God with us, Tuhan beserta kita

Sun, 09 Mar 2014 06:45:00 +0000

Pengkhotbah: Pdt. Radjali Ramli MDiv.

Tema: God with Us, Tuhan beserta Kita

Nats: Kejadian 48:21

 

“Kemudian berkatalah Israel kepada Yusuf, “Tidak lama lagi aku akan mati, tetapi Allah akan menyertai kamu dan membawa kamu kembali ke negeri nenek moyangmu” (Kejadian 48:21).

Perkataan Yakub adalah perkataan yang menyaksikan kehadiran Tuhan Allah di dalam hidupnya. Kata-kata dari Yakub ini adalah kata-kata yang keluar dari usia senjanya, kata-kata yang keluar dari seorang sosok pribadi yang sudah mengikut Tuhan sedemikian lama di dalam periode yang Tuhan karuniakan kepada dirinya. Kalimat yang diucapkan Yakub ini adalah kata-kata yang merupakan kristalisasi dari perjalanan hidup kerohanian Yakub, yang akan dia bagikan kepada generasi penerus, kepada keturunannya, kepada anak-cucunya. I am with you, Aku menyertai engkau. I will be with you, Aku akan menyertai engkau. God has been with me, Allah telah beserta dengan aku. God will be with you, Allah akan beserta dengan engkau. Biar dalam hidup kita setiap dari kita yang telah menjalani hidup ini bersama dengan Tuhan, pada waktu kita kilas balik kepada tahun-tahun yang telah lewat, bulan demi bulan, minggu demi minggu, hari demi hari, bahkan jam, menit, detik, sampai saat ini kiranya kita juga bisa memberi kesaksian seperti apa yang Yakub menyatakan kesaksian hidupnya di dalam kitab suci dan kita bisa berkata, “Memang Allah telah menyertai kita hari ini dan tidak pernah meninggalkan kita.” Dan biar kita bisa membagikan pengharapan ini kepada orang yang belum mempunyai pengharapan seperti ini sehingga dunia yang suram, dunia yang gelap, dengan orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan boleh mendapatkan cahaya dari GerejaNya, dari engkau secara pribadi, dari kesaksian hidupmu masing-masing.

Mari kita menelusuri empat moment di dalam perjalanan hidup Yakub pada waktu Yakub kilas balik lalu mengucapkan kata-kata yang begitu indah di dalam frasa “God with us,” Allah beserta dengan kita. Bagian pertama dalam Kejadian 28:15 di Betel Tuhan berkata kepada Yakub, “Sesungguhnya Aku akan menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau kemanapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.” Hari itu Yakub meninggalkan rumahnya dan juga harus menyaksikan tangisan dan air mata yang mengalir dari mata ibunya; Yakub juga harus meninggalkan ayahnya karena hari itu Alkitab mencatat Esau dendam dan mau membunuhnya. Tetapi Allah berkata kepadanya, “I am with you…” Aku menyertai engkau. Kalimat ini ditujukan kepada Yakub ketika Allah memberikan janjiNya kepada Yakub, hari itu dia seorang diri di tengah-tengah alam ciptaan Allah yang begitu indah, di bawah langit bertabur bintang-bintang yang bercahaya, dengan kepala berbantalkan batu beralaskan tanah, di tengah-tengah tempat yang sunyi itu Yakub harus menghadapi perjalanan, suatu journey kepada a new life, suatu journey yang harus dia jalani seorang diri, alone, but alone before God. Yakub tidak tahu perjalanan ke depan seperti apa. Dia tidak bisa bayangkan apa yang akan Laban lakukan kepada dia. Bagaimana perlakuan Laban kepadanya, bagaimana nanti hidupnya ke depan, dia tidak tahu. Tetapi justru Allah sendiri yang menguatkan dia, “I am with you, Aku menyertai engkau.”

