Yesus satu-satunya Jalan, Kebenaran dan Hidup

Pengkhotbah: Ev. Matthew Meek
Nats: Yohanes 14:1-7
Tema: Yesus satu-satunya Jalan, Kebenaran dan Hidup

Apakah anda pernah tersesat di jalan? Have you ever been lost? Saya baru saja tersesat dalam perjalanan menuju ke tempat ini. Pengalaman tersesat di satu tempat sangat tidak mengenakkan, apalagi kalau kita tersesat di satu tempat yang sangat tidak kita kenal, atau bahkan lebih buruk kalau tersesat di negara lain, di sekeliling orang-orang yang tidak kita kenal, yang berkomunikasi dan berbicara dengan bahasa yang tidak kita kenal. Perasaan panik, entah bisa minta pertolongan kepada siapa di sekeliling semua orang asing, atau tersesat di dalam hutan belantara yang gelap sangat menakutkan karena kita sadar bahaya bisa tiba kapan saja. Beberapa tahun lalu ada seorang mahasiswi bernama Rachel Ward dari Inggris berlibur di Perancis bersama teman-temannya. Dia tersesat dan terpisah dari teman-temannya, dan sempat menelpon salah satu temannya dan mengatakan, “Aku tersesat!” di voice-mail. Temannya baru menyadari ada voice-mail darinya setelah 10 menit kemudian dan berusaha menelpon kembali tetapi tidak ada balasan dari Rachel. Teman-temannya berusaha mencarinya, tetapi ternyata Rachel tergelincir di sungai dan mati tenggelam. Kisah yang tragis ini mengingatkan kita betapa berbahayanya kondisi tersesat itu.

Untuk tiba dengan selamat di satu tempat kita harus tahu mana jalan yang benar. Bukan saja hal ini perlu dalam hidup kita setiap hari, tetapi juga perlu dalam kita memikirkan hidup yang akan datang. Tersesat dalam dunia ini mungkin kita masih bisa berputar arah, mencoba menavigasi ke arah mana jalan yang kita harus ambil. Tetapi berbicara mengenai tersesat dalam kekekalan tidak ada jalan berputar dan jalan berbalik, there is point of no return. Inilah pertanyaan yang harus kita tanyakan kepada diri kita sendiri, adakah kita sudah menemukan jalan yang benar di dalam kekekalan? Kemana kita akan pergi setelah kita mati? Hal ini penting karena firman Tuhan mengatakan bahwa setelah kita meninggalkan dunia ini hanya ada dua tempat yang akan kita tuju, surga atau neraka. Allah Bapa mau agar kita tidak tersesat. Ia mau agar kita semua hidup bersama Dia di surga. Tetapi Allah juga mengatakan bahwa hanya ada satu jalan ke surga yaitu melalui Yesus Kristus.

Namun di dunia ini ada banyak orang yang mengatakan ada banyak jalan ke surga. Apakah mereka benar? Ataukah mereka salah? Dan terlebih penting lagi, bagaimana agar kita sendiri tidak tersesat dalam perjalanan ke sana? People in this world say that there are many ways to God. Are they right or are they wrong? The Bible says there is only one way to God in heaven.

Dalam Yohanes 14:1 Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Jangan gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu…” Mengapa Yesus berkata seperti itu? Why did Jesus tell His disciples not to worry? Sebelumnya, dalam Yohanes 13:21 dicatat setelah Yesus berkata demikian, Ia sangat terharu lalu bersaksi, “Aku berkata kepadamu sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Kemudian Yohanes 13:33, “Hai anak-anakKu, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi ke tempat Aku pergi tidak mungkin kamu datang…” Saat mengatakan hal ini, tidak lama lagi Yesus akan mati dan meninggalkan dunia ini. Selama di dunia Ia telah menyembuhkan begitu banyak orang sakit, memberi makan lebih daripada 5000 orang dengan hanya memakai 5 potong roti jelai dan 2 ekor ikan, terlebih lagi Ia telah membangkitkan Lazarus yang telah meninggal selama 4 hari lamanya dan telah dikuburkan. Murid-murid Yesus telah memutuskan untuk meninggalkan keluarga dan pekerjaan mereka untuk mengikuti Yesus. Maka oleh karena itu mengapa Yesus mengatakan Dia akan meninggalkan mereka? Tidak masuk akal. Dia sudah memanggil mereka, sudah mengumpulkan mereka, sudah membimbing mereka, tetapi kemudian Dia mengatakan ‘Aku akan meninggalkan kalian.’

