Renungan Minggu Ini

BIJAKSANA HIDUP MENURUT PENGKHOTBAH

Senin 19 Oktober 2015

Nats: Pengkhotbah 7:15-8:1 “The Need of Wisdom”
(1) Orang saleh cepat mati, orang fasik hidup lama dalam kejahatannya. Bagaimana Pengkhotbah melihat kenyataan ini? v.18
(2) Kekuatan apa yang diberikan hikmat bagi orang yang memilikinya?
(3) Bagaimana hikmat di dalam takut akan Tuhan lebih besar kuasa dan pengaruhnya daripada kekuatan kuasa seseorang?

Selasa 20 Oktober 2015
Nats:
Pengkhotbah 8:2-8 “Royal Authority”
(1) Bagaimana nasehat Pengkhotbah berkaitan dengan kepatuhan kita kepada Pemerintah dan Allah? Apakah ada kontradiksi dalam hal ini?
(2) Apa faedah dari kepatuhan itu dalam diri orang yang berhikmat? Apa pengertian dari ‘waktu pengadilan’ di sini?
(3) Ada empat hal yang menjadi limitasi dalam diri manusia, termasuk itu orang yang paling berkuasa sekalipun. Apa implikasi kalimat ini bagi kita?

Rabu 21 Oktober 2015
Nats:
Pengkhotbah 8:9-17 “The Life of Faith”
(1) Apa kaitan antara hukuman yang tidak segera dilaksanakan dengan hati manusia penuh niat untuk berbuat jahat? V.11
(2) Bagaimana hati yang takut akan hadirat Allah bisa mendatangkan kebahagian pada diri seseorang?
(3) Ada dua hal yang terjadi pada diri orang yang tidak takut akan hadirat Allah, apa sajakah itu?

Kamis 22 Oktober 2015
Nats:
Pengkhotbah 9:1-18 “Where there is life, there is Hope”
(1) Apa yg Pengkhotbah ingatkan kepada kita ttg kematian di sini?
(2) Apa panggilan Pengkhotbah atas sikap hidup kita sekarang?
(3) Dalam hidup sehari-hari, mengapa hikmat (wisdom) sering kalah sama kuasa (power)?

Jumat 23 Oktober 2015
Nats:
Pengkhotbah 10:1-20 “The Fool’s Incompetence”
(1) Apa ciri-ciri dan sifat orang bodoh?
(2) Ayat 18, 2 faktor penyebab kehancuran hidup: malas dan lamban. Pelajaran apa yg anda dapatkan di sini bagi hidupmu?
(3) Apa kualitas yg harus dimiliki oleh pemimpin-pemimpin?

Sabtu 24 Oktober 2015
Nats:
Pengkhotbah 11:1 – 12:14 “The Call to Decision”
(1) Coba sebutkan investasi moral apa yg harus anda lakukan? Adakah faedahnya nanti?
(2) Bagaimana cara yg benar menurut Pengkhotbah, kita menjalani satu hidup yg “menikmati”anugerah-Nya?
(3) Intinya: bodoh dan sia-sia saja, jika manusia hanya memperhatikan “the well being” dari tubuhnya saja. Mengapa?