Union with Christ

Sun, 12 Oct 2014 00:22:00 +0000

Pengkhotbah: Pdt. Effendi Susanto STh.

Tema: Union with Christ Nats: Efesus 2:1-7

Penulis hymn yang sangat terkenal, Fanny Crosby, yang seumur hidupnya buta itu pernah ditanya oleh sahabat dekatnya, bagaimana dia akan tahu yang mana Yesus Kristus itu pada waktu dia bertemu dengan Dia di surga nantinya? Seorang yang buta, yang sepanjang hidup tidak bisa melihat, bagaimana bisa mengetahui siapa Dia? Jawaban Fanny Crosby demikian, “Aku akan tahu Dia adalah Yesus Kristus sebab Dialah yang pertama akan menyambutku di sana dan aku akan mengenalNya dari tanda paku pada tanganNya.” Sama seperti kita yang hidup sekarang ini tidak pernah melihat Yesus Kristus secara fisik hadir di tengah-tengah kita, pertanyaan ini perlu mengusik hati kita, mari kita bayangkan kalau kita bertemu dengan Kristus secara fisik, melihat Dia dengan mata kita, seperti apakah wajahNya dan rupaNya? Bagaimana keteduhan mataNya, bagaimana senyumanNya, bagaimana tatapanNya kepada kita, bagaimana sambutanNya kepada kita? Betapa agung, betapa mulia, betapa indah Kristus itu, yang akan selalu menjadi daya tarik yang tidak habis-habis kita mengagumi karena kita menemukan segala sesuatu yang indah, segala sesuatu yang baik itu di dalam Yesus Kristus. Pikiran kita yang terbatas tidak mampu menyelami pada waktu Paulus mengatakan “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematianNya” (Filipi 3:10). Kepada Jemaat Galatia Paulus mengatakan, “pada tubuhku ada tanda-tanda Yesus” (Galatia 617b). Betapa kaya dan betapa indah kedekatan Paulus dengan Kristus itu. Penulis Ibrani mengatakan, “Christ is the author and the perfecter of our faith” (Ibrani 12:2). Dialah yang memulai iman kita dan Dia juga yang menggenapi dan menyempurnakan iman kita. Tidak ada aspek di dalam hidup kita yang di luar dari Kristus ini. We are in Christ. Kita ada di dalam Kristus. Paulus mengatakan kepada Jemaat Kolose “Christ is our life” (Kolose 3:4). Kita manusia yang hidup dalam dunia ini sering dipenuhi oleh rasa kuatir, gelisah, takut dan kecewa karena kita selalu ingin orang melihat kita sebagai orang baik; kita terganggu sekali kalau image kita dilihat tidak baik; kita sangat terpengaruh dengan bagaimana sikap orang terhadap kita, bagaimana reaksi orang kepada kita. Sehingga kadang-kadang kita harus bertingkah laku sedemikian rupa demi membuat image kita dilihat seperti apa yang kita mau. Kita bukan orang baik, tetapi kita ingin dilihat baik oleh orang. Kita lupa di tengah segala kemauan dan usaha kita untuk terus-menerus menyenangkan orang dan pleasing orang di dalam hidup kita, kita akhirnya lelah dan cape, kita akhirnya tidak menyadari kelimpahan, kekayaan dan keindahan yang kita bisa nikmati di dalam Yesus Kristus. Sejarah Gereja memberitahukan kepada kita wajah dan rupa dari rasul Paulus tidak terlalu menarik. Paulus pernah sendiri bilang kepada Jemaat di Galatia bahwa pada waktu dia datang menginjili mereka, dia mengalami sakit yang sedemikian pada tubuhnya namun tidak membuat mereka jijik melihat dia (Galatia 4:13-14). Kita masing-masing punya cacat cela dan kelemahan, tetapi pada waktu kita membaca kalimat-kalimat Paulus, kelemahan dia ditutupi oleh keindahan daripada Kristus. Dalam Efesus 2:5-7 ada lima kali Paulus menyebutkan “in Christ” menyertai kata kerja aorist tense hal yang sudah Kristus kerjakan bagi kita, meskipun beberapa hal yang akan datang yang baru akan terjadi nanti, yaitu kita akan duduk bersama Kristus dalam kekekalan, tetapi unik Paulus tidak menggunakan bentuk future tense. Paulus mengatakan kita telah mati bersama Kristus, kita