Following Jesus

Pengkhotbah: Pdt. Dedy Wikarsa
Tema: Following Jesus
Nats: Yohanes 1:29-51

Saat kita memasuki tahun yang baru, biasa banyak komitmen dan banyak resolution yang kita buat. Di antara sekian banyak resolusi yang kita buat, adakah yang berkaitan dengan kerohanian kita? Ataukah kita hanya membuat resolusi dalam hal-hal lain, tahun ini mau hidup lebih sehat, tahun ini mau lebih langsing, dll. Hari ini saya mau membawakan satu topik “Following Jesus.” Mengapa kita bergereja? Mengapa kita mengikut Tuhan? Mengapa kita datang ke gereja? Apakah mungkin sdr akan seperti banyak orang Kristen lain yang bingung, ketika ditanya kepadanya kenapa engkau ikut Yesus? Kenapa engkau ke gereja? Ada yang menjawab, “Oh, karena hari ini hari Minggu, saya harus ke gereja.” Belum tentu. Hari Minggu ada banyak orang yang pergi ke tempat lain.

Dalam Injil Yohanes 1:29-51, kita melihat kenapa orang-orang ini mengikut Yesus dalam kehidupan mereka. Dalam ayat 29 kita bertemu dengan Yohanes Pembaptis sudah melayani lebih dahulu daripada Yesus Kristus dan dia sudah banyak pengikutnya. Ketika dia melihat Yesus sudah datang memulai pelayananNya, saatnya dia berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Dengan kata lain di sini Yohanes Pembaptis mengetahui bahwa bukan dia yang harus diikuti oleh orang. Kalau seorang pemimpin gereja giat membawa orang untuk mengikut dia dan bukan mengikut Tuhan, itu salah. Ketika Yohanes Pembaptis melihat Yesus, dia tahu bukan dia yang menyelamatkan umat manusia, bukan dia yang anak domba Allah, bukan dia yang menghapus dosa manusia, tetapi Yesus Kristus. Ketika saatnya sudah tiba maka dia mengarahkan murid-muridnya, “Jangan ikut saya lagi, itu lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, Dia yang sudah datang.” Jadi di dalam pengenalan pemahaman Yohanes Pembaptis, Yesus itu siapa? Dia penghapus dosa dunia. Kamu kalau ikut saya, kamu tidak selamat; tetapi kalau kamu ikut Yesus, kamu akan selamat.

Selanjutnya Yohanes Pembaptis mengatakan di ayat 34, “Aku telah melihatNya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.” Jadi bukan saja Yesus adalah Anak Domba Allah, tetapi Dia adalah Anak Allah. Hanya Dialah yang bisa menyelamatkan dosa manusia. Orang biasa tidak bisa.

Yesus mempunyai dua natur dalam satu pribadi. Dia memiliki natur sebagai Allah, Dia juga memiliki natur sebagai manusia. Dia memiliki natur sebagai Allah sehingga Dia dapat mewakili Allah di hadapan manusia. Dan Dia punya natur sebagai manusia sehingga Dia bisa mewakili manusia di hadapan Allah. Tidak ada orang yang pernah hidup di dalam dunia yang memiliki natur seperti ini selain Yesus. Oleh sebab itu satu-satunya juruselamat adalah Yesus Kristus. Yesus itu sempurna. Dia Allah, Dia manusia. Dia bisa mengerti pergumulan kita, dan itulah Allah kita. Dalam ayat 36 sekali lagi Yohanes Pembaptis mengatakan “Lihatlah Anak Domba Allah.” Yohanes Pembaptis mengenal Yesus. Dia sangat jelas percaya Yesus adalah Anak Allah, Yesus adalah Anak Domba Allah yang disembelih maka Dia bisa menghapus dosa manusia. Apakah itu juga yang hari ini menjadi alasan bagi engkau mengikut Yesus? Satu-satunya juruselamat hanya Yesus karena Dia Anak Allah, Anak Domba Allah.

Kemudian Yohanes Pembaptis mengarahkan murid-murid yang pertama untuk mengikut Yesus, dan dua murid pertama yang mengikut Yesus salah satunya adalah Andreas. Dalam ayat 37 kedua murid itu mendengar perkataannya dan pergi mengikut Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang dan Ia melihat mereka dan bertanya, apa yang kamu cari? Kenapa ikut saya? Mau hoki? Mau berkat?

