita serta hidup kita yang tidak beres untuk dibersihkan dan disembuhkan olehNya.

Sinar cahaya x-ray Alpha dan Gamma menjadi alat yang dipakai oleh teknologi kedokteran yang bisa mendeteksi apa yang tidak beres dengan organ tubuh kita. Kemajuan teknologi dengan mammogram, USG, MRI semua itu perlu untuk kita mengetahui ada yang sakit di dalam bagian tubuh kita yang tidak bisa dideteksi dari luar. Kita bilang tidak ada yang sakit, tidak ada yang tidak beres, coba x-ray, coba MRI langsung kelihatan semua. Meskipun kita tidak bisa terima, itu tetap menyatakan fakta yang kita perlukan. Kita tidak bisa bilang karena kita tidak tahu maka semua baik-baik saja. Kita tidak bisa bilang karena kita tidak lihat maka itu tidak ada. Semua yang kita sembunyikan, yang tidak kita lihat, itu tidak berarti tidak ada.

Dunia ini perlu akan sinar terang dari Kristus yang datang merubah dunia ini. Suka atau tidak, terima atau tidak, dunia harus mengakui tidak ada tokoh di dalam dunia ini, tidak ada penilaian di atas muka bumi ini yang tidak kembali menilai standarnya sesuai dengan standar Tuhan kita Yesus Kristus. Pada waktu orang bicara mengenai apa itu pengorbanan yang sejati di atas muka bumi ini, orang melihat tanda salib Kristus sebagai pengorbanan yang agung luar biasa. Pada waktu orang bicara tentang apa itu kasih yang sejati, orang akan memakai standar cinta kasih yang sebenarnya dengan melihat kasih dari Tuhan kita Yesus Kristus. Pada waktu orang mengalami pukulan hajaran habis-habisan dengan darah bercucuran begitu luar biasa dari mulutnya, tidak keluar caci-maki, cercaan dan kutukan, semua itu mencontoh teladan dari Tuhan Yesus saat dipaku di atas kayu salib. Apa itu cinta yang sejati, apa itu pengorbanan yang sejati, apa itu pemberian Allah yang sejati, semua itu kembali kepada Kristus menjadi standarnya

  1. Kita perlu terang sebab hanya dengan terang kita baru bisa melihat keindahan dari Tuhan kita Yesus Kristus.

Yakobus 1:17 mengatakan “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang. PadaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran,” ayat ini sesungguhnya ditulis oleh Yakobus bagi orang-orang Kristen yang sedang mengalami penganiayaan dan penderitaan, mereka mencoba mempersalahkan Tuhan. Yakobus menegur orang-orang ini, engkau berdoa namun engkau tidak mendapatkan apa-apa karena dalam doamu engkau mau memuaskan keinginanmu. Engkau minta kepada Tuhan tetapi tidak mendapatkannya karena hatimu bimbang, akhirnya engkau marah dan mengatakan Tuhan tidak adil. Di dalam konteks keadaan seperti itulah Yakobus menuliskan ayat ini. “Janganlah sesat! Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang. PadaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” Semua hal-hal yang baik yang kita terima, semua itu datang dari atas. Tidak ada bayangan di dalam diri Allah. Allah memberi bukan supaya orang itu balas memberi kepada Dia. Allah memberi karena memang Dia adalah Allah yang baik dan murah hati.

Hanya dengan sinar kita baru bisa melihat sumber kehidupan dan cikal bakal kehidupan itu keluar. Semua orang yang suka berkebun dan tanaman tahu kita perlu tanah dan benih yang baik untuk bisa menghasilkan tanaman yang baik. Tetapi kita semua tahu tanah yang baik, benih yang baik memerlukan air yang cukup untuk membuat tanaman yang baik itu tumbuh. Tetapi bukan itu saja, yang paling vital diperlukan untuk pertumbuhan tanaman itu adalah sinar matahari. Semua orang yang suka memelihara ikan di akuarium tahu yang membuat ikan itu bisa hidup bukan hanya tank yang baik, bukan hanya air yang bersih dan sehat, bukan hanya saringan dan mesin, tetapi yang paling menentukan adalah a good lighting, sinar lampunya. Apa saja semua yang baik kalau sinar cahaya itu tidak ada, tidak akan ada pertumbuhan.

