Pintu Gerbang Surga

Sat, 19 Oct 2013 22:18:00 +0000

Pengkhotbah: Ev. Radjali Ramli MDiv.
Tema: Pintu Gerbang Surga
Nats: Kejadian 28:10-17; Yohanes 1:47-51

Kejadian 28 mencatat Yakub di dalam persoalan dan kisah yang dia hadapi, dia sudah meninggalkan rumahnya dengan tangisan air mata, hari itulah terakhir kalinya dia melihat mamanya Ribka. Semua yang pernah dinikmati olehnya, fasilitas kelimpahan materi dari orang tuanya dia tinggalkan. Kerumitan persoalan antara dia dengan Esau kakaknya karena skema dan tipuan yang telah dirancang oleh Yakub untuk kemudian mengambil hak kesulungan – yang memang sebetulnya adalah miliknya itu, menjadi satu hal yang tidak bisa diselesaikan oleh Yakub sendiri pada waktu itu. Bukan saja demikian, dengan persoalan yang begitu pelik, Alkitab mencatat Esau menaruh dendam kepada Yakub dan menunggu waktu untuk kemudian akan membunuh dia (Kejadian 27:41-45).

Kerumitan dari peristiwa hidup, fasilitas yang harus dia tinggalkan, dia harus berpisah dengan orang yang dia kasihi dan mengasihi dia, masa lalu yang kelam dan masa depan yang belum terlihat, dengan semua itu Yakub berjalan keluar meninggalkan Bersyeba menuju ke Haran. Yakub berjalan lebih kurang kira-kira dua hari, tibalah dia di suatu tempat, dan Alkitab mencatat hari itu sudah mulai akan gelap, matahari sudah terbenam dan bayang-bayang gelap sudah membayangi seperti kegelapan yang sudah dia alami di masa yang lewat dan juga ketidak-pastian yang gelap di depan, karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi kepadanya pada waktu dia harus ke rumah Laban, yang dia tahu siapa itu Laban.

Dalam kondisi yang seperti ini saya percaya jiwa Yakub mengalami pergumulan yang tidak gampang. Semua orang saleh di dalam kitab suci yang namanya dicatat sebagai pahlawan iman, yang namanya dicatat di dalam lembaran kitab suci, mereka semua mengalami pergumulan yang hebat dan pergumulan yang harus mereka gumulkan pada waktu mereka berjalan mengikut Tuhan, dan sebelum Yakub Tuhan ubah namanya menjadi Israel, dia harus mengalami pembentukan Tuhan sepanjang dia mengikut Tuhan.

Itu sebab berbahagialah engkau, berbahagialah Gereja Tuhan kalau diijinkan oleh Tuhan harus diuji dan harus dibakar dengan api yang dipanaskan lebih dari tujuh kali. Berbahagialah sebagai orang Kristen yang pada saat ujian itu tiba kepadanya, dia bisa pegang perkataan Tuhan dan dia bisa memandang kepada Tuhan dengan mata hati dia memandang kepada Dia yang tidak kelihatan.

Yakub seorang diri, semua yang dia genggam sudah dia lepaskan. Dia seorang diri tidak ada yang mendampinginya secara fisik. Lalu di dalam kelelahan dari jiwa, juga kelelahan secara fisik, apa yang ada di sekitarnya itulah yang dia pakai untuk kemudian dia bisa menikmati kesendirian dia dengan Tuhan. Yakub tidur. Alkitab memberitahu kita Yakub tidak sendirian. Yakub ditemani oleh sosok pribadi Tuhan Allah sendiri, sosok pribadi Tuhan Semesta Alam yang kemudian mengutus malaikat-malaikatNya untuk mendampingi Yakub, melindungi dia dari kegelapan malam dan binatang buas di sekitar tempat dia berbaring untuk dia bisa tidur dengan nyenyak.

