The Unexpected Breakthrough of Jesus’ Ministry

Sun, 15 Mar 2015 11:15:00 +0000

Pengkhotbah: Pdt. Effendi Susanto STh.

Seri “Orang-orang yang Berjumpa dengan Kristus” (3)

Tema: The Unexpected Breakthrough of Jesus’ Ministry

Nats: Yohanes 4:1-10, 16-24

 

Alkitab mencatat orang-orang yang pernah mengalami perjumpaan dengan Yesus Kristus secara pribadi tidak akan pernah menjadi orang yang seperti sebelumnya. Perubahan-perubahan akan terjadi, entahkah orang itu akan menjadi makin keras hatinya, ataukah orang itu akan mengalami pertobatan dan perubahan total di dalam hidupnya. Injil Yohanes mencatat peristiwa orang-orang yang berjumpa dengan Yesus Kristus untuk memperlihatkan kepada kita tidak ada perbedaan ras, tidak ada perbedaan status sosial, tidak ada perbedaan laki-laki dan perempuan, tidak ada perbedaan orang kaya dan orang miskin, semua mempunyai kesempatan untuk berjumpa dengan Tuhan kita Yesus Kristus.

Hari ini kita melihat perjumpaan Yesus dengan seorang perempuan yang berbeda ras dengan Dia, seorang perempuan yang memiliki catatan hidup etika moral yang berantakan.Dari perjumpaan ini terjadi hal yang luar biasa. Ada dua hal yang terjadi yang Yesus lakukan, yang mungkin akan bertolak-belakang sama sekali kalau itu kita kerjakan sekarang, kalau kita taruh itu di dalam pikiran kita. Yang pertama adalah Yesus menyingkir dan lari.

Kisah perjumpaan ini dimulai dengan konteks latar belakang yang Yohanes tulis dalam beberapa kalimat.“…Orang-orang Farisi telah mendengar bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak daripada Yohanes…” (ayat 1).“Ia pun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea” (ayat 3).Sampai pada waktu itu, Yohanes mencatat Yesus mendapat dan membaptis banyak orang di Yerusalem dan di Yudea.Dan jumlah orang yang dibaptis menjadi muridNya lebih banyak daripada Yohanes Pembaptis.Berarti ada indikasi pelayanan Tuhan Yesus berkembang dan bertumbuh di daerah Yudea.Namun orang-orang Farisi yang iri melihat hal itu mulai melakukan intimidasi dan provokasi untuk memberi tekanan kepadaNya.Maka karena provokasi, karena intimidasi, dan karena keinginan dari pemimpin-pemimpin agama orang Yahudi yang iri dan ingin menangkap serta membunuh Yesus, Yesus menyingkir dari Yerusalem dan pergi ke daerah Galilea.Ini hal yang unik, yang sama sekali di luar dari pikiran dan dugaan kita, kenapa Yesus menyingkir, undur dan lari?

Ada waktu-waktu tertentukita mungkin akan menghadapi provokasi dan intimidasi dari pihak luar. Meskipun mungkin tidak suka, situasi seperti itu tidak bisa kita hindari dari hidup kita.Mungkin itu dari rekan kerja, dari orang-orang di sekitarmu yang iri, kita memang tidak bisa menyenangkan dan memuaskan semua orang.Bisa jadi intimidasi orang itu bukan hanya sekedar gossip dan fitnah, tetapi hal-hal yang lebih jahat dan evil.Wajar kita menghadapi hal itu dengan reaksi kemarahan dan keinginan untuk frontal mengkonfrontasi orang-orang seperti itu.Namun dalam peristiwa ini Tuhan Yesus tidak demikian.Ia adalah Tuhan yang berkuasa menyembuhkan orang sakit, mengusir roh-roh jahat, meredakan angin ribut, dan melakukan berbagai mujizat dan tanda-tanda ajaib. Yesus berkuasa mencelikkan mata orang buta, dan kita percaya Dia juga berkuasa membuat orang celik menjadi buta.Yesus berkuasa menghardik angin topan yang dahsyat, dan kita percaya Dia juga bisa menghardik orang-orang yang memfitnah dan ingin mencelakakan Dia menjadi ciut dan mundur.Tetapi Yesus tidak melakukan hal itu.Dia menghindar dan menyingkir lari.Jelas Yesus menyingkir bukan karena Dia pengecut, bukan karena Dia kurang kuasa.Tetapi Alkitab mengingatkan, Yesus menghindar dan menyingkir karena waktuNya belum tiba.Dengan prinsip “in God’s timing and in God’s way” Yesus mengambil sikap seperti itu.