Kondisi yang dialami Yakub mewakili orang-orang Kristen, dan juga orang-orang yang belum mengenal Tuhan, yang perlu pertolongan dari Tuhan; mewakili para janda; mewakili orang-orang yang harus tercabut dari lingkungan dimana dia berada dan pekerjaannya; mewakili orang-orang yang mengalami kelemahan tubuh karena penyakit; mewakili orang-orang yang ditolak; mewakili orang-orang yang mengalami kesesakan pergumulan pergulatan hidup; mewakili orang-orang yang digambarkan dalam Mazmur 23 orang-orang yang sedang berjalan di lembah kekelaman, in the darkness of the valley, tetapi gada dan tongkat Gembala itu beserta dengan dia. Yakub berjalan di dalam perjalanan ke depan yang menurut ukuran dunia itu tidak pasti; menurut perhitungan secara manusiawi itu tidak bisa dihitung. Tetapi kalimat janji Tuhan Allah yang dia dengar di dalam hidupnya adalah “I am with you.”

Biarlah kalimat dari Yesus Kristus sekali lagi berkumandang di dalam ruangan ini, hari dimana Yesus ada di tengah-tengah dunia Dia berkata, “Marilah kepadaku hai engkau yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28). Jikalau engkau datang pada hari ini, kalau hatimu gelisah dan kosong adanya, dan engkau perlu mendapatkan kepastian, kepastian bukan dari kalkulator, kepastian bukan dari manusia dan dari dunia ini, sebagai hamba Tuhan saya berkata, biar ketukan dari Yesus Kristus ke dalam pintu hatimu membuatmu membuka hatimu dan terimalah Dia sebagai Tuhan Juruselamatmu, karena Dialah sang Gembala yang baik, yang senantiasa care. Mata Dia ada pada domba-domba milikNya, dan hati yang hancur dan jiwa yang patah remuk, yang sungguh-sungguh mau mencari Tuhan tidak dipandang hina olehNya.

Kedua, dalam Kejadian 31:3, pada waktu Yakub diperintahkan oleh Tuhan untuk kembali dari Haran ke negeri nenek moyangnya, Allah berkata kepada dia, “Aku akan menyertai engkau.” Seolah-olah janji ini mirip dengan janji yang pertama, tetapi justru pada waktu kita menyelidiki dan menelusuri bagian ini kita akan mengerti bahwa janji Allah yang kedua ini menjadi karakteristik yang mengikuti janji yang pertama. Allah tidak akan pernah ingkar janji. Setiap kalimat dan janjiNya yang ada di dalam kitab suci adalah ‘ya’ dan ‘amin.’ Allah itu tidak akan berubah, Allah adalah Allah yang setiawan. Dia setia kepada Gerejanya, Dia setia kepada setiap pribadi yang mencintai dan mengasihi Dia. Itu sebab pada waktu janji ini diucapkan kepada Yakub, hari itu situasi Yakub sungguh bukan di dalam situasi yang nyaman, bukan di dalam satu situasi yang kondusif, bukan di dalam satu situasi yang enak. Yakub berada di dalam posisi yang sangat sulit.

Yakub bekerja selama 20 tahun, yang 14 tahun, masing-masing 7 tahun untuk mendapatkan Lea dan Rahel, dan 6 tahun Yakub bekerja menggembalakan ternak-ternak Laban untuk mendapatkan share bagi dia. Yakub bekerja sekuat-kuatnya dan Alkitab mencatat Allah memberkati Yakub, Allah mencurahkan berkatnya sehingga Yakub dengan kedua tangannya berjerih lelah di bawah terik matahari menggembalakan ternak-ternak Laban, apa yang dia miliki makin bertambah, bertambah dan bertambah sampai satu moment Laban iri kepada Yakub dan anak-anak Laban complain, “Yakub telah mengambil segala harta milik ayah kita dan dengan harta itulah dia membangun segala kekayaannya” (Kejadian 31:1). Ini terjadi, Alkitab catat semua hal yang bengkok yang bisa dilakukan oleh manusia, kitab yang membongkar dosa dan kebengkokan dan hitamnya hati manusia.

