Bersabar Menanti Tuhan

Pengkhotbah: Rev. DR. Gerald Bray
Tema: Bersabar Menanti Tuhan
Nats: Mazmur 62

Kitab Mazmur adalah salah satu kitab yang sangat penting di dalam Alkitab karena kitab Mazmur adalah kitab doa dan sekaligus juga kitab pujian. Saat kita selesai berbakti dan keluar dari gereja, kita mungkin hanya mengingat dan menyimpan satu dua kalimat dari khotbah yang disampaikan hamba Tuhan di benak kita, namun boleh dikatakan kita akan membawa pulang keseluruhan kata-kata dari lagu pujian yang kita nyanyikan hari itu. Keindahan kalimat dari lagu pujian itu akan terngiang dan menjadi doa yang berulang-ulang kita panjatkan di dalam hati kita kepada Tuhan. Di situlah kita bisa memahami kenapa kitab Mazmur senantiasa menjadi kitab yang begitu penting bagi setiap anak-anak Tuhan. Pada waktu Yesus Kristus tergantung di atas kayu salib, Ia menyerukan kutipan kalimat dari kitab Mazmur, oleh karena kalimat di dalam kitab Mazmur itu adalah kalimat yang sanggup untuk mengekspresikan emosiNya pada saat itu. Tuhan Yesus berseru, “AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Ini adalah kalimat yang Ia kutip dari Mazmur 22. Jikalau Tuhan kita Yesus Kristus di dalam keadaan hidupNya yang begitu tragis dan menderita mengutip kalimat-kalimat di dalam kitab Mazmur, di situ mengajarkan kita betapa pentingnya kitab Mazmur ini di dalam hidup rohani kita.
Mazmur 62 adalah mazmur yang tidak terlalu panjang tetapi mazmur ini berisi esensi intisari rangkuman dari kehidupan Kristen kita. Mazmur ini dimulai dengan kalimat yang begitu manis, “My soul finds rest in God alone…” jiwaku mendapatkan ketenangan hanya pada Allah. Dalam terjemahan ESV “My soul waits for God alone…” Kata “jiwa” yang dipakainya untuk melukiskan apa yang ada dalam hatinya, apa yang ada di dalam pikirannya. Jiwa itu adalah pusat kehidupan kita. Dan hal yang pertama pemazmur mengatakan kepada kita, mari kita memperoleh ketenangan bagi jiwa kita di dalam Tuhan saja; mari kita menantikan Tuhan. Menanti bukan hal yang gampang, bahkan itu adalah hal yang sangat sulit adanya.
Saya harus belajar akan hal menunggu ini di dalam hidup saya, karena saya adalah orang yang paling tidak sabaran. Kalau saya tahu apa yang saya perlu dan apa yang saya inginkan, dan saya tahu bagaimana memperolehnya, saya tidak bisa mengerti mengapa saya tidak bisa memperolehnya saat itu juga. Tetapi Tuhan berkata, engkau harus sabar menunggu karena Aku tahu apa yang terbaik bagimu. Pada waktu saya melihat ke belakang kepada hidup saya di masa lampau saya bisa menemukan banyak kali dimana Tuhan mengajar saya belajar untuk sabar menunggu. Salah satu contoh pada waktu saya membutuhkan satu pekerjaan. Saya mengirimkan begitu banyak formulir aplikasi tetapi tidak satu pun memberi respons. Namun setelah beberapa waktu tiba-tiba ada seorang yang sama sekali tidak pernah saya jumpai menawarkan pekerjaan kepadaku. Dua tiga kali hal seperti ini terjadi di dalam hidupku dan sampai hari ini saya tidak bisa mengerti kenapa bisa seperti itu. Siapa yang memberitahu orang itu bahwa saya sedang sangat membutuhkan pekerjaan? Darimana dia mendapat ide akan hal itu? Tetapi kita tahu saat kita sangat membutuhkan sesuatu, Allah akan membukakan pintu bagi kita untuk mendapatkannya. Beberapa kali pengalaman seperti itu terjadi di dalam hidup saya. Namun adakah pengalaman-pengalaman seperti itu membuat saya mahir belajar sabar menunggu dan menantikan Tuhan? Tidak. Karena saya tidak pernah belajar dari pengalaman itu. Kenapa? Karena saya adalah orang yang berdosa di hadapan Tuhan, perasaan tidak sabar itu senantiasa ada di dalam hati saya.