Pemazmur berkata, orang yang  dikasihi Tuhan, Tuhan memberikan belas kasihan kepadanya. Pada waktu Yakub mengalami pergumulan dan ujian yang harus dia tempuh, apakah yang bisa dia genggam? Siapakah yang bisa dia andalkan? Tidak lain tidak bukan adalah Tuhan yang menjadi tempat persandarannya. Perkataan Tuhan dia pegang erat-erat di dalam hatinya untuk dia meneruskan perjalanan dari Bersyeba menuju ke Haran di dalam satu episode hidup ini. Tuhan memberikan perkataanNya kepada Yakub; Tuhan memberikan janjiNya kepada Yakub, “Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau kemana pun engkau pergi. Aku tidak akan meninggalkan engkau melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu…” (Kejadian 28:15). Adakah yang lebih berharga selain daripada janji Tuhan?

Yakub sebenarnya tidak perlu merancang skema untuk mendapatkan hak kesulungan karena memang Tuhan telah memberikannya kepadanya. Pada waktu Yakub masih tidur, berkat Tuhan itu turun ke atasnya, karena Tuhan berkata, “Aku akan memberikan tanah ini kepadamu, kepada keturunanmu yang seperti debu banyaknya…” “Tali pengukur jatuh bagiku di tempat yang permai” itu kata Pemazmur (Mazmur 16:6). Tidak perlu rebut, tidak perlu kuatir, karena setiap kita itu ada tali pengukur dari Tuhan yang Tuhan berikan kepada kita dan itu pasti jatuh di tempat yang permai, karena Alkitab mengatakan demikian. Bukan saja itu, Paulus berkata, ada pekerjaan baik yang Tuhan sudah persiapkan sebelum permulaan jaman bagi engkau yang sudah dipilihNya sebelum dunia dicipta, dan Tuhan mau engkau berada di dalamNya (Efesus 2:10). Alangkah indahnya sosok pribadi dari kaum pilihan Tuhan, orang-orang Kristen yang mengerti akan prinsip ini. Gereja Tuhan yang mengerti apa yang harus dia kerjakan akan menjadi gereja yang diberkati oleh Tuhan. Orang Kristen yang mengerti prinsip-prinsip kebenaran firman Tuhan adalah orang-orang yang paling berbahagia di muka bumi ini.

Hari dimana Yakub berjalan di dalam lembah kekelaman, hari dimana dia berjalan di malam yang gelap, di dalam hatinya dia akan mengetahui “the Lord is my Shepherd, I will lack nothing.” Tuhan tidak pernah berjanji kepada GerejaNya bahwa engkau tidak akan melewati lembah kekelaman. Tetapi Tuhan berjanji pada saat engkau melewati lembah kekelaman itu gadaNya dan tongkatNya akan beserta engkau. Jikalau kita tidak pernah melewati lembah kekelaman bagaimana kita bisa mengetahui gadanya Tuhan dan tongkatnya Tuhan beserta kita? Setiap kita sebagai orang Kristen menyadari kapan Tuhan memelihara hidup kita; kapan Tuhan di saat-saat genting itu menurunkan tanganNya dan memimpin kita melewati lembah-lembah kekelaman. Jangan takut, jangan kuatir. Ada Tuhan yang memberikan janjiNya. Janji Tuhan adalah janji yang tidak pernah berubah. Manusia bisa berubah, manusia bisa mengecewakan kita, tetapi Tuhan adalah Tuhan yang setia. Diteguhkanlah imanmu dan Tuhan memberikan kekuatan kepadamu untuk meneruskan perjalanan waktu. Perjalanan yang indah meskipun ada kegelapan malam, tetapi ada bintang di langit yang terus bercahaya, ada pelangi setelah hujan itu lewat. Yakub dibawa dan dipimpin oleh Allah dari melihat diri, insecuritas diri, ketidak-yakinan akan diri, dia dibawa Tuhan untuk memandang kepada Allah Pencipta langit dan bumi dan kepada Yahweh Tuhan, Allah Abraham dan Ishak, yang telah memberikan janjiNya kepada mereka. Itulah Tuhan kita. Jangan tertipu oleh fenomena; jangan menjadi lemah dan tawar hati karena kejadian-kejadian, karena ketika kejadian tiba kepada kita, sesungguhnya Tuhan mau menguji kita apakah kita lurus kepada Tuhan atau belat-belit? Daud pernah berkata, “Tuhan berlaku lurus kepada orang yang lurus, Tuhan akan berlaku belat-belit kepada orang yang belat-belit” (2 Samuel 22:27).