Tetapi Allah yang hidup, the living God tidak membiarkan Laban berbuat semena-mena terhadap Yakub. Hari itu Yakub di dalam posisi yang terjepit. Tuhan perintahkan dia untuk pergi dari Haran untuk kembali ke tanah nenek moyangnya. Berarti dia harus meninggalkan Laban, orang yang begitu lama dia bekerja dan tinggal bersama dia dan seluruh keluarganya itu juga harus dibawa serta. Dan bukan saja Yakub harus meninggalkan Laban dan menghadapi Laban, pada saat yang sama, pikiran dia juga memikirkan waktu aku kembali ke Kanaan, di Kanaan ada siapa? Ada Esau. Yakub masih mengingat betapa dendamnya, marahnya dan sumpah dari Esau untuk membunuh dia. Di timur ada Laban, di barat ada Esau yang akan datang menghadang dengan 400 orang tentara bersenjata lengkap. Yakub itu seperti pelanduk di tengah dua gajah, dia akan dilumat hancur karena dia cuma seorang diri saja. Dimanakah jalan keluar? Bagaimana jalan keluar? Pernahkah engkau alami hal yang seperti ini? Memandang ke sebelah sisi yang lain ada dinding, menoleh ke belakang juga ada dinding, menatp ke depan juga ada dinding. Secara kasat mata memang tidak ada jalan.

Tetapi kitab suci mencatat apa yang terjadi di dalam diri Yakub dan kitab suci mencatat perkataan Tuhan Allah kepada Yakub, “I will be with you.” Siapa yang akan bertindak dalam situasi ini? Yakub boleh bikin skema, Yakub boleh memikirkan banyak hal, tetapi Tuhan sendiri yang menghadapi Laban. Dalam Kejadian 31:24 Alkitab mencatat “Pada waktu malam datanglah Allah dalam suatu mimpi kepada Laban, orang Aram itu serta memperingatkan dia, sekali-kali jangan engkau mengatai Yakub, bahkan bicara yang jelekpun engkau tidak boleh lakukan.” Saya kagum. Allah yang menyatakan diriNya di dalam kitab suci adalah Allah yang senantiasa care, sang Gembala yang peduli dan mataNya ditujukan kepada orang-orang yang Dia kasihi. Siapa yang menghadapi Esau? Tuhan Allah sendiri yang merubah hati Esau sehingga hari dan moment dimana Yakub bertemu Esau, Esau berlari-lari, satu gambaran yang begitu indah, lalu memeluk Yakub, lalu terjadi rekonsiliasi dua saudara yang pernah berseteru itu selesai di situ. Alangkah hebatnya Tuhan kita yang berkuasa. Tidak ada allah lain yang seperti Dia; tidak ada gembala yang seperti Dia.

Tuhan akan menyertai Yakub. Catatan dari kitab suci coba engkau telusuri maka engkau menemukan Yakub pada waktu isterinya meninggal, Tuhan hibur dia. Allah akan menyertai Yakub pada waktu orang-orang Kanaan akan membalas dendam terhadap tindakan Simeon dan Lewi yang membunuh orang-orang Sikhem. Allah akan menyertai Yakub pada waktu berita palsu dari kematian Yusuf tiba kepadanya. Allah yang sama akan menyertai Yakub pada waktu kelaparan itu tiba. Be amazed, pada waktu kita membaca kitab suci ini biar kita boleh berkata, Tuhan beri kepada aku hati yang boleh menyaksikan bahwa sungguh-sungguh Engkau adalah Gembala yang baik, yang menyediakan hidangan bagiku di hadapan lawanku, itu terjadi pada diri Yakub. Biar kita boleh memahami dan mengerti janji Allah kepada Yakub adalah seperti janji dari Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja, sang Gembala Agung itu, kepada GerejaNya dan kepadamu pribadi lepas pribadi. Dalam Matius 28:20 hari dimana Yesus akan naik ke surga, Ia memberikan tugas penginjilan dan pemuridan bagi seluruh bangsa dan hari itu Yesus berkata, “Aku akan menyertai engkau sampai kepada kesudahannya.” I will be with you until the end of the age.

Tidak ada hal yang terjadi di dalam hidup kita secara pribadi dan hidup secara gereja di luar kendali dari Tuhan Allah. Kutipan dari Amsal 21:1 mengatakan, “Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkanNya kemana Ia ingini.” Amsal 16:1 “Manusia dalam menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal daripada TUHAN.” Amsal 16:9 “Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya.” Amsal 19:21, “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.” Many are the plans in a man’s heart, but it is the LORD’s purpose that will stand. Kiranya perkataan-perkataan Tuhan Allah di dalam kitab suci menjadi kekuatan, penghiburan dan meneguhkan iman kita semua.