telah bangkit bersama Kristus, kita telah didudukkan bersama Kristus, kita telah menikmati kekayaan itu nanti yang akan kita terima penuh, sekarang ini menjadi keindahan kelimpahan hidup kita di dalam Kristus. Kita telah ditebus di dalam Kristus, kita menjadi anak-anak Allah oleh karena Kristus, kita menikmati berkat karunia sulung Roh Kudus dalam hidup kita. Kita boleh menyebut Allah sebagai Bapa kita oleh karena Kristus. Kita dipelihara dan dilindungiNya dalam Kristus. Kita telah dibawa keluar, ditarik dari kuasa kegelapan, kita ditebus olehNya. Semua ini adalah berkat-berkat yang kita dapatkan karena kita ada di dalam Kristus. Itulah sebabnya dalam teologi ada satu subjek yang dipisahkan tersendiri khusus pada waktu bicara mengenai keselamatan Kristus, subjek yang menjadi pengikat semua yang kita dapat di dalam Kristus yang disebut “Union with Christ.” Termasuk karunia-karunia Roh Kudus bukanlah sesuatu yang ditambahkan kepada kita oleh Roh Kudus tetapi kita terima itu semua di dalam Kristus, yang dinyatakan oleh Roh Kudus kepada kita. Tidak ada lagi yang perlu ditambahkan, tuntas, genap, lengkap, sempurna semuanya engkau dan saya miliki di dalam Kristus. Itulah identitas kita. Union with Christ, bersatu dengan Kristus, bersatu di situ tentu bukan bersatu secara fisik, karena Kristus sudah tidak hadir secara fisik lagi sekarang ini seperti 2000 tahun yang lalu. Bersatu di sini berarti satu kesatuan yang begitu misteri. Alkitab mengatakan hal itu bukan sebagai permainan kata, tetapi betul-betul kita bersatu dengan Kristus. Paling tidak ada 4 komponen dari union with Christ ini. Pertama, “kita di dalam Kristus” we are in Christ. Yang kedua, “Kristus di dalam kita” Christ in us. Yang ketiga, “kita serupa dengan Kristus” we imitate Christ. Yang keempat, “kita bersama Kristus” we are with Christ. Union with Christ inilah yang menjadi dasar semua relasi Allah berelasi dengan kita, orang percaya. Allah Bapa mengasihi kita karena Dia mengasihi kita di dalam Yesus Kristus. Pada waktu nanti kita bertemu dengan Dia, Allah menyatakan segala kekayaan yang Dia miliki bersama-sama dengan Kristus untuk kita. Tidak ada sesuatu di dalam diri kita yang menyebabkan Allah Bapa melihat, mencintai dan mengasihi kita, melainkan itu terjadi karena kita ada di dalam Yesus Kristus. Itulah anugerah Tuhan yang diberikan bukan karena kita lebih baik daripada orang lain, bukan karena ada sesuatu pada diri kita sehingga kita berhak menuntut Tuhan Allah mau berelasi dengan kita, melainkan hanya karena Dia melihat hal itu di dalam Yesus Kristus. Itulah sebabnya pada hari ini kita ingin menikmati dan memahami apa artinya kekayaan keindahan kita bersatu dengan Kristus itu. Pertama, kita di dalam Kristus. Apa arti dari hal ini? Kapankah kita berada di dalam Kristus? Efesus 1:4 mengatakan kita ada di dalam Kristus sejak di dalam kekekalan, “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan…” In God’s eternal plan di situlah kita sudah berada di dalam Kristus. Artinya, ketika kita masih belum exist secara fisik, Allah sudah memikirkan dan merencanakan hal itu. Keberadaan kita, hadirnya kita di dalam Kristus yang telah memilih kita, menyelamatkan kita, bahkan sebelum dunia dijadikan. Paulus dalam 2 Timotius 1:9 berkata, “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus… dalam Kristus Yesus sebelum permulaan jaman.” Bukan berdasarkan perbuatan kita, bukan berdasarkan apa yang ada di dalam diri kita. Dia panggil kita, Dia kuduskan kita, Dia selamatkan kita karena itu ada di dalam kasih rencanaNya yang kekal sebelum permulaan jaman hal itu sudah terjadi oleh karena Kristus