Renungan Minggu Ini

BIJAKSANA HIDUP MENURUT PENGKHOTBAH

Senin 16 November 2015
Nats: Pengkhotbah 6:7-9 “Insatiable Longing”
(1) “Segala jerih payah manusia adalah untuk mulutnya” menunjukkan makanan belaka tidak dapat memenuhi kebutuhan manusia yang terdalam.
(2) Apa implikasi kalimat “lebih baik melihat saja daripada menuruti nafsu”?
(3) Bagaimana seseorang bisa mendapatkan fulfillment dan contenment dalam hidupnya?

Selasa 17 November 2015
Nats: Pengkhotbah 6:10-12 “An Impasse”
(1) Ayat 10 bicara fakta soal keterbatasan manusia. Sebutkan apa-apa saja yg menurutmu merupakan limitasi manusia sebagai manusia?
(2) Apakah manusia rela menerima keterbatasan itu? Apa yg menyebabkan manusia selalu anxious” dgn limitasi hidupnya?
(3) Ayat 12 adalah pertanyaan yg penting dari Pengkhotbah, “kalau begitu siapakah yg dapat memberitahukan arti hidup manusia yg terbatas, yg segera akan berlalu bagai bayangan?”

Rabu 18 November 2015
Nats: Pengkhotbah 7:1-6 “Instruction from Suffering”
(1) Pengkhotbah membawa kita kepada makna terdalam dari hidup manusia yaitu nama yang harum, yang baru diingat saat kita mati.
(2) Mengapa pergi ke rumah duka lebh baik daripada ke rumah pesta?
(3) Teguran orang berhikmat lebih baik daripada pujian orang bodoh. Apa implikasi kalimat ini bagi kita?

Kamis 19 November 2015
Nats: Pengkhotbah 7:7-10 “Four Dangers”
(1) Menurutmu, apa saja yg bisa dikategorikan sbg “bribe” (uang suap)? Mengapa bisa membutakan hati?
(2) Ciri org bodoh: premature judgment dan premature anger. Mengapa? Apa dampaknya?
(3) Mengapa kita tidak boleh cepat-cepat mempersalahkan (blamed) situasi zaman dimana kita hidup sbg penyebab kesulitan hidup kita?

Jumat 20 November 2015
Nats: Pengkhotbah 7:11-12 “The Need of Wisdom”
(1) Pengkhotbah memperbandingkan nilai wisdom dan harta warisan. Apa yang ia anggap bisa memberi nilai sejati?
(2) Bagaimana kita mengerti kalimat “hikmat memelihara hidup pemiliknya”?

Sabtu 21 November 2015
Nats: Pengkhotbah 7:13-14 “Life under the Hands of God”
(1) Mengatakan Allah mengatur semua dan berdaulat, bukan berarti org Kristen hanya terima nasib malang dan tidak berjuang. Bagaimana kita melihat Allah meminta kita berjuang tetapi sekaligus mengakui kedaulatan-Nya?
(2) Jika Allah berdaulat dan mengatur seluruh hidup, maka bagaimana ajaran ini membantu kita menghadapi hari-hari kemalangan