Dalam ayat 38 mereka bertanya, “Rabi, dimanakah Engkau tinggal?” Kalau kita melihat percakapan ini sepertinya tidak “matching,” kenapa mereka ingin tahu Yesus tinggal dimana? Yesus tahu kenapa, oleh sebab itu Yesus berkata, mari dan lihatlah. Mereka ingin tahu kalau betul Yesus ini Anak Allah, bagaimana kehidupanNya, dan kalau bisa melihat rumah Dia, tinggal bersama-sama Dia, kita bisa yakin Dia adalah Anak Allah. Luar biasa sekali, hari itu mereka datang ke rumahNya dan tinggal bersama-sama Dia sampai malam. Apa yang kemudian Andreas pikir tentang Yesus setelah datang ke rumahNya? Di ayat 41 kita lihat dia pergi mencari Simon Petrus, saudaranya. Kabar baik selalu kita beritahukan kepada keluarga yang kita kasihi. Apalagi yang berkaitan dengan keselamatan. Dia mengatakan, “Kami telah menemukan Mesias yang diurapi!” Inilah yang kita tunggu-tunggu selama ini. Dan dia pergi beritahukan kepada Petrus. Jadi kalau hari ini kita katakan kenapa Andreas mengikut Yesus? Kenapa Andreas menjadi murid Tuhan Yesus? Karena dia tahu Yesus adalah Mesias, yang diurapi Allah. Apakah itu juga yang menjadi alasan sdr hari ini mengikut Yesus?

Yang berikutnya, ayat 43, Filipus mengikut Yesus. Tetapi bagaimana pengenalan Filipus mengenai Yesus? Filipus tahu inilah yang dinubuatkan para nabi dalam Perjanjian Lama. Ayat 46 Natanael bertanya kepada Filipus, mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret? Filipus menjawabnya, “Mari dan lihatlah.” Filipus mengerti inilah yang dia ketahui, inilah yang dia belajar selama ini, inilah Yesus yang sudah merupakan penggenapan janji. Ketika Filipus berdialog dengan Natanael, Natanael tidak mempercayai kalau Yesus itu Mesias, kenapa dia datang dari Nazaret kota kecil yang tidak terkenal? Kadang-kadang kita mengabarkan Injil, kita menghadapi orang-orang yang tidak percaya, mana mungkin Allah menjadi manusia? Susah berdebat dengan orang yang skeptik seperti itu. Filipus tidak mau berdebat. Filipus mengajak, seperti apa yang dikatakan oleh Yesus, “mari dan lihatlah.” Lihat hidup Yesus, lihat hidup orang-orang yang percaya Yesus. Betulkah Dia itu Mesias? Betulkah Dia adalah Anak Domba Allah?

Bagaimana dengan Natanael? Natanael yang tadinya meragukan Mesias datang dari kota kecil seperti Nazaret, namun ketika terjadi percakapan antara Yesus dengan dirinya, di ayat 47 kita lihat Yesus memuji Natanael, “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya.” Kata Natanael, bagaimana Engkau mengenal aku? Kata Yesus, sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihatmu di bawah pohon ara. Natanael berkata, “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel.” Natanael tahu bahwa Yesus adalah maha tahu. Apa makna dari ucapan Natanael ketika dia mengatakan Engkau adalah Raja orang Israel? Artinya Natanael mengakui Yesus, Engkau adalah Rajaku. Sekarang Natanael mengikut Yesus karena Yesus adalah Rajanya. Dia tahu, dia belajar sebagai seorang Israel inilah Raja yang dijanjikan itu. Beberapa orang ini mengikut Yesus dengan alasan yang benar, alasan yang solid dan tidak dapat diganggu gugat.

Hari ini, siapakah Yesus bagimu? Apa yang engkau cari dariNya? Apakah engkau sudah melihat Yesus dalam hidupmu? Engkau sudah menemukanNya? Sudahkah engkau menjadi pengikut Yesus bukan pengikut seseorang? Dan yang terpenting, adakah perubahan dalam hidupmu setelah mengikut Dia?