Di dunia dimana kita hidup semua orang ingin yang instant. Banyak orang memikirkan dan memperlakukan Tuhan dengan pola seperti ini. Banyak orang memperlakukan Tuhan yang ada di surga seperti “vending machine,” mesin yang menjual makanan kecil atau minuman kaleng. Mereka tingggal memasukkan koin ke mesin itu, lalu memencet tombol memilih apa yang dia inginkan dari mesin itu, dan dia tunggu sebentar dengan segera barang yang dia inginkan itu turun ke bawah, lalu tinggal diambil dan pergi. Beginilah orang memperlakukan Tuhan mereka. Koin itu seperti doa-doa, mereka katakan kepada Tuhan apa yang mereka mau, lalu mulai tunggu Tuhan kirim apa yang diminta. Mungkin tunggu beberapa waktu lalu setelah mendapatkannya, mereka pergi dan baru kembali di saat mereka memerlukan sesuatu dari Tuhan. Namun sdr dan saya tahu bahwa tidak selamanya terjadi seperti ini. Kita mungkin menaikkan doa-doa kita, kita mungkin menyebutkan hal-hal apa yang apa yang kita mau Tuhan berikan, dan kita tidak mendapatkan apa yang kita minta itu. Lalu, kalau sudah begitu apa yang engkau lakukan? Hal yang pertama engkau lakukan, engkau akan menggoncang-goncangkan mesin itu supaya mendapatkan apa yang kau minta. Kalau itu tidak berhasil, engkau mungkin akan menendang mesin itu. Kalau itu tidak berhasil juga, engkau mungkin akan memaki-maki dan mengutuki mesin itu. Lalu sambil berpaling engkau mengomel dan mengatakan ‘aku tidak akan gunakan mesin itu lagi karena mesin itu sudah mencuri uangku!’ Itulah yang diperlakukan oleh banyak orang terhadap Tuhan. Mereka minta apa yang mereka butuhkan kepada Tuhan, tetapi Tuhan tidak memberikan apa yang mereka minta. Maka mereka mengutuki Tuhan dan berpaling sambil berkata kepada orang Kristen, “Agamamu adalah agama yang membohongi kami karena kami tidak mendapat apa yang kami inginkan.” Inilah orang-orang yang amat sulit untuk diyakinkan bahwa Tuhan tidak seperti itu.
Tetapi dimana letak kesalahan dari konsep ini? Kesalahannya adalah karena orang-orang seperti ini menjadikan Tuhan sebagai budak pembantu mereka. Orang-orang ini menginginkan Tuhan sebagai Tuhan pada waktu mereka membutuhkan. Mereka tidak suka dengan konsep bahwa Allah adalah Tuhan atas hidup mereka dan ada saat dan waktu dimana mereka harus bersabar menunggu Dia. Hal seperti itu tidak pernah terlintas di dalam pikiran mereka.
Kita prihatin dan sedih karena ada banyak orang Kristen pun memiliki konsep yang sama seperti mereka. Sebagai orang-orang percaya yang sudah mengalami kelahiran baru dari Tuhan, itu berarti engkau dan saya adalah anak-anak di dalam kerajaan Allah. Kita tahu, anak-anak seringkali tidak paham akan konsep dan dimensi waktu. Kalau seorang anak ingin sesuatu, dia meminta kepada ibunya dan dia mau ibunya memberikannya saat itu juga. Tentu seorang ibu akan mengajarkan anaknya untuk menunggu. Dia melatih anaknya menunggu sepuluh, lima belas menit. Tetapi karena anak itu tidak punya pemahaman akan dimensi waktu, konsep menunggu sepuluh lima belas menit baginya sama panjang seperti kekekalan. Di sinilah letak persoalan kita pada saat menantikan Tuhan. Firman Tuhan mengatakan, “di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari…” (2 Petrus 3:8). Tetapi kita tidak sabar menunggu waktunya Tuhan. Tentu Tuhan mengerti kesulitan kita, namun Ia perlu dan harus mengajarkan kita pelajaran ini belajar untuk sabar menunggu, sebab hanya Ia yang tahu waktunya yang tepat dan terbaik bagi engkau dan saya.
