Renungan Minggu Ini

COMMUNITY AND ITS PROBLEMS

Senin 24 Agustus 2015
Nats: 1 Korintus 1: 1 – 17
(1) Ayat 1-9, renungkanlah apa artinya kita menjadi org percaya? Apa identitas kita? Apa berkatnya?
(2) Ayat 10-17, dalam hal apa jemaat menjadi terpecah-belah?
(3) Apa nasehat Paulus untuk kita memiliki jiwa kesehatian? Bagaimana sikap kita dgn style org yg berbeda dgn kita?

Selasa 25 Agustus 2015
Nats: 1 Korintus 1: 18 – 2: 16
(1) Perhatikan 2:6, nampaknya jemaat mempunyai kesalahan pengertian mengenai apa artinya mempunyai rohani yang dewasa. Kesalahan apa sajakah itu?
(2) Mengapa org Kristen sering malu atas berita Injil? Malu untuk menyaksikan keindahan berita Injil?
(3) Inilah kebanggaan Paulus, bahwa Yesus Kristus adalah hikmat Allah yg tersembunyi, yg dinyatakan kepada kita. Dunia perlu tahu Yesus, sebab jika tidak mereka tidak tahu keselamatan. Bagaimana responmu jika mengetahui kebanggaan Injil seperti ini adalah milikmu?

Rabu 26 Agustus 2015
Nats: 1 Korintus 3:1 – 23
(1) Mengapa jemaat disebut masih kekanak2an?
(2) Kita tidak mungkin melayani semua bidang, melainkan ada keunikan2 yg Tuhan berikan. Yg penting, apa prinsip pelayanan yg mutlak harus ada (lihat ay. 10-11)?
(3) Mengapa kita harus melayani dgn serius dan tidak bermain-main?

Kamis 27 Agustus 2015
Nats: 1 Korintus 4: 1 – 21
(1) Bagaimana sepatutnya sikap jemaat kepada hamba-hamba Tuhan?
(2) Bagaimana sikap pelayan Tuhan atas kepercayaan yg Tuhan berikan?
(3) Mengapa ada kesan jemaat Korintus kurang menghormati hamba Tuhan, khususnya Paulus?

Jumat 28 Agustus 2015
Nats: 1 Korintus 5:1 – 12
(1) Kata “istri ayahnya” berarti wanita itu adalah ibu tirinya. Satu prilaku tidak senonoh yg jelas merusak nama baik gereja. Mengapa?
(2) Bagaimana disiplin gereja dijalankan dlm hal ini?
(3) Lalu bagaimana sikap kita bergaul dgn orang yng belum percaya, seperti yg Paulus katakana dlm ayat 9-10?

Sabtu 29 Agustus 2015
Nats: 1 Korintus 6: 1 – 20
(1) Bagaimana sebaiknya jika sesama anggota jemaat ada perselisihan, mungkin soal bisnis, dsb, untuk diselesaikan sehingga tidak mempermalukan nama Tuhan?
(2) Nampaknya ada kesalahan ajaran dlm jemaat, bhw karena sudah dimerdekakan dari dosa, maka mereka berbuat semaunya, bahkan dlm amoral seksual. Mengapa kita harus menjauhkan diri dari “sexual immorality”?

There are two sorts of sick consciences, those that are not aware enough of sin And those that are not aware enough of pardon – J.I. Packer