Di koran seringkali ada gambar iklan “Before” and “After.” Pria dari “one big pack” sebelumnya, setelah ikut gym menjadi “six pack,” yang wanita dari bentuk “gallon aqua” berubah menjadi tubuh langsing. Permisi tanya, apakah sdr berubah, “before” dan “after” ikut Yesus dari “worldly view” menjadi “Christ-centered view”? Dulu kita konsepnya begini, tetapi setelah percaya Yesus, setelah ikut Yesus adakah perubahan dalam kehidupan kita? Dalam bahasa Yunani kata “metanoia” berarti “repentance, changing one’s mind” perubahan di dalam pikiran seseorang. Jadi ketika seseorang bertobat, berubah pikirannya. Namun repentance bukan saja a change of mind, tetapi a change of direction. Ketika cara berpikir kita berubah, konsep kita berubah, maka kita punya life’s direction juga berubah. Kita tidak terus di jalan yang sebelumnya, dulu sebelum percaya Tuhan hidup bagaimana, sekarang setelah percaya Tuhan, jalanku berbalik ke arah lain.

Dalam Roma 12:2 Paulus mengatakan, “berubahlah oleh pembaharuan budimu” kata “transform” yang dia pakai adalah “metamorphoo” change of understanding, perubahan di dalam pikiran kita. Dalam bahasa Indonesia kita mengenal kata “metamorphosis.” Apa yang mengalami metamorphosis? Kupu-kupu adalah satu metamorphosis yang begitu kelihatan, dari ulat menjadi kepompong kemudian menjadi kupu-kupu. Dengan demikian orang Kristen dipanggil untuk “totally change,” perubahan di dalam bentuknya. Manusia lama ditanggalkan, lalu mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui dari hari ke hari. Kalau kita tidak berubah kita tidak bisa tahu yang mana kehendak Allah, yang mana bukan kehendak Allah, apa yang baik apa yang tidak baik. Kita tetap sama. Ditegur marah, disuruh baik-baik ikut Tuhan, marah. Apakah sdr marah kalau khotbah tiba-tiba menegur sdr, mengingatkan sdr? “Wah, pendeta ini ‘nyindir saya, ini pasti ngomongin saya.” Kalau tiap minggu merasa pendeta ngomongin kamu, akhirnya tersinggung dan pindah gereja, sama saja, nanti di gereja yang baru tetap kamu akan merasa disindir oleh pendetanya juga.

Kita orang Kristen suka memperbandingkan diri dengan orang lain, merasa diri masih lebih baik dari orang yang setahun sekali ke gereja, karena saya masih sebulan sekali; ‘orang itu sebulan sekali pas perjamuan kudus atau perjamuan kasih saja ke gereja, saya tiap minggu ke gereja, masih lebih baiklah.’ Jangan bandingkan dirimu dengan jemaat. Lihat standar Tuhan, kita masih jauh dari sempurna.

Apakah engkau percaya Allah ada? Kita tentu mengatakan kita percaya akan eksistensi Allah, bukan?

Dalam kehidupan kita kadang mungkin kita meragukan apakah Allah sungguh-sungguh ada atau tidak. Tetapi permasalahan yang lebih dalam adalah kita percaya Allah itu ada tetapi bagaimana sikap kita terhadap Allah? Dia Allah, Dia Raja, tetapi bagaimana sikap kita dalam menyembahNya? Kita percaya Allah itu berdaulat, tetapi kita kadang-kadang tidak menghormati Tuhan.

Apakah Alkitab bagimu? Firman Allah? Kita hormat akan firman Allah? Kita bilang ini adalah kitab kudus, buat usir setan taruh di bantal. Tetapi permisi tanya, sdr baca firman Tuhan atau tidak? Engkau baca Alkitab ini atau tidak? Engkau hormat kepada firman Tuhan, atau tidak?

Saya suka nonton film “Sam Kok” setiap kali kalau kurir membawa titah raja, di depan gulungan titah saja semua orang sudah rebah berlutut menyembah, padahal ini cuma titahnya, bukan raja itu sendiri. Kalau kita percaya ini firman Tuhan, kenapa kita sering tidak sungguh-sungguh memperlakukan Alkitab ini firman dari Tuhan yang maha kuasa?

Apa itu doa bagimu? Orang Kristen bilang, doa itu sangat besar kuasanya. Tetapi berapa banyak yang berdoa? Kerap kali kita berdoa dengan sikap menyerahkan permintaan kita kepada Tuhan, dijawab syukur tidak dijawab juga tidak apa-apa. Tidak ada kesungguhan, tidak ada keseriusan. Bagaimana kita berdoa? Apakah kita percaya Allah itu berkuasa?