Maka Mazmur ini kembali mengingatkan saya seperti sebuah tantangan yang diberikan Tuhan kepada setiap kita. Seolah-olah Tuhan mengatakan, engkau tahu ini adalah kebenaran yang sungguh, maka lakukankah ini. Mazmur ini kemudian memberi kita jawaban dan penjelasan lebih lanjut mengapa kita perlu melakukan hal ini. Pemazmur mengatakan kalau engkau ingin berhasil di dalam hidupmu, itu disebabkan karena Allah yang memberikan keberhasilan itu di dalam hidupmu. Engkau dan saya tidak bisa memperolehnya dengan kekuatan kita sendiri. Allah yang menciptakan kita, Ia tahu sepenuhnya bagaimana kondisi setiap kita. Allah yang memilih dan menyelamatkan kita, Ia juga yang tahu apa yang menjadi kebutuhan kita. Ia adalah satu-satunya Allah yang mengontrol hidup engkau dan saya. Saya bisa saja mencoba merancang dan mengatur hidup saya sendiri, tetapi percayalah hal itu tidak akan pernah berhasil. Kasih Allah begitu besar bagiku dengan Ia membukakan segala kegagalan hidupku. Di situ Allah mengingatkan, selama engkau berusaha melakukan semua ini dengan kekuatanmu sendiri, engkau akan gagal. Betapa kasihan melihatmu gagal, Tuhan tentu tidak ingin engkau mengalami kegagalan itu. Tetapi kita yang tidak mau belajar dari didikan Tuhan, dan selama kita masih tidak mau belajar apa yang Tuhan mau ajarkan dan bentuk di dalam hidup kita, kita akan jatuh dan jatuh lagi ke dalam kegagalan yang sama.
Hanya Tuhan sumber kekuatan kita. Hanya Tuhan sumber keselamatan kita. Tuhan adalah satu-satunya Pembela dan Pelindung kita, dan kita harus belajar akan semua hal ini di dalam pengalaman hidup kita mengikut Tuhan.
Sebagai orang-orang percaya kepada Kristus dunia ini bukanlah tempat tinggal kita selama-lamanya. Dan kita juga tidak merasa nyaman tinggal di dalam dunia ini karena dunia yang berdosa ini berada di dalam kontrol dari Setan adanya. Saat kita menjadi orang Kristen barulah kita menyadari dan memahami akan hal ini. Saat kita menjadi orang percaya barulah kita menyadari dunia ini begitu melawan Tuhan. Dunia ini tidak akan pernah menyukai kebenaran. Dunia ini tidak akan pernah tertarik dengan apa yang namanya kebenaran itu. Kalau saya mengatakan “saya sudah tua, sebentar lagi saya akan mati,” biasanya orang segera mengatakan, “Jangan mengatakan kalimat seperti itu, kurang baik.” Tetapi itu benar, bukan? Tentu saja kalau bisa aku mau memutar balik jarum jam kehidupan sehingga semakin tahun bertambah aku semakin muda seperti orang-orang di iklan televisi. Tetapi itu bukan realita yang sesungguhnya di dalam hidup ini. Dan jikalau saya seorang yang bijaksana, saya harus menerima kebenaran ini. Tetapi semakin aku memikirkan akan hal ini, semakin kusadari dunia dan orang-orang di luar tidak ingin dan tidak mau menerima kebenaran ini. Dunia di luar lebih suka hidup di dalam fantasi. Setiap waktu kita melihat hal seperti ini terjadi.