Kadang-kadang di dalam perjalanan hidup kita penuh dengan kekuatiran oleh karena kita ingin mengontrol situasi hidup kita.Dan bukan saja kita ingin mengontrol situasi hidup kita, kita ingin mengontrol dan mengatur Tuhan untuk mengerjakan sesuatu dalam hidup kita “in our timing and in our way.”Sehingga waktu Tuhan bilang, “tidak,” “tunggu,” “tunda,” “belum waktunya,”atau “engkau harus u-turn” engkau dan saya akan bingung dan kecewa. Tuhan, kenapa harus “u-turn”?Barangkali itu juga pertanyaan yang muncul di hati murid-murid pada waktu itu.Kenapa harus menyingkir?Bukankah di sini pelayanan kita sedang sukses?Terlihat dari jumlah murid yang percaya dan yang dibaptis begitu banyak.Ini ‘kan kesempatan yang baik.Kenapa harus mundur?

Tidak gampang kalau engkau dan saya menghadapi intimidasi, walaupun sdr merasa pihak yang benar.Apalagi kalau yang kita hadapi adalah “a pack of mob” yang seperti serigala adanya.Maukah engkau mendukung orang yang benar dan bersiap hati menghadapi resiko dukunganmu itu akan menghasilkan hal yang tidak enak dan engkau ikut mengalami intimidasi yang sama? Sdr mau membela orang yang jujur, yang tidak korupsi, tetapi akibatnya sdr sendiri yang akan dicari-cari untuk dikerjain. Beranikah sdr tetap berdiri di sisi orang yang sedang memperjuangkan kebenaran seperti itu?Bukan hal yang gampang dan mudah. Mungkin di twitter lebih mudah orang berceloteh memberikan dukungan tetapi pada waktu orang itu ditangkap dan dijebloskan ke penjara, beranikah engkau tetap berdiri untuk menyatakan dukunganmu dan membela orang seperti itu?

Dalam konteks Indonesia, “begal motor” jelas transparan memang perampok, karena terang-terangan dia pakai senjata memaksa engkau memberi harta dan uangmu dalam modus kejahatannya.Tetapi “begal anggaran” tidak gampang dilacak.Ketika kita bilang itu korupsi, merampok uang rakyat, tidak begitu langsung terlihat.Di situlah perbedaannya kejahatan yang dibuat oleh orang-orang yang memiliki kekuatan dan kekuasaan. Kalau membuat anggaran jelas dia tidak akan tulis “rampok, curi, korupsi” tetapi tinggal soal siapa yang bicara dan bagaimana cara penyampaiannya.Tidak gampang dan tidak mudah, lebih-lebih kalau itu adalah “begal rohani.”Di bawah kekuatan kuasa pemimpin agama, di bawah kekuatan kuasa dari struktur agama, dengan tanpa sungkan memakai ayat-ayat kitab suci untuk membenarkan diri, siapa mampu bertahan?Jangan heran mungkin orang yang berseru menyatakan kebenaran akan menghadapi “spin doctor“ yang benar-benar lihai dalam hal provokasi dan “hantu blau” yang mengaburkan mata orang tidak bisa melihat dengan jelas dan bisa memutar-balik yang benar jadi salah dan salah jadi benar.

Itulah sebabnya aspek “menyingkir” dan “lari” merupakan point yang penting.Yesus menyingkir dan mundur, tidak berarti Dia pengecut.Yesus menyingkir dan mundur, tidak berarti Dia lari dari tanggung jawab. Yesus menyingkir dan mundur menunjukkan kita perlu belajar apa itu artinya sabar dan tahan hati di dalam hidup ini. It is not God’s timing yet, it is not God’s way. Itulah waktunya Yesus mundur dan menyingkir.