Bagaimana dengan ibadahmu? Apa konsep kita tentang ibadah? Kita datang beribadah ataukah kita menonton dan menikmati orang menyembah, ataukah Tuhan yang menikmati ibadah kita? Banyak orang datang itu cuma seperti datang menonton. Kalau kita memang datang ke gereja untuk nonton, kita masih lebih celaka daripada orang pergi nonton ke bioskop karena kalau di bioskop saja kita datang lebih pagi supaya tidak ketinggalan. Kalau kelewat 5 menit kita sudah bingung siapa bunuh siapa tadi, sudah tidak tahu ceritanya. Kalau ke gereja, sudah lewat panggilan ibadah, tidak apa-apa. Sudah lewat doa syafaat, tidak apa-apa. Sudah lewat persembahan, puji Tuhan. Kalau persembahannya di awal sebelum khotbah, banyak yang tidak dapat kesempatan. Makanya sekarang gereja ganti waktu persembahan sehabis khotbah, supaya tidak ada yang lolos. Kita tidak mengerti apa itu ibadah. Kita datang begitu saja, terus complain ini itu.

Kalau kita bawa orang pergi ke gereja, kita ajak orang yang belum percaya Tuhan ke gereja, seperti yang dikatakan Filipus kepada Natanael, “mari dan lihatlah,” banyak yang akhirnya tidak mau menjadi orang Kristen. Kenapa? Dia datang ke gereja, dia lihat cara kita menyembah Tuhan dengan cara demikian, kita datang terlambat. Dia lihat kita tidak hormat sama Tuhan, bagaimana dia bisa percaya sama Tuhan, kalau kita saja tidak hormat? Sdr lihat agama lain kalau ibadah bagaimana? Luar biasa. Ini yang saya katakan kita harus memberi contoh. “Mari, lihatlah” biar mereka melihat cara kita menyembah Tuhan betul-betul kita jadikan Tuhan itu Allah yang kita sembah. Dan orang melihat, luar biasa. Waktu kita menyanyi, kita sungguh-sungguh memuji Tuhan. Dan dia akan melihat ini benar-benar orang Kristen, mereka mencintai Tuhannya dan Tuhan memang layak disembah.

Bagaimana dengan konsep pelayanan? Saya harus akui pelayanan di luar negeri berbeda sekali dengan di Jakarta, di Indonesia. Pelayanan di dapur, kebersihan gedung, semua dikerjakan sendiri di sini. Ada yang ngomel-ngomel, tidak? Bisakah orang melayani Tuhan tanpa mengasihi Tuhan? Bisa. Dia hanya melakukannya untuk dirinya sendiri. Makanya ketika tidak mendapat penghargaan, sudah marah. Ketika tidak mendapat pujian, marah. Sebelum kerja sudah marah-marah, selesai tambah marah-marah. Terus marah-marah karena dia melakukan semua untuk dirinya, bukan untuk Tuhan. Tetapi orang yang mengasihi Tuhan pasti akan melayani Tuhan karena dia tahu apa yang Yesus sudah lakukan untuk dia. Yesus mati di atas kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita, kita balas budi dengan cuci wc seimbang atau tidak? Sama sekali tidak. Menjadi liturgis, menjadi pianis, menjadi anggota paduan suara, sebandingkah dengan apa yang Tuhan telah lakukan untuk kita? Sama sekali tidak. Dengan sebesar apapun, dengan sebanyak apapun uang yang kita berikan, kita tidak mampu membalas kasih Tuhan. Jadi hari ini bagaimana mungkin ketika kita melayani Tuhan sikap kita seenak-enaknya? Ketika tidak jadi pelayanan malah bersyukur?

Saya bercakap-cakap dengan seorang pelayan liturgis di sebuah gereja, setiap minggu mereka latihan dan persiapan sama-sama, untuk ibadah latihan dengan baik seolah-olah tiap minggu itu selalu adalah event yang penting. Kita kalau Natal atau Paskah ada yang namanya gladi kotor, gladi bersih. Kalau yang setiap minggu, sedikit kotor tidak apa-apa. Padahal sama saja, itu satu ibadah kepada Tuhan, kita harus give the best all the time. Bagaimana kita melayani Tuhan hari ini?