Satu hal yang sangat tragis di dalam dunia modern ini, masing-masing orang menawarkan surga dalam dunia ini. Baik Komunisme maupun Kapitalisme menawarkan hal yang sama. Ini janji yang sama diberikan oleh mereka, engkau akan mendapatkan hidup yang indah di sini, di dunia ini. Dan engkau harus berjuang untuk mendapatkannya karena tidak ada hidup yang lain selain di sini. Tetapi ada kebenaran yang hakiki dan tidak bisa ditolak oleh siapapun, satu saat kita semua akan mati. Dan betapa bohongnya kita diajar menaruh semua harapan, tujuan dan goal hidup kita hanya untuk di sini. Yesus berkata, “Apa gunanya engkau bisa memperoleh seluruh isi dunia ini tetapi kehilangan jiwamu?” Kita akan kehilangan jiwa kita karena kita tidak mau belajar apa artinya menanti Tuhan. Inilah berita yang selalu kita dengar di sekitar kita, karena dunia sekitar kita tidak pernah memahami siapa Tuhan dan konsep kekekalan sesuatu yang asing bagi mereka. Dan mereka tidak bisa mengerti apabila kita menaruh fokus hidup kita kepada Allah dan kepada kekekalan. Bahkan dunia akan menyerang kita oleh sebab mereka menganggap apa yang kita percaya adalah hal yang palsu dan salah. Mereka akan mencela kita sebagai orang-orang yang mentoleransi kemiskinan, kemelaratan dan ketidak-adilan, yang hanya menunggu dan menanti-nanti kerajaan surga yang sesungguhnya tidak real dan tidak pernah ada itu. Betapa sulit untuk membuat orang-orang ini mengerti karena memang mereka tidak pernah mengerti kita. Jelas kita tidak ingin kemiskinan dan kemelaratan; jelas kita tidak ingin ketidak-adilan. Kita berjuang dan berusaha memperoleh hal yang baik bagi dunia ini, tetapi kita tahu bukan itu yang menjadi jawaban bagi persoalan dunia ini. Semua berkat dan segala hal yang baik kita peroleh dalam hidup kita hanya menjadi satu bayang-bayang saja satu kali kelak kita akan menikmati semua kemuliaan itu bersama-sama Tuhan kita di surga. Itulah sebabnya Tuhan mengatakan kepada setiap kita untuk bersabar menanti Tuhan bertindak dan berkarya. Ini adalah hal yang patut dan perlu kita pegang dan ingat terutama saat kita mendapatkan serangan dari orang. Banyak orang akan mencela iman percaya kita, terutama justru kita yang berada di negeri seperti Australia ini.
Kemarin di dalam seminar ada seorang peserta berkata kepada saya, di Indonesia hampir semua orang percaya Tuhan dan menyebut dan berdialog mengenai Tuhan itu relatif lebih mudah. Tetapi di Australia kebanyakan orang tidak percaya Tuhan sehingga berbicara mengenai Tuhan adalah hal yang tidak gampang dan tidak mudah. Orang-orang tidak pernah mau berbicara akan Tuhan. Kita melihat semua orang menikmati kemakmuran dan hidup yang berkelimpahan di negara ini, tetapi di dalam lubuk hati jiwa mereka sedalam-dalamnya hanya ada kekosongan dan kehampaan. Tidak banyak orang menerima kenyataan ini. Kalau engkau mengatakan hal ini, mereka akan mencela dan menyerangmu karena mereka tidak mau menerima fakta kebenaran ini.
Jadi bagaimana respons dan reaksi kita terhadap hal ini? Dalam Mazmur ini firman Tuhan berkata, jangan ikut dan meniru pola hidup dari musuh kita. Betapa gampang dan mudahnya kita tergoda melihat dunia di sekitar kita; kita tergoda untuk memperoleh keberhasilan dengan cara yang sama seperti yang mereka lakukan. Kita berpikir kalau kita hidup dan melakukan hal yang sama seperti mereka, kita juga akan sukses dan berhasil. Jikalau dunia ini memberi gambaran akan sebuah masyarakat yang tidak mempunyai persoalan, jikalau dunia ini berkata dengan uangmu engkau bisa menyelesaikan semua persoalan yang engkau hadapi, maka kita tergoda memakai hal yang sama. Kita berkata, “Datanglah ke gereja kami, kami akan menumpangkan tangan kepadamu, dengan seketika seluruh masalah dan problem hidupmu lenyap. Datanglah ke gereja kami, dijamin engkau akan memperoleh hidup yang bahagia.” Dengan cara seperti itu kita menawarkan hal yang sama seperti yang dunia tawarkan kepada mereka, tetapi dengan harga yang lebih murah. Kita menawarkan dengan harga yang lebih murah karena kita mengatakan keselamatan itu gratis dan engkau tidak perlu membayar pajak untuk hal itu. Tetapi cara dan penawaran seperti ini adalah sebuah kebohongan. Karena inti dari iman Kristen kita adalah salib dari Tuhan kita Yesus Kristus. Salib bukan hal pembawa bahagia. Bukit Kalvari dimana Yesus mati bukanlah sebuah taman hiburan. Orang tidak pergi ke sana untuk mendapatkan kesenangan dan kegembiraan. Kematian Yesus Kristus adalah kematian yang tragis dan mengerikan. Tetapi kematian itu adalah kematian yang harus dan patut Yesus alami karena di situ dosamu dan dosaku ditanggung olehNya. Di atas kayu salib itulah Ia mengambil semua dosa kita. KematianNya adalah kematian yang menebus dan menyingkirkan segala dosa-dosa kita. Dengan demikian kita boleh memiliki kemenangan atas maut dan kematian, dan di situ kita memiliki hidup yang baru di dalam Yesus Kristus. Sebagai manusia satu kali kelak kita tetap akan mati, uang seberapa banyak pun tidak akan bisa membuat kita terhindar dari fakta itu. Segala yang kita miliki selama hidup ini akan lenyap; otak dan kepandaian kita akan lenyap; tidak ada sesuatu yang kita bisa bawa keluar dari dunia ini kecuali satu hal, yaitu hidup kekal yang kita sudah terima di dalam Yesus Kristus. Itulah sebabnya pemazmur berkata, nantikanlah Tuhan sebab Ia akan bertindak. Biar kita belajar menanti apa yang Tuhan akan lakukan di dalam hidup kita sampai pada akhirnya.