Episode dari Yakub menjadi Israel adalah episode yang harus dia jalani di dalam dia mengalami Tuhan, mengenal Tuhan, lalu hidupnya diubahkan Tuhan. Tuhan memberkati Yakub dan berjanji memberikan tanah ini kepada Yakub. Ayat 13-14 menjadi janji Tuhan yang diteruskan dari Abraham kepada Yakub. Berkat dari Tuhanlah yang menjadikan sosok pribadi seseorang itu menjadi kaya. Bukan harta yang dia peroleh secara curian.

Gereja Tuhan, orang Kristen itu kaya dalam hal apa? Kaya di dalam firman. Sejak hari Reformasi Gereja Tuhan kembali menempatkan Tuhan di atas tahtaNya, bukan manusia, bukan organisasi. Hari dimana Zwingli membuka Alkitab dan mengkhotbahkan Injil Matius, hari itu seluruh kota berubah, seluruh kota begitu bersukacita karena kebenaran firman Tuhan yang begitu terang memberikan cahaya ke dalam hati manusia. Semangat yang seperti ini turun kepada gereja-gereja yang sungguh-sungguh mencintai Tuhan dan mencintai firman. Kita harus kaya di dalam kebenaran firman Tuhan. Kekayaan secara materi ini merupakan bagian dari berkat Tuhan untuk kita semua, tetapi itu tidak kita bawa pulang ke surga. Satu-satunya harta kekayaan yang kekal kita bawa ke surga bertemu dengan Tuhan adalah kebenaran firman Tuhan. Kebenaran firman Tuhan yang engkau mengerti waktu engkau menyelidiki kitab suci, kebenaran firman Tuhan yang engkau mengerti waktu engkau mendengar khotbah dari mimbar yang menggugah engkau, di dalam perenunganmu di dalam kesendirianmu, waktu engkau menelusuri kitab demi kitab, surat demi surat, ayat demi ayat, pada waktu Roh Allah membukakan engkau dengan mata hatimu engkau melihat di balik dari huruf-huruf yang mati itu ada prinsip-prinsip hidup, lalu engkau menjadi kuat di dalam jiwamu menghiburkan, di angkat kepada Tuhan untuk memandang Dia, itulah kekayaan kita. Itulah warisan yang harus kita wariskan kepada anak-anak dan cucu kita. “Dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (Kejadian 28:14b).

Yakub hidupnya penuh dengan carut-marut, penipu, jahat, sama seperti Petrus yang pernah menyangkali Tuhannya, sama seperti Daud yang adalah pezinah. Tetapi bukan diri kita yang menjadi tuan atas diri kita dan bukan diri kita yang bisa merubah diri kita, melainkan adalah Tuhan. Kita memang lemah, kita bisa jatuh, banyak masalah yang belum bisa kita selesaikan dari masa lalu kita. Sama seperti Yakub yang dihantui oleh masa lalunya, bagaimana dia harus menyelesaikan antara masalahnya dengan Esau, namun dia tidak bisa selesaikan itu. Dia merancang ulang semuanya untuk Esau, dia kira dia bisa memberikan banyak hal secara materi kepada kakaknya Esau karena dia sudah mengambil darinya. Dia memikirkan dengan cara dia, tetapi Alkitab berkata, “Cara Tuhan bukan caramu, jalan Tuhan lebih tinggi daripada jalanmu..,” (Yesaya 55:8) Tuhan justru memperdamaikan Esau dan Yakub dengan heran. Kitab suci pernah berkata, “Jikalau Tuhan berkenan atas orang itu, musuh orang itu pun diperdamaikanNya dengan dia” (Amsal 16:7). Waktu Yakub bertemu Esau, bukan bunuh-bunuhan. Yakub takut karena dia pernah bersalah kepada kakaknya. Tetapi Alkitab mencatat hari itu Esau datang berlari kepadanya dan memeluk Yakub. “Aku cukup. Yang ada padamu juga ada padaku…” Relasi itu Tuhan sendiri yang ubah. Tidak apa-apa persoalan belum selesai; tidak apa-apa tidak selesai hari ini, karena masih ada Tuhan yang akan memimpin dan yang akan menyelesaikannya, karena Dialah Tuhan atas hidup kita.

