Renungan Minggu Ini

CONFRONTING THE SINS WE TOLERATE

Senin 29 Juni 2015
Nats: Filipi 4: 4 – 7; Matius 6: 25 – 34: Anxiety and Worry
(1) Apakah yang sebenarnya kita katakan kepada Allah ketika kita kuatir dan gelisah? Apa sebab kuatir bisa menjadi dosa yg tidak kita sadari?
(2) Hal-hal apa yang mudah membuat kita menujadi kuatir dan gelisah? Apa yang Yesus katakan di sini mengenai kuatir?
(3) Bagaimana firman Tuhan mengajar kita untuk bisa mengalahkan perasaan kuatir ini?

Selasa 30 Juni 2015
Nats: Lukas 17: 11 – 19; Ul 8: 11 – 14, 17 – 18: Unthankfulness
(1) Penyakit kusta itu bagai hukuman mati. Disembuhkan darinya adalah perkara besar sekali. Tetapi mengapa 9 dari 10 yg sembuh tidak kembali berterima kasih?
(2) Apa peringatan Musa atas bahaya ‘take for granted’ berkat yg didapat?
(3) Adakah anda lalai senantiasa berterima kasih kepada-Nya? Apa bukti konktir yg anda lakukan sebagai ekspresi terima kasih kepada-Nya?

Rabu 1 Juli 2015
Nats: Amsal 25: 28: Lack of Self-Control
(1) Bacalah Gal 5:22-23; Titus 2:6; 1 Pet 4:7; 5:8. Apa yg Alkitab bicarakan ttg penguasaan diri dan bahayanya jika kita hilang self-control?
(2) Mengapa kadang secara praktis kita tidak mengontrol diri atas kata-kata dan pola makan dan minum kita?
(3) Bacalah kesia-siaan yg terjadi akibat menuruti apa yg dilihat oleh mata, menurut Pengkhotbah 2:10? Bagaimana sikap hidup kita terhadap media informasi yg begitu mudah mempengaruhi moral dan pola pikir kita?

Kamis 2 Juli 2015
Nats: Roma 12: 9 – 21: The Weeds of Anger
(1) Marah yg benar selalu bersifat self-control dan  reaksi akurat atas pelanggaran hukum moral Tuhan. Di luar dari ini, marah kita menjadi marah yang bisa berdosa.
(2) Bacalah Ef 4:26, dalam hal apa marah bisa menjadi berdosa? Perhatikan bahaya menyimpan kebencian, bacalah Mark 6:19.
(3) Apa yang Paulus ajarkan ttg pembelasan atas hal yg tidak baik menimpa kita? Bagaimana mengatasi benalu marah yg bisa merusak kita melalui firman ini?  

Jumat 3 Juli 2015
Nats: 1 Korintus 12: 12 – 31: Pride and Superior Feeling
(1) Ayat 21, kita menemukan sikap superior, merasa tidak butuh orang lain. Apa bahaya dari feeling superior ini bagi diri orang itu dan bagi komunitas?
(2) Ayat 15, kita temukan perasaan inferior. Apa bahaya dari merasa diri selalu rendah? Dan mengapa perasaan superior dan inferior bisa menjadi dosa yg tidak sadar kita lakukan?
(3) Bagaimana firman menolong kita menilai diri dgn benar di sini?

Sabtu 4 Juli 2015
Nats: 1 Samuel 18: 4 – 16 : Envy and Jealousy
(1) Iri adalah perasaan sakit hati karena merasa orang lain lebih beruntung darinya dan keberuntungan itu tidak layak menurutnya.
(2) Mengapa Saul iri kepada Daud? Apa akibat dari rasa irinya ini?
(3) Apa yg diajarkan ayat-ayat ini untuk menang atas rasa iri: Roma 12:10; Kol 3:23; 1 Kor 9:24? (4) Masing-masing kita diberi karunia istimewa, mari kita lakukan yang terbaik untuk-Nya.