Sanggup mengangkat barang yang berat dan besar, membutuhkan kekuatan yang besar.Tetapi untuk sanggup menahan barang yang berat dan besar dalam waktu yang panjang, membutuhkan ketahanan dan kesabaran yang berbeda.Ada  combat yang membutuhkan kecepatan dengan ‘quick attack,’ tetapi ada perang yang hanya bisa dimenangkan dengan pergulatan yang panjang, yang hanya bisa dimenangkan dengan kesabaran dan ketegaran hati, yang hanya bisa dimenangkan di dalam struggle yang panjang.

Yang kedua, dari kisah ini kita melihat dari pikiran Kristus dan cara Kristus ada hal-hal yang berbeda 180 derajat dengan pikiran kita.Ada tiga terobosan yang Yesus lakukan pada waktu Yesus bertemu dengan perempuan Samaria ini.Terobosan yang pertama, Yesus berbicara dengan seorang perempuan.Terobosan yang kedua, Yesus berbicara dengan seorang perempuan Samaria. Bayangkan ini bukan soal beda denominasi, bukan soal hitam putih saja. Lebih dalam daripada itu stigmata-nya.Kebencian dan prejudice antara Yahudi dan Samaria sudah ratusan tahun. Orang Yahudi menganggap orang Samaria bukan saja hinda dan rendah, tetapi mereka dianggap sebagai cara setan untuk menghancurkan kemurnian bangsa Yahudi dengan adanya perkawinan campur dengan bangsa asing. Murid-murid pun waktu melihat Yesus berbicara dengan perempuan Samaria itu menjadi kaget luar biasa, meskipun belum sampai keluar pertanyaan dari mulut mereka. Kenapa Guru bicara dengan orang Samaria? (ayat27). Terobosan yang ketiga, Yesus memberikan konsep apa arti ibadah yang melampaui batasan tempat, melampaui cara dan tradisi, melampaui ruang dan waktu.

Yesus berbicara dengan perempuan Samaria karena perempuan ini membutuhkan Kristus, dia membutuhkan keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus. Yesus sama sekali tidak menghakimi dan menghina dia. Namun Yesus tahu sedalam-dalamnya hati perempuan itu ada dalam kekosongan jiwa yang luar biasa. Fakta bahwa dia pernah mempunyai lima suami memperlihatkan hidupnya yang selalu gagal mencari hal yang bisa memuaskan dia. Dan bagaimana akhirnya dia menjadi percaya Yesus adalah Mesias yang benar? Karena Dia bicara aspek sesuatu yang perempuan ini tidak pernah tahu, kekosongan jiwa itu hanya bisa diisi dan dipenuhi oleh Tuhan semata-mata.Dari permukaan seolah-olah Yesus sedang berbicara soal air karena mereka ada di tepi sumur. Tetapi perempuan ini mengerti apa yang Yesus maksudkan di baliknya. Perempuan ini mengerti bahwa hanya Tuhan yang sanggup memuaskan kekosongan jiwanya, dan lebih lagi, Yesus menyatakan Dialah Tuhan itu (ayat 10,14).

Lagu “Amazing Grace” adalah lagu yang begitu indah menyentuh hati banyak orang Kristen.Lagu itu ditulis oleh seorang bekas penjual budak, tetapi justru lagu itu menjadi populer di kalangan orang kulit hitam.Lagu itu menyentuh hati mereka, lagu itu menjadi lagu yang memperdamaikan karena mereka mengerti cinta kasih Tuhan, lagu itu juga menyembuhkan hati yang pahit, benci, dan sakit hati.Kalau bukan karena kasih Tuhan bagaimana mungkin bekas budak-budak yang diculik dari tempat tinggal mereka, yang dijual dan diperlakukan seperti hewan, yang mengalami berbagai siksaan fisik dan mental, dipukul, diperkosa, disiksa, bisa sama-sama menyanyikan lagu yang dikarang oleh seorang bekas penjual budak?

Terobosan ini adalah terobosan yang sulit dimengerti oleh murid-murid Tuhan Yesus, dan sampai hari ini pun kita prihatin menyaksikan gereja-gereja masih memiliki kesempitan hati seperti ini.Pada waktu itu murid-murid melihat perempuan Samaria dengan pandangan seperti apa? Pasti mereka menghindar, lari dan kabur, tidak mau dekat-dekat. Tidak akan bicara dengan dia. Jangankan bersalaman, melihat pun tidak mau. Di situ kita baru mengerti Yesus mau bercakap-cakap dengan dia adalah suatu terobosan yang luar biasa.