Penulis Tawarikh pernah mengatakan satu kalimat, “Mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia ” (2 Tawarikh 16:9). Bukankah ini yang paling kita butuhkan di dalam hidup kita? Manusia boleh salah mengerti kita, organisasi mungkin tidak terima kita, orang lain menjadikan kita sebagai musuhnya, tetapi kalau hati kita bersih, kita bisa memandang wajah Tuhan yang tersenyum kepada kita. Apa yang terjadi kepada Yakub itu bukan hanya terhenti sampai kepada dirinya; apa yang terjadi kepada Yakub itu menjadi satu kekuatan bagi kita, satu penghiburan dari Tuhan untuk kita. Pada waktu kita menyaksikan hidup kita dari masa lalu dan meniti masa depan dan sedang berjalan di masa sekarang, janji Tuhan, penyertaan Tuhan, pemeliharaan Tuhan ada padamu. Sebagai domba-domba milik Tuhan yang Tuhan kasihi, yang Tuhan tebus dengan diri Yesus Kristus yang mengalirkan darahNya bagimu, bagi Gereja ini.

Terakhir, di dalam ayat 15, “Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.” Kalau kita baca kisahnya Yakub, kisahnya Abraham, kisahnya orang-orang saleh di dalam kitab suci, banyak yang menyimpang dari trek yang Tuhan mau mereka jalani. Tetapi Tuhan adalah Allah yang setia, maka Tuhan sebagai Sang Gembala yang baik, Dia bawa kembali dombaNya untuk berjalan kembali di trek yang lurus itu. Yakub bisa menyimpang karena lemah, tetapi ada Tuhan yang tidak pernah menyimpang dari kehendakNya yang kekal, dari semua rencana yang baik bagi sosok pribadi dari domba-domba milikNya. Tuhan membawa Yakub kembali, sampai dia menutup matanya, sampai dia bertemu muka dengan muka dengan Tuhan.

Itu sebab hari dan momen kita mengikut Tuhan, pada waktu kita harus mengambil keputusan, Paulus mengajar kepada kita, mintalah dari Tuhan the spirit of wisdom, roh bijaksana untuk mengamati, menganalisa, dan mengambil keputusan di hadapan Tuhan dengan meminta roh bijaksana dari Tuhan dan mata hati yang benar-benar memandang kepada Tuhan (Efesus 1:17-18).

PL tidak boleh berhenti sampai PL sendiri, karena seluruh PL itu mempunyai satu titik fokus yang begitu tajam dan begitu indah, yaitu sosoknya bukan kepada orang salehnya, bukan kepada Yakubnya, tetapi sosok dari diri Yesus Kristus sendiri. Yesus membongkar rahasia dari Kejadian 28 daripada tangga, “stairway” yang dalam bahasa Ibraninya adalah kata “sulam” yang muncul di sini. Kata yang begitu penting karena kata “sulam” itu menghubungkan bumi yang terbatas dengan surga yang tidak terbatas. Terjemahan LAI kurang tepat mengatakan, “Berdirilah Tuhan di samping tangga…” karena NKJV mengatakan, “And behold the Lord stood above it…” Tuhan ada di atas dari tangga itu. Antara manusia yang terbatas dengan Allah yang tidak terbatas, manusia yang penuh dengan kesalahan dosa dengan Tuhan Allah yang suci dan kudus. Hari itu Natanael di bawah pohon ara memikirkan akan hal ini, bagaimana mungkin Tuhan Allah akan beserta dengan engkau? Aku tidak layak, aku hanyalah orang yang berdosa. Bagaimana mungkin manusia yang berdosa mendaki sampai ke langit? Bagaimana mungkin Tuhan itu akan berkenan kepada manusia yang berdosa? Karena Allah itu suci adanya, Allah itu kudus adanya, Natanael di bawah pohon ara memikirkan sendirian, merenungkan akan bagian firman Tuhan ini, dia tidak tahu ada sosok yang tidak kelihatan yang ada di depannya, yaitu Yesus Kristus Tuhan yang maha hadir, Natanael tidak lihat tetapi Tuhan melihat dia. “Hanya karena Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara maka engkau percaya?” Natanael kaget, kapan Yesus melihatku, siapa orang ini yang bisa melihat aku tanpa aku melihat Dia? Yesus tutup dengan penjelasan yang begitu indah, “Sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia” (Yohanes 1:50-51). The angels of the Lord descending and ascending to the Son of Man. Yang Yakub lihat di tangga itu tidak lain dan tidak bukan adalah sosok dari Yesus Kristus sendiri, bukan tangga, yang akan menghubungkan bumi dengan langit, tetapi Dialah Anak Manusia yang dari surga turun ke dalam dunia, Sang Firman yang bersama-sama dengan Allah, Sang Firman yang adalah Allah, Firman itu menjadi manusia dan diam di tengah-tengah kita. Yesus Kristus Tuhan Manusia yang sejati dan Allah yang sejati. Yesus Kristus Tuhan sang Gembala yang baik yang berkata kepada domba-domba milikNya, “Gembala yang baik menyerahkan nyawanya bagi domba-domba miliknya… Domba-dombaKu mendengarkan suaraKu dan mengikut Aku…” Kalimat itu Dia buktikan, seperti kata Paulus dalam surat Roma, “Allah mendemonstrasikan kasihNya kepada GerejaNya dengan mati di atas kayu salib, darahNya tercurah untuk membasuh membersihkan kita dari dosa dan kesalahan, memberikan kepada kita hidup yang baru, memberikan kepada kita lembaran yang baru, memberikan kepada kita kesempatan yang baru seperti yang Ia berikan kepada Yakub, seperti yang Ia berikan kepada Petrus, a new day, a new chance to serve Him.

