Renungan Minggu Ini

DECISION MAKING & THE WILL OF GOD

Senin 21 September 2015
Nats: 1 Korintus 7: 1 – 7; 25 – 40
(1) Ayat-ayat ini soal “hidup tidak menikah.” Memilih untuk tidak menikah adalah soal kebebasan kita.
(2) Apa
benefits dari hidup singleness ini kata firman Tuhan (lihat ay. 20-21, 28, 29-32, 40?
(3) Apa artinya bhw
singleness disebut sbg “gift”, bukan “malapetaka?” Apakah anda punya karunia ini?

Selasa 22 September 2015
Nats: 1 Korintus 7: 8 – 40; 2 Korintus 6: 14 – 16
(1) Apa tujuan utama pernikahan Kristen?
(2) Apa kriteria utama yg firman tekankan soal memilih partner menuju pernikahan?
(3) Daftarkan kriteria bijaksana apa saja yg perlu anda miliki dlm menentukan pasangan hidupmu?

Rabu 23 September 2015
Nats: 1 Korintus 10: 1 – 11: 1
(1) Perikop ini memberi prinsip-prinsip yang menuntun orang Kristen bagaimana relasinya dengan latar belakang budaya dan kepercayaan sebelumnya.
(2) Apa yg boleh berlanjut apa yang tidak boleh berlanjut dalam hubungan anda dgn back ground budaya anda sebelumnya?
(3) Apa prinsip2 yg Paulus gariskan dalam mengambil keputusan mengenai hal2 yg tidak dibicarakan oleh Alkitab?

Kamis 24 September 2015
Nats: Roma 13: 8 – 14: 12
(1) Ayat 8, coba renungkan dalam hal apa kita berhutang kepada kepada keluarga atau orang lain?
(2) Mengapa manusia terlalu cepat mengkritik kelemahan orang lain daripada mengoreksi diri sendiri?
(3) Bagaimana prinsip firman Tuhan ajarkan ttg menilai hal-hal yang sepele dan kurang penting dalam hidup ini?

Jumat 25 September 2015
Nats: Roma 14: 13 – 15: 13
(1) Ayat 18, bagaimana caranya agar kita bisa berkenan dalam melayanai Dia?
(2) Apa kebahayaan besar (lihat 15-20) jika kita mengkritik orang yg mengambil keputusan yg mungkin berbeda dgn sikap kita ttg hal2 yang sepele?
(3) Apa maksud Paulus dgn istilah “orang Kristen yang kuat?” Jika seseorang lebih dewasa rohaninya, apa yg firman Tuhan tuntut dari sikap hidupnya?

Sabtu 26 September 2015
Nats: 2 Tesalonika 3: 1 – 18; Kejadian 2: 15 – 16
(1) Apa yg firman Tuhan katakan ttg bekerja? Apakah bekerja adalah akibat dosa ataukah kewajiban kita?
(2) Apa alasan sebagian jemaat Tesalonika tidak mau bekerja lagi dan hanya bicara soal rohani saja (lihat isi keseluruhan kitab 1 dan 2 Tes.)?
(3) Bagaimana teguran Paulus atas mereka? Apakah berarti bekerja sehari-hari termasuk hal yg bersifat rohani?
To confess that you were wrong yesterday is only to acknowledge that you are a little wiser today. – C.H. Spurgeon