Saya mengharapkan jemaat yang ada di tempat ini jangan sampai menjadi jemaat yang “sectarian,” jangan sampai merasa karena orang Reformed lalu posisi lebih tinggi daripada orang lain. Jangan sampai kita menjadi orang yang judgemental, labelisasi orang, hati yang tidak luas dan lapang melihat ada orang berbeda dengan kita.

Masakan dengan orang yang berbeda denominasi saja engkau tidak mau duduk makan dengan dia?Bahkan pak haji undang saya datang selamatan, saya hadir dan duduk sama-sama.Bagaimana kalau dia orang Mormon? Saksi Yehova? Kalau dia adalah tetanggamu yang hari itu housewarming masuk rumah baru, kamu terima undangannya atau tidak?Mau salaman, tidak?Mari kita lihat aspek itu.

Terobosan yang ketiga diberikan oleh Yesus Kristus adalah tentang konsep apa itu ibadah yang sejati. Perempuan Samaria bilang, “Nenek moyang kami menyembah di gunung ini sedangkan kalian orang Yahudi menyembah di Yerusalem…” (ayat20). Kita memang berbeda ibadahnya, tata caranya lain, kita tidak mungkin bisa bersatu.Tapi Yesus berkata, “Saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran” (ayat 23). Yesus mengatakan ibadah bukan soal gedung, bukan soalcara ibadah, melampaui lagu-lagu yang dipakai, melampaui instrument musik yang dipakai, melampaui waktu, melampaui denominasi, karena ibadah itu bicara soal ‘the attitude of your heart.’Itu bicara soal direksi dan kaitan hati kita dengan Tuhan.

Setiap minggu bukan saja di gereja kita, di gereja Katolik,di gereja Protestan, dan juga gereja Pentakosta, kita semua sama-sama menyatakan Pengakuan Iman ini: Aku percaya Gereja yang kudus dan am. Pada waktu kita menyebutkan kalimat itu, apa yang kita maksudkan? Gereja yang kudus dan am itulah yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, “From now on the true worshipers will worship the Father in the Spirit and in truth…” Tidak ada lagi perbedaan Yahudi atau Samaria, tidak ada perbedaan ras, jenis kelamin, status sosial, status ekonomi, tempat dan cara ibadah. Mulai dari hari itu oleh karena Tuhan kita Yesus Kristus, engkau akan menjadi penyembah-penyembah yang sejati yang menyembah Bapa di dalam Roh dan kebenaran.

Itulah artinya Gereja yang kudus dan am, Gereja yang satu bukan karena denominasinya, Gereja itu satu karena kita satu di dalam Kristus. Gereja itu universal, menyangkut orang Kristen yang sudah meninggal maupun yang masih hidup sekarang ini dan akan datang; menyangkut orang yang ada di segala tempat; menyangkut orang yang ada di gereja ini dan yang ada di gereja-gereja lain; kita menjadi satu karena kita adalah penyembah-penyembah Bapa di dalam nama Yesus Kristus yang sudah mati disalib menebus dosa kita, yang mempersatukan semua orang yang percaya kepada Allah Tritunggal yang kita sembah; yang percaya satu kali kelak Yesus akan datang kembali untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati; Dia yang akan duduk menjadi Raja untuk selama-lamanya. Dialah Tuhan yang mempersatukan kita, kepadaNyalah kita berbakti dan beribadah.

Hari itu Yesus memberi perubahan dan prinsip itu.

Gampang?Tidak gampang. Hari itu ada murid-murid yang melihat Yesus berbicara dengan perempuan Samaria, murid itu dalam proses perjalanan hidup mengalami perubahan yang tidak gampang.Belasan tahun setelah Gereja Mula-mula berdiri, Alkitab mencatat “mereka hanya memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja” (Kisah Rasul 11:19).Maka perlu Tuhan memberi Petrus sebuah penglihatan dari surga menyuruh dia makan makanan yang haram. Petrus bilang apa? Tuhan, aku tidak bisa makan makanan yang haram.Tuhan sampai suruh 3 kali, baru di situ Petrus sadar yang dimaksud Tuhan adalah pergi melayani Kornelius yang bukan orang Yahudi (Kisah Rasul 10:9 dst.). Satu kali dia duduk makan sama-sama dengan orang Kristen non Yahudi dengan senang menikmati persekutuan dengan mereka lalu datanglah sekelompok murid dari Yerusalem dan melihat sikap Petrus.Lalu apa yang dilakukan oleh Petrus? Dia segera menyingkir dan menjauhi orang yang non Yahudi itu.Sikap Petrus membuat Paulus marah dan menegur dia (Galatia 2:11-13).