Coba bayangkan pada waktu presiden Obama baru saja dilantik menjadi presiden Amerika Serikat, kalau dalam pidato pertamanya kepada pengikut-pengikutnya yang telah membantu dia selama kampanye pemilu dia mengatakan bahwa dia akan meninggalkan mereka dan tidak menjadi presiden, dia akan pergi ke negara yang lain. Tidak masuk akal, bukan?

Di sini Yesus mengatakan Ia akan meninggalkan mereka. Tentu saja mereka akan menjadi gelisah dan tidak mengerti. Yohanes 14:2-3 selanjutnya Yesus berkata, “Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu…” Ayat ini mengatakan rumah BapaKu, rumah Bapa Yesus adalah surga. Tetapi mengapa Yesus mau kembali dan menghantarkan murid-muridNya pergi bersama ke surga?

Dalam 1 Petrus 2:11 Petrus menyebut orang-orang Kristen sebagai orang asing dan perantau dalam dunia ini, “foreigners and exiles in this world.” Because of that this world is not our final or permanent home. Dunia bukanlah rumah permanen kita. Dunia bukan rumah abadi kita.

Australia adalah sebuah negara yang sangat indah, ada Great Barrier Reef dan kota Sydney dan banyak lagi tempat-tempat wisata yang mengagumkan. Banyak juga orang yang mau memperoleh PR (permanent resident) di Australia. Akan tetapi Yesus mengatakan bahwa dunia ini bukanlah tempat permanen kita. Jadi sebenarnya itu bukan PR tetapi TR (temporary resident). Australia bukan rumah abadi engkau dan saya. Surga adalah rumah abadi kita yang dimaksudkan oleh Yesus. Oleh karena itu apakah engkau hidup seperti kekayaan dunia ini adalah tujuan utamamu? Apakah engkau hidup seolah Australia adalah tempatmu yang permanen? Itu keliru dan tidak benar, karena Australia bukan rumah abadi kita.

Yesus pernah mengatakan, “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi. Di bumi ngengat dan karat akan merusakkannya dan pencuri akan membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga. Di surga ngengat dan karat tidak akan merusakkannya dan pencuri tidak dapat membongkar serta mencurinya…” (Matius 6:19-20). Apakah engkau sadar bahwa harta yang sejati adalah harta yang ada di dalam Yesus Kristus? Dialah harta pusaka dan kekayaan kita. Dialah harta kita yang sejati. Yesus mau kita mencari dan mengumpulkan harta yang di surga, bukan harta yang di bumi.

Yohanes 14:2 “Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal…” Bagaimana Yesus tahu bahwa ada banyak kamar, ada banyak rumah, ada banyak tempat di surga? Bagaimana Dia tahu? Apakah anda tahu ada berapa banyak kamar di rumah pendeta Effendi? Saya belum pernah ke rumah dia, saya tidak tahu ada berapa kamar di rumahnya. Yang saya yakin tahu ada berapa banyak kamar di rumah pendeta Effendi tentu adalah isterinya sendiri, karena dia tinggal di situ. Yesus tahu ada berapa banyak kamar di rumah Bapa, justru karena hanya Yesus datang dari rumah Bapa, dari surga ke dalam dunia.

Fakta ini membuktikan bahwa ada hubungan yang unik dan khas antara Yesus dan Allah Bapa. Ada beberapa ayat di bagian ini yang jelas menunjukkan ada hubungan yang begitu unik antara Yesus dan Bapa.

  1. Percaya kepada Yesus = percaya kepada Allah Bapa, Yohanes 14:1 “Percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu…” To believe in Jesus is to believe in God.
  2. Mengenal Yesus = mengenal Allah Bapa, Yohanes 14:7 “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal BapaKu…” To know Jesus is to know God.
  3. Melihat Yesus = melihat Allah Bapa, Yohanes 14:9 “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa…” To see Jesus is to see God.
  4. Yesus berada di dalam Allah Bapa, Allah Bapa berada di dalam Yesus, Yohanes 14:11 “Aku di dalam Bapa, dan Bapa di dalam Aku…” God is in Jesus and Jesus is in God.

Di sini jelas menunjukkan Yesus setara dengan Allah Bapa, Yesus adalah Allah.