Kristus adalah terang, terang itu bercahaya memberikan pengharapan. Tanah yang kering pasti akan menghasilkan tanaman ketika hujan turun dan sinar matahari muncul menyinarinya. Ketika sinar itu datang baru kita bisa melihat keindahan karena tidak ada yang bisa dilihat di dalam kegelapan. Keindahan hanya bisa muncul pada waktu sinar matahari muncul. Di dalam kegelapan engkau dan saya tidak bisa melihat warna; hanya di dalam terang kita bisa melihat keindahan warna. Ketika Kristus menjadi terang yang terakhir nanti menyinari dunia ini tidak perlu lagi bulan dan matahari menjadi sumber kehidupan dan sumber terang sebab Ia adalah Allah sumber terang. Semua bangsa-bangsa datang kepadaNya membawa segala kekayaannya dan negara-negara membawa semua itu kepada Tuhan karena itu semua memang milikNya. Ia patut dan layak untuk dihormati dan dimuliakan selama-lamanya.

Kiranya hari ini ketika kita merayakan Natal, berita ini memberi kekuatan dan pengharapan bagi setiap kita. Terang itu menyingkirkan semua yang gelap dari hidup kita. Sebagai orang Kristen kita tidak boleh terus menyimpan sesuatu yang tidak layak untuk kita simpan. Mari kita buka diri kita di hadapan Allah sumber terang kita. Menjadi orang Kristen kita tidak boleh tidak ada pengharapan; kita tidak boleh mengatakan kita tidak punya masa depan kehidupan yang lebih baik di depan. Kita harus selalu berkata karena Dia adalah terang, kita percaya Ia akan menghasilkan kehidupan yang indah dan agung keluar dari hidup engkau dan saya.

Bersyukur kepada Tuhan kita boleh datang kepada Tuhan yang menjadi terang yang bercahaya bagi hidup kita, menjadi sumber kekuatan bagi kita. Sumbu yang pudar nyalanya tidak akan diputuskanNya dan buluh yang terkulai tidak akan dipatahkanNya. Cahaya itu memberikan kehidupan, terang itu akan menjadi terang yang menyucikan, membongkar segala hal yang tidak patut kita simpan dan sembunyikan. Kita bawa diri kita di hadapan Tuhan hari ini, sehingga Ia membersihkan, memurnikan dan memulihkan kita oleh kuasaNya. Satu kali kelak terang yang sejati itu akan datang, terang itu akan menjadi sumber kehidupan bagi semua orang yang telah ditebus olehNya. Kiranya Kristus Tuhan boleh menjadi cahaya bagi hidupmu dan hidupku. Kiranya Tuhan menyinari kita dengan kasihNya, menyinari kita dengan kebenaranNya, menyinari kita dengan kemuliaanNya, menyinari kita dengan kesucianNya, kiranya Tuhan melimpahi kita dengan segala karunia yang baik yang semua itu datangnya dari Allah segala terang, diberikan kepada kita dengan tanpa ada pamrih apa-apa adanya. Bersyukur kita boleh menerimanya dengan sukacita, dengan gratis karena kita tahu semua yang ada di dalam hidup kita sampai hari ini adalah karena kasih karunia yang baik dari Tuhan adanya. Biar hati kita boleh diterangi dan kiranya Tuhan menyingkirkan segala kemarahan, menyingkirkan segala yang jahat, menyingkirkan segala yang tidak baik, segala maksud yang kurang baik, motif yang tidak benar dalam hidup kita semua sebab di hadapan terang tahta Tuhan yang kudus tidak ada yang patut kita sembunyikan. Kita tidak suka kepada kegelapan sebab di dalam gelap kita tidak akan pernah mungkin melihat diri kita apa adanya. Hanya kita melihat cahaya terang Tuhan yang sejati barulah kita melihat siapa diri kita dan dengan cahaya Tuhan barulah kita melihat betapa indah hidup setiap kita yang dibentuk oleh Tuhan. Di tahun yang baru kiranya tunas yang baru, benih yang indah yang kita tanam boleh disinari oleh Tuhan dan boleh menghasilkan buah-buah yang berlipat ganda adanya.(kz)