Yesus. Keselamatan kita anchornya adalah karena kita ada di dalam Kristus. Planning Allah itu terjadi bukan sekarang, atau pada waktu kita percaya Yesus, atau tanggal dan moment kita mengenal Kristus dan memintaNya tinggal dalam hati kita, melainkan itu telah ada dalam kekekalan. Kedua, apa artinya kita di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita? Selama Kristus hidup di dalam dunia 2000 tahun yang lalu pada waktu Dia berjalan, kita ada bersama Dia di situ dengan Kristus menjadi representatif kita. Sehingga pada waktu Kristus disalibkan, Alkitab berkata kita juga turut disalibkan. Pada waktu Kristus berada di kayu salib, Alkitab berkata dosa-dosa kita ditanggung di situ, walaupun kita belum exist dan hadir pada waktu itu. Jadi kata ‘union with Christ’ memiliki satu misteri yang dalam yaitu seluruh aktifitas Yesus Kristus pada waktu Dia ada di dunia, engkau dan saya ada di situ dan Dia menjadi wakil bagi kita. Di salib itu kita disalibkan bersama Kristus. Dalam 2 Korintus 5:21 Paulus mengatakan “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” Galatia 2:20 “namun aku hidup… Kristus yang hidup di dalam aku.” Selama kita hidup di dalam dunia ini sekarang inipun berarti kita di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita. Itulah sebabnya Paulus bilang hidupku yang aku hidupi sekarang bukan aku lagi melainkan Yesus hidup di dalam aku. Ini adalah aspek yang misteri, Kristus sudah tidak hadir secara fisik sebab Dia sudah bangkit dan naik ke surga. Tetapi Dia sekarang ada dan hadir di dalam aktifitas hidup kita. Aspek ini seharusnya menggentarkan hati kita sekaligus menghibur kita dan menguatkan kita. Waktu Paulus pergi ke Damaskus untuk menangkap dan memenjarakan orang percaya di kota itu, di tengah perjalanan Yesus muncul di hadapannya dan berkata, “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?” (Kisah Rasul 9:4). Konsep mengenai ‘in Christ’ itu mengguncangkan dia karena dia mendengarkan kalimat Tuhan Yesus yang luar biasa itu. Secara fisik Paulus tidak menganiaya Yesus, tetapi kalimat itu dikeluarkan oleh Yesus ‘mengapa engkau menganiaya Aku’ berarti di situ Yesus bersama dengan orang-orang percaya sama-sama mengalami penganiayaan itu. Sehingga kepada Jemaat di Korintus yang pergi ke pelacuran dan melakukan percabulan, Paulus menegur mereka, engkau menyeret tubuh Kristus ke sana (1 Korintus 6:15). Kita tidak boleh berpikir waktu kita berbuat dosa, hanya diri kita sendiri yang melakukannya. Jadi inilah misteri yang ketiga, selama kita tinggal di dalam dunia ini menjadi penghiburan kita karena kita tahu kita tidak pernah ditinggalkan sendirian. Meskipun kita mengalami sesuatu, kita tidak mengalaminya sendirian, Kristus ikut mengalaminya bersama kita. Jangan pernah kita katakan kita adalah orang yang tersendiri dan tidak ada yang tahu kesulitan kita. Yesus menyertai kita senantiasa dan Dia pun aktif terlibat bersama-sama dengan kita. Ini harus menjadi kekuatan kita. Ini harus menjadi sukacita kita pada waktu kita menyadari akan kelimpahan misteri ini. Dalam 1 Yohanes 5:11 berkata, “Barangsiapa ada di dalam Kristus…” kita sudah miliki hidup yang kekal itu. Kita tidak boleh mengatakan tunggu sampai mati nanti baru kita tahu apakah kita memiliki hidup yang kekal atau tidak. Hal itu tidak bergantung dari diri kita, it depends on Christ. Itu sebab kalimat ini berkata siapa yang ada di dalam Kristus, siapa yang menjadi milik Kristus maka hidup kekal itu ada di dalam diri orang itu. Selama kita hidup dalam dunia ini, semua tindakan kita, apa yang kita kerjakan dan lakukan di dalamnya Kristus hadir dan representatif di