Buat orang Yahudi, orang Islam dan Saksi Yehovah, dsb, konsep Yesus adalah Allah ini sangat mereka sangkal. Akan tetapi ayat-ayat ini jelas memperlihatkan Yesus adalah Allah. Hanya Yesus yang mampu membuka jalan ke surga bagi kita karena hanya Yesus yang berasal dari surga, tetapi murid-muridNya belum mengerti hal itu. Kenapa saya mengatakan hal ini? Dalam Yohanes 14:5 Tomas berkata kepada Yesus, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi, jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Dengarlah jawaban Yesus ini. Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6). Tiga hal ini saling berkaitan, Yesus adalah jalan; Yesus adalah kebenaran; Yesus adalah hidup yang bisa mengaruniakan hidup.

Pertama, Yesus adalah jalan. Apa artinya? Yesus bukan menunjukkan jalan, Yesus tidak memimpin jalan, tetapi Ia sendiri adalah jalan. Jesus is not showing the way, Jesus is not leading the way, Jesus is the way. Dalam bahasa asli yaitu bahasa Yunani, kata “jalan” ini memakai “definite article.” Yaitu berarti Yesus bukan salah satu jalan dari antara banyak jalan, akan tetapi Yesus adalah jalan itu sendiri. Jesus is not “a” way, but Jesus is “the” way. Jesus is not a way among many ways, He is the way, the one and only way to heaven. Kenapa kita tahu bahwa Yesus adalah jalan satu-satunya? Karena Yesus selanjutnya berkata, “Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.” Itu berarti Yesus adalah jalan satu-satunya. Semua agama tidak sama. Agama Islam, agama Budha, agama Hindu, dsb bukanlah jalan ke surga. All religions are not the same. Islam is not the way to God; Buddhism is not the way to God, Hinduism is not the way to God. Jesus is the one and only way to God.

Kedua, Yesus adalah kebenaran. Kata “kebenaran” juga memakai “definite article,” “the” truth. Yesus bukan salah satu kebenaran dari antara banyak kebenaran. Yesus adalah kebenaran satu-satunya. Jesus is not a truth among many truths, He is “the” truth, the one and only truth. Kalau Yesus memang adalah kebenaran satu-satunya, maka pada hakekatnya semua jalan lain ke surga adalah palsu. Kita melihat bahwa “kebenaran” di sini bukanlah sepotong informasi akan tetapi merujuk kepada seseorang yaitu Yesus. Truth is not a piece of information, truth is a person. Itu sangat penting, karena kita tidak mungkin masuk surga berdasarkan pengetahuan, berdasarkan kepandaian, berdasarkan apa yang kita tahu. Kita tidak masuk surga berdasarkan kelakuan kita. Itu adalah pernyataan dari Reformasi, kita tidak masuk surga melalui baptisan, kita tidak masuk surga melalui pergi ke gereja, kita tidak masuk surga melalui pelayanan dan uang kita. Itu semua adalah kelakuan kita. Kita masuk surga berdasarkan kelakuan Yesus; hanya dengan mempunyai hubungan pribadi dengan Yesus sebagai Tuhan, Raja dan Juruselamat kita.

Ketiga, Yesus adalah hidup. Kata “hidup” juga memakai “definite article,” “the” life. He is not “a” life. He is the life. Yesus bukan satu cara hidup di antara banyak macam, Yesus adalah sumber hidup itu sendiri. Hanya Yesus sumber kehidupan yang bisa menganugerahkan hidup benar kepada kita. Jika engkau tidak berada di dalam Kristus, jika engkau berada di luar Kristus, kalau engkau bukan seorang Kristen yang sejati, maka engkau tidak mempunyai hidup, engkau mati di hadapan Allah karena dosa-dosamu. If you are not trusting in Jesus, if you are not a Christian, then you are dead, you are the walking dead before God because of your sin. Kalau engkau mau beroleh hidup dari Allah Bapa, baik sekarang ini selama di dunia maupun di surga, engkau harus percaya akan Yesus Kristus. If you want life, if you want the true life, if you want the one and only true life, you must believe in Jesus because He is the only true life. If you don’t have the life of Jesus, you are dead.

Kalau Yesus adalah jalan, mengapa Dia harus pergi menyediakan tempat bagi orang lain? Yohanes 14:2 “Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian tentu aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.” Waktu saya membaca ayat ini seolah ada kesan Yesus adalah tukang bersih-bersih di rumah penginapan Allah Bapa di surga dan Dia mesti pergi ke surga untuk membersihkan kamar yang kotor sebelum tamu datang. Akan tetapi ada satu masalah: surga tidak kotor.

When I read the verse about Jesus going to prepare a place for us, it sounds like He is going to heaven to get the house ready before the guests arrive because the house is a little bit dirty [He has to wash the dishes, he has to make the bed]. The only problem with that idea is such heaven isn’t dirty, it is not messy. So that can’t be the meaning. So what does it mean?