Hari ini biar kita boleh melihat keindahan dari prinsip Tuhan Yesus ini boleh menjadikan kita seorang Kristen Reformed yang berhati indah, luas dan lapang; tidak menjadi orang yang sempit dan judgemental. Jangan segera me-labelisasi orang dan gerejanya.Biar hati kita terbuka lebar, melihat orang yang melayani Tuhan dengan aspek dimensi yang berbeda seperti itu. Kita tidak boleh jadi orang Reformed yang sectarian. Setiap kali menyatakan Pengakuan Iman Rasuli, biar kita selalu diingatkan apa itu pengertian Gereja yang kudus dan am.

Saya harap apa yang kita lihat ini menjadi satu keindahan yang luar biasa. Yesus berjumpa dengan perempuan Samaria itu memperlihatkan pelayananNya yang indah dan otentik, menjangkau orang-orang yang dihina oleh masyarakat, yang berbeda.Pertobatan perempuan ini menghasilkan perubahan yang dahsyat di dalam perjumpaannya dengan Yesus Kristus. Dia tidak melihat satu mujizat pun sama sekali. Tetapi dia bisa kembali ke desanya memberitahukan kepada semua orang bahwa dia sudah bertemu dengan Yesus Kristus, Mesias dari Allah yang hidup itu.Karena Kristus memberikan prinsip-prinsip yang indah ini, saya harap kita boleh menjadikan Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat kita dengan hati yang seperti ini.

Mari kita hidup cinta Tuhan, berani berdiri bagi kebenaran, dan pada waktu kita berdiri kita dipanggil dan dituntut mempunyai perjalanan peperangan yang panjang, yang tidak gampang dan tidak mudah.Demikianlah perjalanan pelayanan Gereja Tuhan dan anak-anak Tuhan di dalam dunia ini.Sdr berdiri membela yang benar di dalam kantormu, siap-siap dipecat, tidak rugi adanya.Dan jangan pikir karena membela kebenaran maka Tuhan ada di pihak kita menjaga dan membela kita, kita kebal dari segala intimidasi dan tekanan.

Di dalam dunia ini orang-orang yang berjuang rindu kebenaran ditegakkan mungkin sampai akhirnya tidak melihat hal itu terjadi.Tuhan bilang belum waktunya, belum saatnya kebenaran itu ditegakkan.Sampai kapan?Wahyu 6:10 bilang tinggal sedikit waktu lagi. Di tengah ‘how long’ inilah biar ayat ini menjadi kekuatan bagi kita, ketegaran hati dan kesabaran, berjalan ikut Tuhan itu adalah peperangan yang akan kita menangkan, dan itu adalah jenis peperangan yang bisa dimenangkan oleh ketahanan dan kesabaran hati. Menyingkir dan mundur tidak berarti sdr kalah dan sdr pengecut.Sdr mengalami terpaan di dalam pekerjaan biar firman Tuhan hari ini memberi kekuatan kepada kita. Kita berseru dan kita memuliakan Tuhan karena Ia adalah Allah yang menjadi kekuatan sumber penyertaan dan pemelihara iman kita. Bersyukur dengan semua janji firman Tuhan pada hari ini, kita percaya Ia adalah Allah yang akan menggenapkan setiap janji firmanNya. Biar kita ikut Tuhan kita Yesus Kristus, teladan kita yang indah, yang membukakan mata kita.Kita berdoa bagi mereka yang hari ini sedang berdiri membela kebenaran, menyatakan keadilan yang mungkin sedang berjuang seorang diri, yang akan dihempas, ditindas namun tidak terjepit, dianiaya namun tidak ditinggalkan sendirian, dijadikan kambing hitam. Kita berdoakarena kita percaya Tuhan beserta dengan setiap orang-orang Kristen yang berjuang bagi kemuliaan Tuhan.(kz)