dalam hidup kita. Dengan demikian apapun yang kita kerjakan dengan kekuatan kemampuan kita pun kita segala karunia kehebatan apapun yang bisa kita kerjakan dan lakukan, kita bersyukur kepada Tuhan karena itu semua tidak akan pernah menjadi jasa kita karena kita kerjakan dan lakukan di dalam Yesus Kristus. Kepekaan seperti ini muncul berkali-kali dalam Alkitab kita, dan itu ada terus di dalam kesadaran setiap hamba-hamba Tuhan. Roma 15:17 “Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah…” Kita berbangga atas pelayanan kita bagi Allah, seperti kata Paulus karena itu semua ada di dalam Kristus. Itulah sebabnya Paulus bisa dengan confident berkata segala sesuatu yang kita kerjakan tidak akan pernah pulang dengan sia-sia karena itu semua kita kerjakan bukan berdasarkan usaha, kemampuan, bakat dan talenta kita tetapi karena kita melakukannya di dalam Kristus. Kita tidak boleh jemu-jemu melakukan hal yang indah dan baik. Kita juga tidak boleh terus melihat berapa kuatnya kita, berapa mampunya kita, berapa hebatnya kita. Semua itu harus kita buang dan tanggalkan. Paulus mengingatkan kita bisa mengerjakan semuanya karena di dalam Kristus. Pada waktu kita merasa kita kecil dan lemah, mengalami kekurangan dan keletihan, tidak punya kekuatan lagi, biar aspek ini boleh menjadi penghiburan dan kekuatan bagi kita. Sehingga di dalam penjara Paulus bisa mengatakan, “segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13). Yang keempat, apa artinya kita di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita? Roma 12:5 berkata secara implisit kita di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita itu berarti semua kita adalah anggota di dalam satu tubuh. Sehingga Paulus bilang satu menderita semua ikut menderita. Meskipun orang itu tidak satu gereja dengan kita, bukan karena dia tetangga yang baik kepada kita, bukan karena satu marga dengan kita, bukan karena satu suku dengan kita, bukan karena satu daerah dengan kita, yang menyebabkan kita satu dengan mereka. Di dalam Kristus berarti semua tembok-tembok pemisah harus diruntuhkan. Sebelumnya orang Yahudi masuk ke dalam bait Allah ada wilayah pemisahan antara pria dan wanita, antara orang Yahudi dan non Yahudi. Galatia 3:28 mengatakan di dalam Kristus tidak ada lagi pria dan wanita, budak dan orang merdeka, Yahudi dan non Yahudi. Itu adalah satu terobosan yang luar biasa yang disebabkan karena di dalam Kristus. Mari kita coba bayangkan kalau kita adalah seorang Yahudi yang sudah terbiasa dengan pemisahan-pemisahan di dalam ibadah di Bait Allah waktu itu. Setelah menjadi anak-anak Tuhan, semua beribadah sama-sama, isteri duduk sama-sama dengan suami, orang non Yahudi duduk sama-sama dengan orang Yahudi, budak duduk sama-sama dengan tuannya. Satu anggota itu berarti kita harus memiliki kepekaan kesadaran cinta kita kepada semua orang Kristen dan anak-anak Tuhan dimana saja kita berada. Waktu kita mendoakan mereka bukan saja sebagai pokok doa kita, kita mendoakan mereka karena kita tahu dia adalah satu anggota tubuh dengan kita di dalam Kristus Yesus. Satu anggota menderita, yang lain ikut menderita; satu anggota dihormati, semua ikut bersukacita menikmati kebahagiaan itu. Aspek yang lain dalam union with Christ adalah “De imitatione Christi, the imitation of Christ.” Ikutlah aku seperti aku mengikut Kristus. Thomas a’ Kempis teolog abad pertengahan menulis tema ini sebagai panggilan kontemplatif orang Kristen bagaimana menjadi serupa dengan Kristus. Imitasi bukan berarti palsu. Imitasi berarti membuat duplikasi menyerupai yang asli. Dalam 1 Korintus 11:1 Paulus memanggil orang percaya “jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.” Be imitators of me, as I am of Christ. 