Bukan surga yang kotor, tetapi justru kita yang kotor karena dosa-dosa kita. Dalam nats asli kata “ke situ” di ayat 2 sebenarnya tidak di ayat 2. “Sebab Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu di situ.” Yesus tidak pergi langsung ke surga, Dia pergi ke tempat lain sebelum surga yaitu kayu salib. Jesus is not going directly to heaven to prepare the place; the place He goes in order to prepare us is the cross. He is talking about His death.

Yesus tidak akan membersihkan surga karena surga bersih, surga sempurna dan sama sekali tidak bernoda. Yesus pergi ke kayu salib untuk membersihkan semua manusia yang kotor karena dosa di hadapan Allah dan oleh karena itu kita tidak layak masuk surga. Melalui pengorbanan dan kematianNya hanya Yesus berhak mencuci bersih manusia supaya kita layak masuk surga. Through His own death only Jesus can wash us clean from our sins by taking our sins upon Himself and cleansing us with forgiveness that we can enter into the heaven through what Jesus has done.

Kalau begitu, apakah engkau sudah bersih melalui percaya akan kematian Tuhan Yesus?

Sabun tidak dapat membersihkan dosa kita. Berapa kuat sabun tidak bisa membersihkan kita. Kematian Yesus membersihkan dosa kita. Bukan dari satu atau dua dosa, tetapi dari semua dosa, dosa yang dahulu, dosa yang sekarang, dosa yang akan datang. Satu kali untuk semuanya Yesus mati bagi dosa.

Ketika kita masuk rumah seseorang, kita harus mengikuti aturan yang berlaku di rumah itu. Di banyak negara di Asia, bahkan di rumah saya di Wollonggong di sini setiap orang yang hendak masuk ke rumah saya harus membuka sandal atau sepatunya.

Untuk masuk ke rumah Allah Bapa di surga juga ada aturan dan syaratnya. Dalam Yohanes 14:6 Yesus mengatakan satu-satunya syarat untuk bisa masuk ke dalam rumah Bapa adalah melalui Yesus. When we go to another person’s house we have to enter their house based on their condition. If they ask us to take off our shoes, we have to take off our shoes. What is the condition to enter God’s house in heaven? Only through Jesus, that’s it. Not through Mohammed, not through Buddha, even not through church or through me or through Australian government. Kita mungkin berhasrat agar ada banyak jalan dan cara yang lain untuk masuk surga; mungkin untuk teman atau untuk keluarga kita yang belum mengenal Yesus supaya mereka juga bisa selamat. Akan tetapi Allah hanya menyediakan satu jalan keselamatan yaitu melalui Yesus Kristus. Kalau kita mencoba memakai cara dan jalan lain, kita akan tersesat dan tiba di tempat lain, di neraka. Bukan di surga. We might want that to the other ways to go to heaven maybe for our friends or our family members who do not know Jesus. But there is not. There is only just one way, only through Jesus.

Yesus tidak mati konyol. Dia mati supaya kita tidak jadi tersesat dan bisa tiba dengan selamat di tempat tujuan yaitu di surga. Karena itu jikalau engkau belum percaya akan Yesus, jangan tunda percaya akan Tuhan Yesus. If you have not yet place your trust in Jesus, please place your trust in Him today. Do not delay it. Kalau engkau sudah percaya akan Yesus Kristus, teruslah mengabarkan Injil kepada keluarga, kepada teman-teman, kepada orang-orang lain selekas mungkin, selama masih ada waktu, selama masih ada kesempatan. Karena pada waktu Yesus datang kembali, pintu surga akan tertutup rapat. Dan kalau kita belum percaya, it would be too late. You need to trust to Jesus before He comes back, because when He does, that’s the end. If you haven’t been done it before then, it is too late. Yesus mengatakan “Akulah jalan, dan kebenaran dan hidup.” Selain daripada Yesus tidak ada jalan lain. Percayalah akan Dia.

Bersyukur pada hari ini kita kembali mendengar janji-janji dan kepastian di dalam perkataan Yesus sendiri. Ia adalah kebenaran, Allah Bapa adalah kebenaran dan Roh Kudus adalah Roh Kebenaran. Hari ini Ia telah mengatakan kepada kita bahwa hanya ada satu jalan ke surga, yaitu melalui Yesus Kristus. Kiranya kita boleh membawa hidup kita kepada Kristus karena hanya Dia yang bisa membawa kita tiba di surga dengan selamat dan tidak tersesat.(kz)