Tuhan di dalam kebaikanNya sudah memberikan kepada kita saat ini di dunia ini satu cicipan awal dari apa yang kita akan kita nikmati sepenuhnya kelak, yaitu di saat kita menjadi orang Kristen pada saat yang sama kita memperoleh dan memiliki hidup yang kekal itu. Itulah sebabnya rasul Paulus berkata, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan…” (Filipi 1:21). Apa yang kita peroleh dan dapatkan sekarang ini hanya satu bagian kecil saja dari kemuliaan yang akan Allah nyatakan sepenuhnya yang akan kita terima di surga nantinya.
Saya akan menyimpulkan apa yang menjadi khotbah saya pada hari ini. Sebagai anak-anak Tuhan mari kita belajar menanti dan bersabar Tuhan bekerja dan berkarya di dalam hidup kita. Pada saat usia kita makin bertambah jangan berkata kepada Tuhan, aku sudah tua dan tidak berguna lagi. Jangan berkata, saya tinggal menunggu kapan Tuhan menjemput saya. Mari kita berpikir dengan cara lain yaitu satu hari berlalu dalam hidupku berarti satu langkah makin dekat kesempatan untuk menikmati kemuliaan Allah. Tidak ada orang yang tahu apa yang di depannya. Kadang saya berkata kepada murid-murid saya, saya iri melihat mereka begitu muda, sehat dan kuat. Tetapi saya tidak mau hidup seperti kalian, karena kalian mungkin masih akan hidup puluhan tahun lagi di dunia ini. Saya sudah akan lewat jauh-jauh hari. Hadiah dan pahala dari Tuhan bagiku sudah semakin dekat. Saya tidak tahu kapan hal itu akan terjadi tetapi sangat mungkin saya akan memperolehnya lebih dulu daripada kalian. Kalian mesti tunggu lebih lama daripada saya. Semakin tua engkau semakin dekat kepada tujuan itu. Itulah hal yang paling indah apa artinya menjadi semakin berumur. Saya orang yang tidak sabaran, tetapi saya tahu meskipun harus menunggu saya tidak perlu tunggu terlalu lama lagi. Itulah yang membuat hatiku bersukacita karena Tuhan sedang datang kepadaku dan aku menantikan Dia menjemputku.
Saat engkau masih berumur 20 tahun engkau yakin engkau akan hidup selama-lamanya. Anak muda tidak terlalu memikirkan dan memahami akan kematian dan kekekalan, itulah sebabnya mereka berani melakukan hal-hal yang berbahaya. Kita tidak akan hidup selama-lamanya di dunia ini tetapi kita akan hidup selama-lamanya bersama Tuhan di dalam kekekalan. Untuk itulah di tengah usiaku yang tua ini aku bisa mengatakan Tuhan adalah kekuatanku,Tuhan adalah pembelaku, Tuhan adalah keselamatanku. Ia berikan semua itu bagiku di dalam Yesus Kristus. Di dalam semua itu aku puas. Harapan dan doaku, kiranya iman yang kumiliki juga menjadi iman yang engkau miliki. Kiranya pengharapan yang ada padaku juga menjadi pengharapan yang ada padamu. Tuhan memberkatimu sekalian.(kz)