1 Yohanes 2:6 berkata “barangsiapa ada di dalam Kristus ia wajib hidup seperti Kristus.” Walk in the same way in which He walked. Barangsiapa mengatakan dia bersatu dengan Kristus, dia wajib berjalan di jalan setapak yang pernah dijalani oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Jika Kristus sudah menyambut engkau, engkau juga harus menyambut orang itu sedemikian. Jika Kristus sudah mengampuni engkau, engkau juga harus mengampuni orang sedemikian. Suami, kasihilah isterimu sama seperti Kristus mengasihi Jemaat. Jika Kristus sudah memberi hidupNya bagimu, maka wajiblah kita juga memberi hidup kita kepada saudara-saudara kita. Dalam Roma 15:7 Paulus berkata, “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita.” Ini semua ayat-ayat indah yang Tuhan berikan bagi kita. Bayangkan seorang yang kusta, penyakit yang kotor penuh dengan kehinaan sedang datang menghampiri sdr. Bagaimana kira-kira Yesus menghampiri orang itu? Di situlah kita belajar bagaimana hidup menyambut orang itu. Jika kita bertindak seperti Kristus, percayalah, kita akan semakin mirip Kristus. Jika kita berjalan di atas perjalanan seperti Kristus, kita akan semakin mirip Kristus. Jika kita memiliki hati yang bersimpati kepada orang berdosa seperti Kristus, kita pasti akan semakin mirip Kristus. Union with Christ memanggil kita untuk berkaca setiap hari di depan kaca firman Tuhan. Jangan lagi kita berkaca di depan cermin yang lain, melihat how well you are, how good you are, melihat apa yang kita mau orang lihat pada diri kita. Mari kita buang dan tanggalkan semua itu. Mari kita mulai hari ini dengan melihat dari cermin firman Tuhan apakah kita sudah lebih mirip Tuhan kita Yesus Kristus? 2 Korintus 3:18 mengatakan “Dan kita semua mencerminkankemuliaan Tuhan… maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya dalam kemuliaan yang semakin besar.” We all are being transformed into the same image from one degree of glory to another. Ada pertumbuhan yang nyata, ini janji Tuhan, step by step from one degree to another kita ditransformasi terus kepada kemuliaan Kristus, bukan kepada gambar dan rupa yang lain melainkan kepada the image of Jesus Christ our Lord. Berbeda dengan konsep agama Timur dimana kita tidak hilang identitas, kita tidak terhisab lalu kita menjadi Kristus. Kristus adalah satu pribadi, engkau dan saya juga masing-masing satu pribadi. Dalam konsep agama Timur mereka terhisab menjadi allah-allah kecil. Itu bukan konsep itu yang kita terima. Kita menjadi serupa Kristus artinya kita tetap kita, tetapi kita makin mirip satu pribadi yang namanya Kristus di dalam hidup kita. Itulah keindahan the union with Christ. Hari ini Kristus ada di tengah-tengah kita karena Dia berjanji setiap kali dua tiga orang berkumpul dalam namaNya, Dia hadir di situ. Kemana saja kita pergi, Dia berjanji menyertai kita senantiasa. Mari kita memiliki kesadaran itu dan semakin rindu hidup kita berjalan mengikuti jejakNya dan menjadi semakin serupa dengan sifat-sifatNya yang indah dan mulia. Kita menikmati semua keindahan, kekayaan, kemurahan, kebaikan Tuhan karena kita mendapatkannya di dalam Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita. Kiranya Tuhan memimpin setiap kita supaya makin hari kita makin berubah di dalam kemuliaan demi kemuliaan semakin serupa dengan Tuhan kita Yesus Kristus. Sehingga orang dunia boleh melihat kita adalah anak-anak Tuhan yang menyatakan keindahan keagungan pribadi Tuhan kita Yesus Kristus dalam tutur kata, tingkah laku dan perbuatan yang serupa denganNya.(kz)