Pemazmur di dalam Mazmur 23:6 berkata, “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku seumur hidupku…” Kiranya kita menjadi kuat di dalam Tuhan, be strong in the Lord, untuk melayani Dia dengan penuh sukacita. Garis bawahi kalimat ini: melayani Tuhan dengan penuh sukacita itu adalah satu perintah yang dicantumkan di dalam Mazmur 100:2, serve the Lord with gladness. RECI Sydney, serve your Lord with gladness. Tuhan memberikan perintahNya kepada GerejaNya, Tuhan meneguhkan GerejaNya, meneguhkan engkau secara pribadi yang akan berjalan di hadapan Dia. Biar kita juga masing-masing berseru kepada Tuhan, pimpinlah aku di jalan yang benar oleh karena namaMu, ya Tuhan. Pimpinlah GerejaMu ini di jalan yang benar oleh karena namaMu. Bukan jalan pintas yang kita ambil, bukan jalan dunia yang kita adopsi, dan bukan jalan untuk mengambil keuntungan yang kita ingini, dan bukan dengan jalan dunia yang penuh dengan intrik dan politik yang kotor, tetapi jalan yang BENAR. Jalan yang benar, melakukan yang benar, memikirkan yang benar, dan nama Tuhan dikuduskan, seperti doa kita, “Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah namaMu.” Kiranya itu boleh menjadi hasrat di dalam hati kita yang paling dalam dan menjadi hasrat dari RECI Sydney sampai Yesus Kristus datang kembali. Menguduskan nama Tuhan. Tidak mengucapkan kata-kata yang sia-sia, hindari omong kosong, kata-kata yang kosong dan sia-sia. Biar nama Tuhan dikuduskan seperti yang terus kita doakan, mari kita jalankan. Hari itu Tuhan di surga dimuliakan dan ditinggikan di dalam hidup kita masing-masing dan di dalam hidup corporate gereja ini.

Ketiga, God has been with me, Allah telah menyertai aku. Allah menyertai Yakub, Allah akan menyertai Yakub, Allah telah menyertai Yakub. Yakub memegang teguh perkataan Tuhan, seumur hidupnya dia memegang kalimat itu, dan sekarang dia bisa kilas balik di dalam hidupnya dan berkata, “Allah telah menyertai aku,” dan Yakub ucapkan ini dua kali. Yakub dengan penuh berharap kepada Tuhan di dalam hidupnya. Pada waktu dia harus menjelaskan kepada kedua isterinya kenapa mereka harus meninggalkan Haran dan pergi ke Kanaan, dalam Kejadian 31:5, “Telah kulihat dari muka ayahmu bahwa dia tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadaku, tetapi Allah ayahku menyertai aku.” Ini sesuatu penjelasan yang memiliki prinsip Biblika dan kemudian dikaitkan dengan janji Tuhan. Ini adalah merujuk kepada hardship, kepada semua hal yang sulit, semua kesesakan yang Yakub alami di dalam kilas balik dari kehidupannya, kesulitan kesesakan pergumulan pergulatan hidup yang dia alami di Haran. Kali kedua Yakub mengatakan, “God has been with me,” adalah pada hari dimana seluruh keluarga berada di Betel, ketika Yakub sudah tiba di Kanaan, Kejadian 35:3 Yakub berkata, “Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel. Aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh.” Ini merujuk kepada perlindungan Allah terhadap Yakub dari Laban dan juga dari Esau. Puji Tuhan! Kalau kita menyaksikan hidup dari Yakub, Yakub itu lemah imannya, Yakub itu mengalami ketakutan. Yakub yang gagal, Yakub yang pernah bersalah di dalam tindakannya, Yakub yang tidak sempurna sebagai pemimpin, dan masih banyak lagi cacat demi cacat yang bisa kita saksikan di dalam catatan kitab suci mengenai diri Yakub. Sama seperti hidup kita yang jauh dari sempurna di hadapan Tuhan. Tetapi mata Tuhan ada pada diri Yakub, sebagaimana dalam 2 Tawarikh 16:9a, “Mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.” Mata Tuhan menjelajah seluruh bumi dan menemukan Yakub. Dan kiranya juga perkataan Tuhan ini menjadi bagian dari hidup kita karena kita secara pribadi loyal to God, committed to Him, yang hatinya lurus kepada Tuhan.