Yang berikutnya, ini topik sensitif kadang-kadang buat gereja-gereja Injili, bagaimana kita memberi persembahan? Persembahan kadang-kadang kita hitung-hitungan sama Tuhan. Kita bilang semua berkat datangnya dari Tuhan, tetapi perpuluhan kita tidak beri. Perpuluhan kita hitung-hitungan. Ada orang bilang, kenapa waktu mau memberi perpuluhan hati sepertinya berat banget. Sebulan dapat goceng, mau kasih perpuluhan gopek, dilihat-lihat itu gopek kok banyak ya, bisa beli tas Bally, bisa beli ini, bisa beli itu. Lho, kok mikirin bisa beli apa dengan uang perpuluhan? Harusnya kamu melihat sisanya dong, ada $4,500 bisa beli ini, bisa beli itu, jangan gopeknya yang dilihat. Akhirnya kita tidak pernah memberi kepada Tuhan. Betul, tidak? Saya ajak sdr berpikir. Koruptor kita bilang itu orang yang tidak takut Tuhan. Dia mencuri uang negara. Tetapi saya bertanya, siapa yang lebih tidak takut Tuhan, koruptor ataukah orang Kristen yang tidak memberi perpuluhan? Mereka mencuri uang negara, kita mencuri uang Tuhan. Maleakhi dengan keras sekali menegur orang Israel, kamu menipu, kamu mencuri. Sampai rumah Tuhan sendiri kekurangan, Hagai menegur, kamu punya rumah mewah dan bagus, rumah Tuhan tidak ada makanan. Sebagai orang Kristen kalau rumah Tuhan tidak ada makanan kita harus malu. Kalau hamba Tuhannya kekurangan, jemaat malu. Orang bagaimana percaya Tuhan? Kita pergi beli barang, kita bilang “can you give me discount, this is for church.” Saya rasa ini hal yang memalukan, karena beda misalnya penjual itu sendiri yang menawarkan kepada kita, “Are you from church? I’ll give you discount.” Praise the Lord. Tetapi bukan kita yang minta-minta, memangnya kenapa gereja harus discount?

Bagaimana kita memberi persembahan? Uang Australia yang warna kuning itu berapa? $50. Besarkah nilai $50 itu? Ada orang bilang, tergantung dibawa kemana. Kalau dibawa ke supermarket, dibawa ke mall, dibawa ke hurricane, kecil itu. Mau tahu jadi gedenya dimana? Bawa ke gereja, $50 itu besar.

Terakhir, apakah artinya mengikut Yesus? Biasa anak remaja memakai gelang WWJD, What Would Jesus Do? Pada waktu kita hendak melakukan sesuatu, apakah kita benar-benar memikirkan apa kira-kira yang akan Yesus lakukan di dalam situasi yang sedang kita hadapi? Bagaimana hidup kita ikut Tuhan? Mustahil berubah dalam hidup tanpa berubah dalam konsep. Kita menghadapi tahun yang baru, kita mau hidup lebih suci, kita mau hidup lebih mengasihi Tuhan, kita mulai dengan berubah dalam pembaharuan budi kita, change your mind, change your concept.

Yohanes Pembaptis seorang pemimpin yang mengenal Yesus adalah Anak Allah, Yesus adalah Anak Domba Allah, Yesus adalah penebus yang menghapus dosa dunia, dia ikut Tuhan Yesus. Ikutnya sampai bagaimana? Bagaimana dia dengan pelayanannya? Dia ikut sampai akhir hidupnya, kepala pun dipersembahkan untuk Tuhan, karena dia tahu siapa yang dia ikuti.

Mari kita pakai waktu sejenak merenungkan sekali lagi, siapakah Yesus bagimu? Mengapa engkau mengikut Yesus hari ini? Sudahkah engkau berubah? Sudahkah kita mempersembahkan hidup yang baru karena kita sekarang mengerti siapa Yesus yang ikuti. Dia adalah juruselamat kita, Dia adalah Raja, Dia adalah Anak Allah, Dia adalah Anak Domba Allah yang menebus dosa-dosa kita. Kiranya Tuhan mengampuni kita jika kita yang mengaku adalah seorang Kristen yang mengasihi Tuhan, namun kita tidak mengikut Tuhan dengan benar. Karena konsep pemikiran kita tidak berubah, kita terus hidup berfokus kepada diri sendiri, bukan kepada Tuhan. Pusat kehidupan kita bukanlah Kristus tetapi diri kita sendiri. Kiranya Tuhan memimpin setiap kita dengan pertobatan yang sungguh-sungguh, yang membawa perubahan di dalam pikiran dan konsep kita sehingga kita dapat menjadi teladan, menjadi saksi, kita dapat berkata kepada orang, mari lihatlah hidupku yang telah dijamah oleh Tuhan dan lihatlah bagaimana hidupku untuk Tuhanku.(kz)