“Alangkah dahsyatnya tempat ini, inilah pintu gerbang surga…” kalimat seperti ini keluar dari sosok pribadi orang Kristen mengerti dan mengenal apa yang Yesus Kristus telah karyakan atas diri kita dan GerejaNya. Kita tak mungkin mencintai Dia kecuali kita terus-menerus merenungkan diri Yesus Kristus Sang Gembala yang baik, yang bukan saja mati di atas kayu salib untuk menebus sdr dan saya, menebus domba-domba milikNya. Tetapi Dia bangkit pada hari ke tiga, menyatakan Dia adalah Sang Pemenang yang telah menaklukkan alam maut dan kita tak perlu hidup di dalam ketakutan. Paulus berkata kepada Timotius, engkau bukan hidup di dalam ketakutan, tetapi engkau akan diberikan Roh yang membangkitkan sejahtera, itulah orang Kristen. Yesus berjanji kepada GerejaNya, “Aku akan beserta dengan engkau sampai pada kesudahannya…” Not only now, not only here, tetapi kepada seluruh Gereja Tuhan yang kudus dan am, yang begitu banyak, termasuk kepada semua engkau yang ada di sini, dari dulu, hari ini, sampai masa yang akan datang, sampai Yesus datang kembali.

Mari kita taruh hati kita kepada janji Tuhan, mari kita mempercayakan hidup kita kepada Tuhan, Yesus Kristus Sang Gembala yang baik, Yesus Kristus Sang Gembala Agung dari Gereja Tuhan. Kita gembala sidang terbatas, hamba Tuhan terbatas, tetapi Tuhan adalah Sang Gembala yang agung, Tuhan adalah Sang Gembala jiwamu. Dari hari dimana dia menyimpang dari treknya, hari itu semua orang melihat dia mengutuki Tuhannya. Tetapi saya kagum kepada komunitas iman pada hari itu, pada waktu itu, pada jaman itu. Bagaimana seorang yang telah mengutuki dan bersumpah tidak kenal akan Tuhan, orang yang seperti ini justru diterima oleh komunitas iman sebagai rasul, sebagai pemberita firman. Dan Petrus menyatakan hidup yang baru, Petrus menyatakan kebenaran firman Tuhan, Petrus mengkhotbahkan Injil, Petrus dipakai oleh Tuhan menuliskan surat Petrus yang begitu indah. Tidak ada orang yang menulis apa yang namanya Iblis yang seperti singa yang berjalan di sekeliling kita yang siap mau menerkammu. Kenapa? Karena ia pernah melewati itu semua. Tidak ada orang yang pernah menulis “Tuhan adalah Gembalaku,” kecuali Daud, karena dia mengalami itu semua. Orang Kristen itu adalah hidup di dalam Tuhan dan hidupnya Tuhan ada di dalam dia. Kiranya Tuhan memimpin dan memberkati engkau semua.(kz)