Biar hatimu seumur hidup boleh lurus kepada Tuhan. Jangan bengkok kepada Tuhan, melainkan engkau harus lurus kepada Tuhan. Karena ayat ini berlaku bagi orang yang sungguh-sungguh lurus, yang committed to Him, yang loyal to Him, yang mendedikasikan hatinya hanya kepada Dia. Aukah engkau melakukannya bagi Tuhan? Biar ini menjadi doa kita bersama-sama, kita mendedikasikan seluruh hidup kita bagi Tuhan, bagi kemuliaanNya dan mata hati kita yang diterangi oleh firman, yang diterangi oleh Roh Kudus memandang kepada Dia, sang Gembala yang baik.

Terakhir, “Allah akan menyertai engkau,” God will be with you. Ini adalah kalimat dari Yakub yang akan menyelesaikan perlombaan yang wajib bagi dia. Ini adalah kalimat dari Yakub di penghabisan akhir dari hidupnya di atas ranjang kematiannya, di usianya yang senja, iman yang akan dia wariskan kepada generasi penerus, kepada keturunannya, kepada anak-cucunya. Ini adalah kalimat bijaksana yang akan Yakub berikan sebagai seorang tua kepada Yusuf, kepada Efraim dan Manasye, karena Yakub mengetahui semua hardship, semua kesulitan kesesakan pergumulan pergulatan yang dia alami, dia tahu ke depannya juga akan dialami oleh anak-cucunya. Maka dia berpesan dan berkata “God will be with you.”

Di dalam kitab Ayub, Elihu berkata, “Bukan orang yang lanjut umurnya yang mempunyai hikmat, bukan orang yang sudah tua yang mengerti keadilan” (Ayub 32:9), NKJV mengatakan, “Man of many years are not always wise, nor do the ages always understand justice.” Kita harus bersyukur kepada Tuhan kalau di jaman kita hidup kita bisa menyaksikan ada orang tua senior, ada orang yang sudah lanjut usianya yang membagikan kata-kata bijaksana kepada kita sebagai generasi muda. Alkitab mencatat, tidak semua orang tua itu berbijaksana, tidak semua orang yang lanjut usia itu mengerti keadilan. Maka bersyukurlah kepada Tuhan jikalau ada pendeta senior di dalam usianya, di dalam rentang periode pelayanannya yang membagikan kata-kata bijaksana dari mulut bibirnya.

Saya mengajak kita memikirkan beberapa hal. Pertama, saat kita menjadi seorang Kristen yang sudah senior dalam usia, dalam hidup ini, yang akan menghadap Tuhan seperti Yakub yang akan meninggalkan dunia ini, biarlah kita yang telah mempercayakan diri kita kepada Tuhan, sepanjang umur hidup kita sampai hari ini kita juga mempercayakan anak-cucu kita kepada Tuhan. Karena Tuhan kita adalah Tuhan yang setiawan, mari kita juga mempercayakan gereja kita kepada Tuhan. Kedua, sebagai generasi penerus yang telah melihat para pendahulu kita yang telah mendahului kita, biar kita boleh melihat Tuhan, Tuhanlah yang telah memelihara dan mencukupkan hidup orang-orang kudus sepanjang jaman, yang telah memelihara dan mencukupkan semua gereja Tuhan yang kudus dan am. Kita juga bisa dengan teguh, dengan teduh, berharap kepada Dia yang akan beserta dengan kita. Dia juga akan beserta dengan engkau.

Maka berdoalah agar Tuhan bangkitkan lagi pelayan-pelayan Tuhan, hamba-hamba Tuhan yang cinta Tuhan, bukan cinta uang. Berdoalah Tuhan bangkitkan gembala-gembala yang mengasihi domba-dombanya, bukan gembala upahan. Berdoalah Tuhan berikan apiNya di dalam hatimu untuk engkau menjadi satu komunitas, satu generasi yang berjuang untuk boleh berjalan di dalam kebenaran dan Tuhan memimpin engkau dengan janjiNya. God will be with you.(kz)

Click here for video